Aku T’lah Sembuh


Matius 15:13
“Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-ku yang di sorga
akan dicabut dengan akar-akarnya”

Ketika mami saya di vonis oleh dokter bahwa dia terserang penyakit breast cancer, atau kanker payudara, dan ada begitu banyak orang yang sering mengajak mami untuk datang ke Kebaktian Kebangunan Rohani yang diadakan oleh gereja-gereja, mau pun kebaktian-kebaktian penyembuhan, yang dipimpin oleh pendeta ternama atau pendeta yang mempunyai karunia penyembuhan, agar mami dapat didoakan untuk kesembuhan atas penyakitnya, sehingga untuk menghargai niat baik mereka, mami pun mengajak saya untuk menemaninya.

Sampai pada suatu hari, ada seorang saudara mami yang sedang mengadakan acara pertemuan seorang pendeta dengan mami agar mami dapat didoakannya. Ketika mami dan saya bertemu dengan seorang pendeta itu, dia tidak memberikan kotbah yang terlalu panjang, tetapi dia hanya memberikan sebuah ayat didalam Matius 15:13, dan mengatakan agar mami percaya bahwa sakit penyakit tidak ditanam oleh Bapa didalam tubuh kita, jadi sakit penyakit itu akan dicabut sampai ke akar-akarnya.

Pesan yang cukup singkat, bahkan tidak sampai lima menit untuk mengatakannya, tetapi benar-benar melekat dihati saya dan mami. Sejak saat itu, kondisi mami yang sudah semakin lemah, membuat kami berdua memutuskan untuk meletakkan Firman Tuhan didalam hati kami dan mempercayai perkataanNYA. Sama sekali tidak bermaksud untuk tidak menghargai ajakan orang-orang untuk menghadiri acara kebaktian untuk mendapatkan doa penyembuhan, tetapi kondisi fisik mami tidak memungkinkannya untuk pergi terlalu lelah.

Seringkali, ketika seseorang mengalami sebuah musibah, baik karena keadaan ekonomi, mau pun karena kondisi fisk yang sedang lemah, akan ada begitu banyak orang yang menyarankan seseorang itu akan segera mencari Tuhan dengan lebih sungguh-sungguh, seperti dengan menghadiri acara Kebaktian Kebangunan Rohani atau acara kebaktian penyembuhan. Apalagi jika pembicaranya memiliki karunia-karunia tertentu, maka orang akan semakin banyak yang ingin didoakan oleh pembicara-pembicara tersebut.

Sikap tersebut bukanlah salah, mengingat Firman Tuhan juga menceritakan ketika orang banyak mendengar tentang Tuhan Yesus, maka orang banyak tersebut segera berbondong-bondong mengikutiNYA. Tentulah orang banyak itu bukan orang yang tidak mempunyai masalah, melainkan memiliki masalah, yang memerlukan pertolongan Tuhan Yesus. Sehingga tak heran apabila ada begitu banyak orang yang berharap kepada acara-acara rohani atau ingin didoakan oleh pembicara yang memiliki karunia tertentu, agar banyak orang itu mendapatkan jawaban atas persoalan yang sedang dihadapinya.

Tetapi sikap yang salah dari kebanyakan orang adalah sikap dimana akhirnya mereka terlalu sibuk menghadiri acara Kebaktian Rohani dan ‘mengejar’ hadirnya sang pembicara terkenal, tetapi kondisi yang buruk tetap dialaminya, karena LUPA bahwa sebenarnya benar-benar mempercayai Firman Tuhan yang setiap hari telah dibacanya. Bahkan, seringkali banyak orang lupa untuk menyadari bahwa telinga Tuhan tak kurang panjang untuk mendengarkan doa-doa kita, dan mata Tuhan tak kurang tajam untuk melihat kesusahan yang sedang kita alami.

Apakah yang sedang kita alami saat ini? Apakah kita sedang mengidap sebuah penyakit tertentu? Apakah kita sedang mengalami krisis ekonomi? Apakah yang kita kerjakan selama ini tidak pernah dihargai oleh orang? Apakah kisah cinta kita sedang kandas? Apakah ada seseorang yang berniat jahat sedang berusaha untuk mengganggu kehidupanmu? Apakah ada pergumulan yang begitu terasa terlalu berat didalam hati kita?

Firman Tuhan berkata agar kita tetap tekun beribadah dan tidak menjauhi pertemuan-pertemuan ibadah, dan tidaklah salah apabila kita sedang senang mendengarkan kotbah dari seorang pembicara yang menurut kita hebat, tetapi satu hal yang terpenting yang perlu kita ingat adalah tetap bertekun didalam persekutuan kita secara pribadi bersama Tuhan, dan percayailah bahwa Tuhan sedang sangat dekat dengan kita dan DIAlah satu-satunya yang pertama kali mengetahui segala kesusahan kita.

Semua orang diluar kita hanya dapat membantu kita sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya dan hanya dapat membantu kita didalam doa. Tetapi iman kita didalam Tuhan hanya dapat dilakukan oleh kita sendiri. Bagi orang-orang tertentu mungkin tidak mudah untuk beriman, tetapi bukan berarti tidak memiliki peluang untuk mendapatkan jawaban atas doa-doa. Mari kita bersama-sama dengan saya, mulai saat ini belajar untuk berkata “aku t’lah sembuh”, “aku t’lah menang”, “aku kaya”, “aku kuat”, “aku bisa”, sambil mempercayai bahwa Tuhan mendengar dan tergugah hatiNYA untuk menjawab kita.

Tuhan memberkati!

**inpired by Timotius Arifin

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+health&hl=id&sa=X&biw=1280&bih=687&tbm=isch&prmd=imvns&tbnid=hT8jyTW8mgAISM:&imgrefurl=http://www.canberra.edu.au/hr/health-safety&docid=pw-rFYyfSyfKoM&imgurl=http://www.canberra.edu.au/__data/assets/image/0008/686069/health.jpg&w=298&h=364&ei=Fgd9T_DlPI2urAfb2uDdDA&zoom=1&iact=hc&vpx=558&vpy=92&dur=882&hovh=248&hovw=203&tx=98&ty=153&sig=115066408690274837010&page=1&tbnh=164&tbnw=121&start=0&ndsp=17&ved=1t:429,r:2,s:0,i:66

One thought on “Aku T’lah Sembuh

  1. Iman yang kuat hadir sebagai hasil pengenalan akan Tuhan. Perjalanan pribadi bersama Dia, melewati tiap kesempatan bersama Dia, mengetahui Dia menyertai kita, sampai kesudahan segala sesuatu, itu yang menjadi sumber kekuatan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s