Murka Tuhan


Nahum 1:2-8

Artikel kali ini diambil dari perenungan Firman Tuhan didalam Kitab Perjanjian Lama, Nahum 1:2-8. Didalam Nahum 1:2 dikatakan bahwa “Tuhan itu Allah yang cemburu dan pembalas, Tuhan itu pembalas dan penuh kehangatan amarah, Tuhan itu pembalas kepada para lawanNYA dan pendendam kepada para musuhNya”.

Selama ini kita mungkin sering mendengarkan kesaksian atau pemberitaan injil dari orang pemercaya. Dalam kesaksian dan pemberitaan injil mereka tentu mereka akan berkata bahwa Tuhan itu baik, Tuhan itu setia, Tuhan itu Maha Pengasih, dan hal-hal yang baik tentang Tuhan.

Orang-orang pemercaya itu kemudian akan memraktekkan bagaimana bersikap didalam kasih sama seperti Tuhan yang penuh dengan kasih terhadap umatNYA, karena didalam Firman Tuhan dikatakan bahwa manusia itu serupa dengan Allah, sehingga kalau orang kurang mengerti artinya, maka akan diartikan bahwa manusia itu sama seperti Tuhan, yang hidup tanpa kesalahan.
Tak heran apabila kita melihat ada begitu banyak orang yang kecewa melihat tingkah laku orang pemercaya, yang banyak memberitakan kabar tentang kasih dan memraktekkannya walau pun dapat dikatakan hanya sesaat saja, tetapi ketika ada seseorang yang hendak membutuhkan pertolongan, rasanya sulit untuk memalingkan wajah dan mengulurkan tangan untuk memberikan pertolongan.

Melalui ayat Firman Tuhan didalam Nahum 1:2 itu kita dapat melihat bahwa Tuhan itu juga bisa memiliki rasa cemburu dan dapat membalaskan dendam, sama seperti kita, sebagai umatNYA. Tetapi sebelum kita salah paham mengenai artikel ini, maka kita harus melanjutkan pembacaan didalam Nahum 1:3 bahwa Tuhan itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah.

Jadi hal penting yang perlu kita ketahui bersama-sama adalah Tuhan itu marah dan menaruh dendam pada tempat dan waktu yang tepat, karena Tuhan adalah Allah yang Maha Tahu dan Tuhan itu seperti bapa kita di bumi ini.

Firman Tuhan didalam Amsal 22:6 dikatakan “didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu” dan didalam Amsal 29:17 dikatakan “didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketentraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu”.

Hal itu berarti Tuhan ingin agar setiap orang tua dapat mendidik anak-anaknya agar sampai pada masa tuanya, anak-anak itu dapat hidup menyukakan hati Tuhan. Mendidik bukan berarti menenangkan anaknya ketika berbuat salah. Tetapi mendidik tentunya dengan menegur dan bisa juga memarahinya.

Demikian pula Tuhan terhadap umatNYA. DIA ingin agar umatNYA hidup tidak sembarangan, oleh karena itu, Tuhan juga bisa marah untuk menegur kita. Hanya saja, kalau Tuhan marah dan menegur karena Tuhan ingin kita menjadi umat yang lebih baik. Sedangkan seorang manusia mempunyai kemungkinan, menegur tidak dengan hati yang mengasihi. Tetapi sekali lagi, hanya Tuhan yang mengetahui niat hatinya, baik atau tidak baik.

Jadi kalau saat ini Anda adalah orang tua atau seorang yang lebih tua didalam usia, jangan sampai kita memperkenalkan hati orang tua yang penuh dengan kejahatan dan kekerasan, karena hal itu akan mempersulit anak-anak mengenal Tuhan! Tetapi bersikaplah marah dan menegur, untuk kebaikan mereka (baca: bersama).

Selanjutnya, dikatakan didalam Nahum 1:7 bahwa Tuhan itu baik, Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-NYA”

Sebenarnya, pemberitaan injil yang mengatakan bahwa Tuhan itu baik memang sesuatu dengan kenyataan. Hanya saja kebaikan dan keramahan Tuhan itu seringkali tidak tercermin didalam diri umatNYA, karena umatNYA itu masih manusia, yang terdiri dari daging, dengan segala kelemahannya.

Oleh karena itu, perbedaan antara kemarahan dan ‘dendam’ Tuhan dengan kita yaitu kadangkala kita marah, hanya karena kita sedang dimintai pertolongan oleh orang-orang yang kita anggap bukan teman kita (baca: tidak se-level dengan kita), dan kadangkala kita menaruh dendam hanya karena kita merasa iri hati pada keberhasilan atau kemampuan orang lain. Sehingga sikap marah dan sikap mendendam itu akhirnya tidak membuat orang menjadi lebih baik tetapi membuat orang jadi sakit hati.
Karena DIA adalah Tuhan yang Adil, maka penilaianNYA terhadap kita tak hanya dari cara kita bersikap, tetapi dari hati kita, karena DIA yang dapat melihat hati. Walau pun kita bersikap manis, tetapi jika hati kita jahat, maka Tuhan takkan segan-segan menegur kita.

Jadi kesimpulannya, selama kita ini hidup, kita mempunyai kesempatan untuk marah dan berbuat buruk, tetapi selama kita ini hidup, kita mempunyai kesempatan untuk memperbaikinya.

Tuhan itu baik, tetapi jangan sampai kita memanfaatkan atau menyalahgunakan kebaikanNYA, karena DIA sangat tidak suka melihat kita berpaling kepada allah lain seperti dukun, orang pintar, dan berbagai ramalan, DIA sangat tidak suka melihat kita dengan kebiasaan-kebiasaan buruk seperti memfitnah, berbohong, berpikir negatif, menyimpan dendan, dan mengintimidasi misalnya, DIA juga sangat tidak suka melihat kita terus menerus melakukan hal yang buruk ketika kita mengetahui bahwa hal itu buruk.

Tuhan itu baik, tetapi tentu ada waktunya, dimana DIA datang untuk menghakimi dan memutar seluruh kehidupan kita, mulai dari hal baik sampai hal buruk yang pernah kita lakukan. Ketika datang saat itu, maka Tuhan bisa saja murka terhadap kita, atau DIA bisa menerima kita.

Mari kita bersama-sama terus berjuang, untuk menjadi lebih baik, bertobat dari kesalahan yang lalu, dan berusaha untuk terus berada didalam jalanNYA.

Tuhan memberkati.

**Picture taken from sites:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+God%27s+angry&start=177&um=1&hl=id&sa=N&biw=1280&bih=687&tbm=isch&tbnid=MOGfG7g5Lw45zM:&imgrefurl=http://powerhouse-ministry.blogspot.com/2010/03/who-has-power-over-you.html&docid=_JjlAQgDrCa8vM&imgurl=http://4.bp.blogspot.com/_D_e3nbZ9Txg/S6WQGN9A8iI/AAAAAAAACBY/M5GpfQXE7OM/s320/angry_god.png&w=320&h=286&ei=hPlOT_mTGIrSrQenyvjPDQ&zoom=1&iact=hc&vpx=587&vpy=187&dur=1500&hovh=212&hovw=237&tx=164&ty=116&sig=115066408690274837010&page=9&tbnh=142&tbnw=159&ndsp=22&ved=1t:429,r:2,s:177

One thought on “Murka Tuhan

  1. Proses yang akan membuat kita menjadi bercahaya, saat kita ditegur atau di”hajar”, jangan menyerah..don’t give up yet…cause in the process, in the pain, in the hopeless situation, there’s a great treasure inside..find it..hold it!!! Let it be your part in life..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s