Quality Time


Quality time atau didalam bahasa Indonesia disebut sebagai waktu yang berkualitas, biasanya sering diperlukan oleh setiap orang untuk menikmati kebersamaan, ingin menyendiri, atau mungkin juga untuk melakukan suatu pekerjaan yang mungkin selama ini tidak sempat untuk dilaksanakan.

Ketika seseorang memasuki kehidupan pernikahan, quality time akan semakin dirasa perlu oleh suami istri, karena didalam hidup pernikahan, biasanya seorang pria dan seorang wanita akan menjadi lebih sibuk, sebagai contoh, selain pekerjaan yang membuat seseorang menjadi sibuk, maka mengurus rumah tangga juga dapat membuat seseorang menjadi lebih sibuk dan merasa tubuh menjadi lebih lelah, sehingga biasanya kebersamaan itu dapat menjadi sedikit berkurang, jika dibandingkan sewaktu masa pacaran.

Pada suatu hari, ketika sepasang suami istri mengerti betapa pentingnya quality time bagi mereka berdua, mereka berpikir untuk mengatur waktu agar dapat liburan bersama. Mereka mulai merencanakan acara makan siang sampai dengan makan malam untuk berdua, karena selama ini mereka sudah benar-benar disibukkan oleh pekerjaan dan urusan rumah tangga yang membuat mereka tidak dapat menikmati waktu untuk kencan berdua.

Sang istri merasa gembira dan bersemangat ketika sang suami mengajaknya berduaan. Dan waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Setibanya di sebuah restaurant untuk makan siang, mereka memesan menu yang diinginkan, lalu sang suami membaca sebuah tulisan yang berlembar-lembar banyaknya, membiarkan sang istri mengutak atik handphonenya. Setelah menu makanan datang, mereka berdua menikmatinya, kemudian mereka membayarnya dan pergi ke suatu tempat untuk membeli sesuatu, lalu pulang ke rumah.

Menjelang malam, mereka berdua kembali bersiap-siap untuk menikmati acara makan malam yang sudah direncanakan. Setibanya di tempat makan, mereka memesan makanan yang ingin dinikmati, lalu sang suami pergi untuk menikmati pemandangan yang indah yang ada di tempat makan tersebut, dan sekembalinya sang suami ke tempat duduk, dia lebih memilih untuk memperhatikan orang-orang disekelilingnya, padahal sang istri berusaha untuk mengajaknya bicara, tetapi sang suami benar-benar tidak memperhatikannya.

Ketika makanan datang, suami istri tersebut menikmati menu makanannya, dan segera membayarnya karena merasa kasihan pada orang-orang yang antri di tempat makan tersebut, kemudian pulang kerumah, kembali melakukan segala aktifitas mereka masing-masing.

Dari cerita tersebut, kita semua dapat memperhatikan bahwa sepertinya suami istri itu memang berusaha untuk membangun sebuah quality time (waktu yang berkualitas), tetapi kenyataannya, walau pun mereka sedang berdua, tetapi mereka sedang menikmati waktu untuk dirinya sendiri. Mereka jauh dari rutinitas, tetapi tidak mempergunakan waktu itu untuk berbincang-bincang atau memperhatikan satu dengan yang lainnya.

Apakah Anda bersama pasangan pernah mengalami hal seperti pada cerita tersebut? Apabila Anda seorang istri yang mungkin selalu sibuk berbincang-bincang dengan teman-teman Anda dengan blackberry, maka hentikanlah sejenak perbincangan Anda itu ketika suami Anda sedang mengajak Anda untuk menikmati quality time!

Dan apabila Anda seorang suami yang selalu sibuk dengan pekerjaan, membaca koran, sebuah permainan, menonton televisi, atau sibuk dengan pemikiran Anda sendiri, maka hentikanlah sejenak semuanya itu ketika Anda sedang mengajak istri Anda untuk menikmati quality time!

Selain merencanakan tempat untuk menikmati quality time, maka Anda harus menentukan quality time yang sedang Anda ciptakan itu untuk dinikmati oleh Anda seorang diri atau bersama keluarga atau bersama pasangan! Agar jangan sampai quality time yang Anda ciptakan itu akhirnya menjadi waktu-waktu yang paling mengecewakan bagi keluarga atau pasangan Anda!

Demikian pula ketika kita menyediakan waktu untuk Tuhan setiap hari untuk membaca, merenungkan Firman Tuhan dan berdoa, maka usahakanlah agar pikiran kita tidak memikirkan hal lain, karena ketika kita seolah-olah mengacuhkan Tuhan, maka pada waktu itu kita telah mengecewakanNYA yang jauh lebih rindu untuk bertemu dengan kita.

Quality time atau waktu yang berkualitas harus benar-benar menjadi berkualitas agar meninggalkan kesan dan pesan yang baik, caranya dengan menyediakan diri yang ‘berkualitas’ untuk memenuhi ‘kebutuhan’ di sepanjang waktu yang telah dipersiapkan itu.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+quality+time&um=1&hl=id&biw=1280&bih=687&tbm=isch&tbnid=qaURtcgGCkh7XM:&imgrefurl=http://melvingaines.blogspot.com/2011/04/love-languages-for-your-life.html&docid=DJzXWduXbats-M&imgurl=http://1.bp.blogspot.com/-4KymGWXVwnk/TaOtFshRobI/AAAAAAAAArg/thVJOtD1Qrw/s1600/quality%252Btime%252B.jpg&w=1134&h=1027&ei=SDVYT-XuEMPZrQfhuYCLCw&zoom=1&iact=hc&vpx=404&vpy=100&dur=2404&hovh=214&hovw=236&tx=102&ty=140&sig=115066408690274837010&page=2&tbnh=145&tbnw=164&start=18&ndsp=22&ved=1t:429,r:13,s:18

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s