Bersikap Adil Dan Bijaksana


Ada seseorang yang kita sebut saja namanya sebagai Ly. Oleh karena Ly didalam keluarga adalah seorang anak perempuan yang paling bungsu, maka orang tuanya tidak pernah mengijinkan Ly untuk keluar rumah tanpa ada ijin atau pengawasan dari pihak keluarga, sehingga ada begitu banyak orang yang mengenalnya, dapat segera memahami apabila Ly seringkali seperti orang yang tidak mengerti apa yang terjadi dengan kehidupan diluar rumahnya.

Walau pun sebagai anak bungsu Ly mempunyai sifat manja dan gaya bicara yang tidak terlalu dapat dengan mudah diterima oleh kebanyakan orang, tetapi pada dasarnya Ly mempunyai hati yang sangat baik, suka menolong, dan cinta damai. Sayangnya, tak banyak orang yang dapat melihat sisi baik dari Ly.

Pada suatu hari, ada seseorang yang menegur Ly, dengan harapan, Ly dapat menjadi seorang wanita yang lebih baik lagi. Ly menerima teguran itu dan mencoba untuk menjadi lebih baik. Banyak orang yang kini menjadi sahabat Ly, dan didalam hati Ly selalu ingin agar tidak ada orang yang menjadi seperti dia, harus mengalami teguran, dan baru berubah menjadi lebih baik.

Sehingga Ly selalu berusaha untuk memberikan masukan bagi orang-orang yang tidak disukai oleh orang lain. Kebanyakan orang dapat menerima masukannya, karena mereka dapat melihat niat hati Ly yang baik untuk mereka. Tetapi ada beberapa orang yang ternyata menanggapinya dengan marah.

Seseorang yang ditegur oleh Ly benar-benar marah dan merasa sakit hati terhadap Ly, sehingga seseorang ini menceritakan secara detail kepada teman-temannya, dan akibatnya teman-teman seseorang ini yang sebelumnya bahkan tidak pernah bermasalah dengan Ly, namun tiba-tiba bisa ikut-ikut bersikap sinis, dan tidak menyapa Ly dengan baik.

Ada lagi seseorang yang lain, yang mungkin tidak terlalu membicarakan Ly secara detail kepada orang lain, namun sesekali dia dapat menyeletukkan kata-kata dihadapan teman-temannya mengenai Ly, sehingga akibatnya teman-temannya itu akhirnya menangkap bahwa Ly itu bukan orang yang baik.

Pernahkah kita mendengar cerita dari seorang teman, mengenai perilaku buruk dari seorang temannya yang lain? Lalu bagaimana sikap kita untuk menanggapi hal tersebut? Apakah kita ikut membencinya? Atau kita berusaha untuk bersikap netral? Dan sikap yang bagaimana yang seharusnya kita lakukan?

Saya sering menerima info dari seorang teman, mengenai kebaikan mau pun keburukan orang lain, baik yang saya kenal, mau pun yang tidak saya kenal. Pada awalnya, saya pun bersikap ‘ikut-ikut’ benci atau ‘ikut-ikut’ senang.

Sampai pada suatu hari, ketika saya menjadi kakak kelas di sebuah sekolah menengah tingkat atas (high school) dan saya melihat teman-teman yang seangkatan dengan saya menceritakan hal-hal yang jelek tentang beberapa orang adik kelas yang baru saja dikenalnya. Saya berpikir bahwa sangat tidak adil apabila saya ikut-ikut membenci seseorang yang belum tentu benar-benar salah seperti yang dikatakan oleh teman-teman saya itu, karena menurut saya, kita baru saja mengenal mereka yang baru masuk sekolah kita pada saat itu.

Sejak saat itu, saya mengerti bahwa bersikap adil dan bijaksana didalam hal mendengarkan sebuah cerita baik mau pun buruk itu, harus berdasarkan dari sudut pandang kedua belah pihak. Karena kita tidak pernah tahu kejadian yang sebenarnya. Bila perlu, kita harus mempertemukan kedua belah pihak, agar memperjelas masalahnya.

Seperti dalam kisah tersebut diatas, jika kita melihat dari sudut pandang Ly, maka mungkin kita dapat memahami bahwa Ly mempunyai niat yang baik, tetapi kita juga harus dapat mengkoreksi bahwa ada kemungkinan Ly kurang baik didalam penyampaiannya, sehingga menyebabkan beberapa orang merasa tersinggung.

Selain itu, jika kita melihat dari sudut pandang orang yang tertegur dan kemudian menjadi tersinggung itu, maka kita dapat menilai bahwa mungkin saja teguran Ly itu benar, karena terbukti orang yang ditegur itu menjadi sangat tersinggung dan merasa tidak terima, atau kita dapat memahaminya jika tersinggung, mungkin karena cara Ly yang kurang pas. Tetapi kita juga dapat mengkoreksi bahwa orang yang merasa tersinggung itu tidak sepantasnya menceritakan hal buruk mengenai Ly, karena sikap yang menceritakan mengenai kejelekan orang lain tentu bukanlah hal yang bijaksana.

Selama kita hidup didunia ini, kita tidak akan pernah dapat bersikap adil dan bijaksana, karena kita tidak pernah dapat mengetahui hati dan pikiran orang lain. Yang bisa kita lakukan adalah mencoba untuk bersikap lebih adil dan lebih bijaksana.

Caranya, dengan tidak menceritakan hal-hal buruk tentang orang lain, apalagi jika orang lain itu adalah teman baik, sahabat, atau bagian dari saudara kita! Dan yang terpenting, kita jangan pernah bersikap terburu-buru mempercayai cerita buruk tentang orang lain, apalagi jika kita ikut-ikut tidak menyukainya, hanya karena kita mendengarkan sebuah cerita saja!

Tuhan memberkati.

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+pair+of+scales&start=210&um=1&hl=id&biw=1280&bih=687&tbm=isch&tbnid=xPLkxMR2EDj1eM:&imgrefurl=http://wbed.blogspot.com/2009/06/nine-apples-puzzle.html&docid=lx2P2-fBwQQ_AM&imgurl=http://3.bp.blogspot.com/_xXF6vuty_4Q/Si9L7bv0D9I/AAAAAAAAAGs/0hrU-4CzIcI/s320/scales.jpg&w=318&h=320&ei=uU15T7PmOsHsrAeHrKGqDQ&zoom=1&iact=hc&vpx=333&vpy=202&dur=1109&hovh=225&hovw=224&tx=146&ty=172&sig=115066408690274837010&page=10&tbnh=167&tbnw=167&ndsp=23&ved=1t:429,r:13,s:210

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s