Tak Selalu Dapat Dijelaskan


Pada suatu hari, ada seorang teman, kita sebut saja namanya Andrew, yang mengatakan bahwa dia merasa kecewa dengan seorang teman yang lain yang bernama Lisa. Mereka berdua adalah teman dekat. Andrew sudah berkeluarga dan Lisa baru saja menikah. Sehingga masing-masing mereka bersama pasangannya, sering bercerita satu dengan yang lain.

Andrew merasa sangat kecewa karena pada saat Lisa dan suaminya belum menikah, Lisa itu selalu bercerita mengenai kendala pernikahan yang mereka alami. Tetapi bahkan pada saat Lisa melangsungkan acara lamaran, Lisa tidak memberitahukan Andrew.
Akibatnya Andrew merasa dilupakan dan tidak dihargai sebagai seorang teman dekat. Andrew mengatakan kepada semua temannya dan keluarga Lisa yang sudah mengenalnya, bahwa Lisa dan suaminya sudah melupakan Andrew.

Sedangkan dari pihak Lisa, dia bukan sengaja ingin melupakan Andre, tetapi acara lamaran tersebut sebenarnya diputuskan secara tiba-tiba dari pihak keluarga, karena mereka hampir saja melupakan acara lamaran, dan terfokus pada acara pernikahan.

Ketika Lisa diberitahu oleh teman-teman dan keluarganya bahwa Andrew merasa sangat kecewa terhadap dia dan suami, Lisa mengatakan “bahkan yang mengingatkan mengenai acara lamaran yang sekaligus dimanfaatkan sebagai waktu untuk mencoba make up, adalah pihak salon saya”. Jadi sebenarnya mereka memang benar-benar lupa bahwa mereka belum melangsungkan acara lamaran, karena mereka terlalu sibuk dengan acara pernikahan, mengingat calon suami Lisa pada saat itu sedang bekerja diluar pulau.

Tak hanya itu, acara lamaran pun hanya diadakan oleh keluarga kandung saja, karena Lisa dan suaminya berpikir bahwa acara tersebut sekedar untuk meresmikan di antara kedua keluarga. Hanya saja memang terlihat seolah-olah acaranya cukup mewah, karena Lisa mencoba make up dan mengenakan pakaian yang seharusnya digunakan untuk foto pre-wedding.

Lisa tidak pernah melupakan temannya Andrew itu, terbukti pada saat hari h pernikahan, memang tidak semua orang dapat diundang, karena segala keterbatasan yang ada. Tetapi untuk teman-teman yang sudah sangat memberikan dukungan bagi Lisa dan suami, termasuk teman dekatnya Andrew pun diundangnya. Namun sayang, Andrew tidak dapat hadir karena dia sudah membuat janji untuk berlibur dengan keluarganya.

Lisa dan suami benar-benar kesulitan untuk bertemu dengan Andrew karena acara pernikahannya pun dipersiapkan kurang lebih hanya tiga sampai empat bulan saja, maka Lisa pun tak dapat memberikan penjelasan kepada Andrew.

Setelah menikah, Lisa ikut dengan suaminya tinggal diluar pulau, dan sesekali mereka pulang untuk mengurus kepindahan atau sekedar bertemu dengan keluarganya. Dan Lisa pun membuktikan pada Andrew dan keluarganya, dengan sebuah pemberian yang mungkin tidak seberapa harganya, tetapi dia ingin menunjukkan bahwa dia masih sangat menghargai dan sangat berterima kasih karena Andrew sudah banyak memberikan dukungan kepadanya dan suami.

Cerita tersebut diatas mungkin tak hanya dialami diantara Andrew dan Lisa, tetapi Anda dan saya juga dapat mengalaminya. Bukankah didalam kehidupan ini seringkali kita tak dapat menyukakan hati orang lain? Bukankah didalam setiap hal yang kita lakukan selalu ada yang salah? Padahal sebenarnya kesalahan-kesalahan itu mungkin tidak disengaja dan ada penjelasannya, hanya saja tidak mungkin kita memberikan penjelasan dan cerita satu per satu kepada semua orang.

