Beda Penampilan, Beda Pula Di Hati


Apakah para pembaca pernah menonton acara film korea di layar televisi atau melalui DVD?

Setelah hampir selama satu minggu saya terbaring sakit, karena cuaca yang tidak menentu, akhirnya suata saat ketika saya sudah merasa lebih baik kondisinya, suami saya menyarankan agar dalam beberapa waktu saya lebih sering membuka pintu rumah, agar ada pergantian udara didalam rumah.

Karena biasanya setelah saya melakukan aktifitas sehari-hari dirumah, di waktu luang saya lebih suka membaca buku atau menulis di kamar. Tetapi saran suami, membuat saya tiba-tiba ingin mengubah suasana keseharian saya tidak lagi hanya berada didalam kamar, tetapi dengan duduk di ruang tamu, sambil membuka pintunya.

Rumah kami tidak terlalu besar tetapi sangat nyaman. Mungkin jika dibayangkan, maka kurang lebih besarnya seperti ruang apartment, yang sedikit lebih besar, dan ditambah dengan halaman, serta garasi. Sehingga ruang tamu kami juga berperan sebagai ruang keluarga di rumah kami, yang dilengkapi (salah satunya) dengan televisi.

Sebenarnya, saya bukanlah tipe orang yang suka menonton televisi. Hal ini terbukti dengan selama tiga tahun setelah mami saya berpulang ke surga, saya dapat dikatakan hampir tidak pernah menonton acara televisi seorang diri. Jadi selama ini saya biasanya hanya menonton acara televisi untuk menemani mami saya sewaktu masa hidupnya, dan setelah menikah saya menemani suami.

Tetapi, ketika saya duduk di ruang tamu, maka saya merasa sedikit tertarik untuk menyalakan televisi, dan bahkan saya tidak menonton dan memperkeras suaranya, hanya sekedar menyalakannya, karena saya sibuk dengan artikel-artikel yang saya baca di Internet yang saya nyalakan melalui laptop. Sampai pada suatu waktu saya mengarahkan pandangan saya pada layar televisi, yang pada saat itu sedang menyajikan film korea, yang kemudian ternyata film tersebut dapat membuat saya sedikit tertarik untuk melihatnya, walau pun saya tidak terlalu mengerti alur ceritanya.

Sampai pada sebuah adegan dimana seorang wanita, sebagai pemeran utama, yang sebenarnya telah jatuh cinta pada seorang pria yang juga sangat mencintainya, dan mereka hendak menikah dalam waktu dekat itu akhirnya memutuskan untuk menikahi pria yang usianya jauh diatasnya, yang seharusnya lebih cocok untuk jadi ayah mertuanya, hanya karena ingin membalaskan dendam pada seseorang yang menurutnya telah menghancurkan kebahagiaan keluarganya.

Tentu saja, keputusannya ini menghancurkan hati ibunya, adiknya, dan terutama menghancurkan hati kekasihnya, yang ternyata adalah keponakan dari pria tua yang hendak dipilihnya untuk menjadi suaminya itu.

Berhenti sampai pada cerita tersebut saya tiba-tiba teringat kisah seorang teman yang saya kenal dulunya adalah seorang gadis yang sangat periang dan memiliki banyak teman pria, tetapi kini saya ketahui dia menikah dengan seorang pria yang juga sangat tua. Dan mungkin ada juga diantara pembaca yang mungkin mengenal saya, pernah berpikir, mengapa saya memilih Frankly, sebagai suami saya.

Didalam hidup ini, seringkali kita membuat pilihan-pilihan, keputusan-keputusan, mungkin juga bertingkah laku dan mengucapkan kata-kata, yang mungkin tak akan pernah bisa dipahami oleh orang lain. Orang lain hanya dapat mendengarkan ceritanya dan melihat secara nyata setiap pilihan, keputusan, tingkah laku dan perkataan kita, tetapi orang lain tidak akan pernah dapat membaca pikiran dan melihat kedalaman hati kita.

Seringkali kita mungkin merasa orang lain terlalu mencampuri segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan pribadi kita. Tetapi kita harus menyadari bahwa kita tidak dapat melihat kedalaman hati seseorang itu, mungkin dia menginginkan yang terbaik untuk kita, hanya saja dia tidak dapat mengekspresikan atau mewujudkannya seperti yang kita harapkan dia lakukan untuk kita. Kita dapat memberitahukannya secara baik-baik, dan kita dapat menghargainya dengan mendengarkannya, tanpa menganggapnya sebagai seorang yang buruk dan tidak berharga.

Tetapi disisi lain, apabila kita melihat seseorang telah membuat pilihan, keputusan, atau bertingkah laku dan mengatakan sesuatu yang salah menurut pandangan kita, maka jangan pernah kita mencoba untuk menghakiminya, karena kita tidak pernah tahu kedalaman hati dan pikirannya! Jika kita merasa ingin memberitahunya, maka kita perlu memberitahukannya, tetapi tidak dengan memaksanya atau menghakiminya.

Tidak mudah untuk bersikap demikian, karena saya sendiri masih belajar untuk menjadi keduanya, dan saya pikir, mungkin saya harus belajar sampai seumur hidup saya, karena sebenarnya kita ini tidak akan pernah bisa menyelami hati seseorang, dan kita tidak bisa memutuskan bahwa seseorang itu baik karena memang baik, marah atau cerewet karena seseorang itu memang jahat. Tetapi kecenderungan untuk menghakimi itu memang akan selalu ada, oleh karenanya kita perlu belajar.

Matius 7:1-2 “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

Tuhan memberkati.

**Inspired by my lovely husband, Frankly Reynold Malumbot

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+heart&start=197&hl=id&sa=X&biw=1280&bih=687&tbm=isch&prmd=imvns&tbnid=KPJPwr8S4fY41M:&imgrefurl=http://www.squidoo.com/valentine-activity-puzzles&docid=gHrTy9NnYcngHM&imgurl=http://i2.squidoocdn.com/resize/squidoo_images/590/draft_lens17568978module155803143photo_1323894138Heart_and_Ribbon_vector_c&w=500&h=500&ei=gN1zT9nDDYbMrQej_PjgDQ&zoom=1&iact=hc&vpx=1014&vpy=115&dur=1520&hovh=225&hovw=225&tx=132&ty=155&sig=115066408690274837010&page=10&tbnh=159&tbnw=159&ndsp=21&ved=1t:429,r:20,s:197

Iklan

One thought on “Beda Penampilan, Beda Pula Di Hati

  1. ” Before you assume, LEARN. Before you judge, UNDERSTAND. Before you hurt, FEEL. Before you say, THINK.”
    Nice Ce Lia, i like it ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s