Belajar dari pengalaman Andrew dan Lisa, maka ada seorang teman juga yang baru-baru ini menikah, tetapi karena terlalu banyak yang harus diundangnya dan segala sesuatunya memiliki keterbatasan, maka dia membagi-bagi, dengan cara ada orang-orang yang diundang pada saat pemberkatan, dan ada orang-orang yang diundang pada saat acara resepsi pernikahan.

Jadi seorang teman ini, bukannya tidak mengundang sama sekali, melainkan sudah mengundang, tetapi ternyata sama sekali tidak mengurangi complain dari orang lain. Ada orang-orang yang mengatakan “kok hanya diundang acara pemberkatannya ya, kok tidak sekalian dengan acara resepsinya?”, atau ada juga yang diundang di acara resepsi yang mengatakan “aduh, acaranya kok gitu ya, kok makanannya tidak enak ya?”.

Dalam setiap kejadian yang dialami dialam kehidupan ini, tentu kita akan menemukan complain, dan sayangnya, kita tidak dapat selalu memberikan penjelasan kepada orang-orang tersebut.

Firman Tuhan mengatakan agar kita tidak menghakimi orang lain, agar jangan sampai Tuhan menghakimi kita sama seperti kita telah menghakimi orang lain.

Itulah sebabnya, ketika ada seseorang yang seolah-olah memperlakukan kita tidak adil, seperti dalam cerita tersebut diatas mengenai undangan pernikahan, mungkin kita sedang dalam posisi menjadi seseorang yang tak diundang, maka jangan sampai kita menghakimi seseorang itu karena kita tidak pernah tahu apa alasan mereka sampai tidak mengundang kita! Cobalah untuk menghargai seseorang itu! Mungkin kita bisa ambil sisi positif, misalnya saja dengan adanya kita tak diundang maka kita tak perlu bingung untuk memberikan sesuatu sebagai hadiah, atau mungkin kita dapat memahami bahwa seseorang itu sedang memiliki dana yang terbatas, dan lain-lain.

Apabila kita merasa ingin tahu mengenai perlakuan seseorang terhadap kita, maka kita dapat menanyakan langsung kepada seseorang yang bersangkutan, tanpa harus memalingkan muka pada saat bertemu atau memendam kejengkelan sendiri. Tetapi jika kita tidak ingin tahu, maka tentunya kita tak perlu menanyakannya dan jangan sampai sukacita kita hilang karena rasa kecewa!

Tidak semua hal dapat kita jelaskan kepada orang lain dan tidak semua hal yang terjadi dengan kita dapat dimengerti oleh orang lain. Dan sebaliknya, tidak semua hal dapat dijelaskan oleh seseorang kepada kita, dan tidak semua hal yang terjadi dengan orang lain dapat kita mengerti.

Oleh karena itu, kita tak pernah bisa mengerti apa yang orang lain alami dan yang orang lain putuskan, tetapi sebelum kita menghakimi orang lain, maka sebaiknya kita segera berpikir positif tentang orang lain itu dan jangan terburu-buru untuk menceritakannya kepada orang lain, karena cerita kita itu belum tentu benar dan dapat dipastikan kita akan mendapat malu.

Kalau pun kita sulit untuk berpikir positif, maka kita bisa mengampuni orang lain itu dan berusahalah untuk tidak mengungkit-ungkit. Dengan cara demikian, kita dapat hidup damai dan hidup rukun dengan semua orang.

Tuhan memberkati.

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+no+talk+cartoon&hl=id&sa=X&noj=1&tbm=isch&prmd=imvns&tbnid=KSWmmLF_vweAxM:&imgrefurl=http://www.queness.com/post/10670/creative-drawings-about-talking&docid=uMzfwbe_yG8Z3M&imgurl=http://www.queness.com/resources/uploaded/talks/23.jpg&w=500&h=500&ei=gdZFT6uCJsrIrQe90O3_Cg&zoom=1&iact=rc&dur=432&sig=115066408690274837010&page=3&tbnh=140&tbnw=140&start=42&ndsp=25&ved=1t:429,r:20,s:42&tx=61&ty=114&biw=1280&bih=687

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s