Yang Lembut Dan Yang Keras


Pada suatu hari, saya melihat kulkas dirumah kami sudah waktunya untuk dibersihkan dari bunga es yang menumpuk. Setiap hari, saya selalu mempunyai jadwal untuk mengurus rumah, untuk mengerjakan sesuatu seperti mengetik atau mengirmkan artikel, dan mungkin juga untuk mempelajari sesuatu. Jadi untuk membersihkan kulkas pun sudah saya masukkan didalam jadwal harian saya.

Tumpukan es yang sudah menebal dan mengeras itu akan sulit dibersihkan apabila saya harus mengeruknya dengan benda tajam. Selain itu, benda tajam juga akan merusak bagian-bagian kulkas. Oleh karena itu saya membuat air panas, dan dengan menggunakan sendok besar, saya menyiramkan air panasnya itu sedikit demi sedikit ke tumpukan es itu sehingga membuatnya menjadi menipis dan dapat dengan mudah saya bersihkan.

Sambil membersihkan kulkas dari bunga es yang mengeras, saya mendapatkan suatu pembelajaran didalamnya. Saya akan menggunakan ilustrasi bunga es yang mengeras itu adalah sifat orang yang keras, atau hati orang yang keras, atau orang yang biasa kita katakan sebagai orang yang keras kepala. Sedangkan air panas, walau pun kata ‘panas’ itu biasa diartikan sebagai sesuatu yang buruk atau jahat, tetapi ijinkan saya menggunakannya kali ini sebagai ilustrasi air panas sebagai sesuatu yang baik.

Didalam kehidupan ini, disekitar kita, selalu ada orang-orang yang mempunyai sifat dan hati yang keras, bahkan mungkin kita sendiri adalah seseorang yang mempunyai sifat dan hati yang keras juga. Sifat dan hati yang keras, biasanya terbentuk dari pendidikan dan suasana yang mungkin kita peroleh didalam rumah, di sekolah, di lingkungan dimana kita berada setiap harinya, atau pengalaman hidup yang pernah dialami.

Setiap orang, akan merasa kesulitan untuk berhadapan dengan orang yang mempunyai sifat dan hati yang keras. Pendapat dan pemikiran seseorang yang mempunyai sifat dan hati yang keras akan sulit diubah, apalagi dikritik, karena walau pun salah, seseorang itu akan terus mempertahankannya dengan berbagai cara dan alasan. Itu lah salah satu penyebab orang lain akan terluka, bila berhadapan dengan seseorang yang memiliki sifat dan hati yang keras.

Beberapa orang tua, mungkin karena dulu mereka mendapatkan pendidikan yang keras dirumah, maka ketika mempunyai anak, mereka akan mendidiknya dengan keras. Mungkin anak-anak yang dididik dengan keras, dalam arti dengan tingkat ketegasan yang sedikit atas rata-rata, akan membuat anak-anak itu menjadi anak-anak yang baik dan mempunyai bekal untuk menghadapi kehidupan di dunia, luar rumahnya.

Tetapi realitanya, ada luka yang tergores didalam hati anak-anak itu, walau pun anak-anak itu tumbuh dan terlihat menjadi anak-anak yang baik dan membanggakan. Luka itu dapat menjadi sembuh, tetapi tetap dapat menimbulkan bekas, yaitu tindakan-tindakan dari orang tua yang akan sulit untuk dilupakan, bahkan mungkin ‘bekas’ itu yang akan menurunkan sifat dan hati yang keras.

Saya memiliki sifat yang keras dan saya belum mempunyai anak sampai saya menuliskan artikel ini, tetapi bukan berarti artikel ini dapat dianggap tidak valid, melainkan beberapa kali saya menemui orang dan juga bekerja dengan orang-orang yang mempunyai sifat dan hati yang keras. Seringkali saya dibuat jengkel, kecewa, dan marah karena kekerasan hati mereka. Apakah Pembaca pernah menemui orang-orang yang seperti itu?

Hati orang dapat menjadi seperti bunga es di kulkas saya atau bahkan menjadi seperti batu, tetapi kekerasan atau benda tajam takkan membuat seseorang itu berubah menjadi lebih lembut atau bisa dibayangkan beberapa bagian dari kulkas yang dikenai oleh benda tajam akan menjadi tergores dan rusak. Seseorang yang mempunyai sifat dan hati yang keras, apabila dipaksa atau di’bentur’ dengan sifat dan hati yang keras juga akibatnya akan saling melukai.

Jadi satu-satunya cara adalah diberi siraman air panas, dalam arti diberi sesuatu yang baik, yang lembut, hingga lama kelamaan akan menjadi leleh (baca: lembut). Memang benar, sesuatu yang keras kemungkinan akan menyebabkan luka bagi setiap kelembutan yang diberikannya. Sebagai contoh, ketika saya berpikir bunga es itu suka dapat diambil oleh tangan saya (yang lembut), maka akibatnya tangan saya terluka, karena sebenarnya bunga es tersebut masih keras dan menempel kuat di permukaan kulkas.

Anak-anak tidak selalu harus memperoleh pendidikan yang keras dan tanpa ampun untuk membuat mereka menjadi anak-anak yang baik dan membanggakan dikemudian hari. Tetapi juga tidak berarti anak-anak harus mendapatkan berbagai ‘kelembutan’ sekali pun mereka melakukan sesuatu yang salah, karena Amsal 29:15 mengatakan “tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya”.

Selain itu Amsal 29:17 juga mengatakan “didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu”. Itu berarti, orang tua tetap harus menegur dan mendidik anak-anak agar mereka tumbuh menjadi anak-anak yang baik, tetapi tidak dengan kekerasan atau amarah di hati yang berlebihan.

Tak hanya anak-anak, tetapi pembantu rumah tangga, bawahan-bawahan kita di kantor, rekan-rekan sekerja kita, atau siapa pun juga yang mungkin harus menjadi seorang yang lebih yunior dibandingkan dengan kita, mereka tak harus mendapatkan pengajaran (atau pendidikan) yang keras oleh karena sifat dan hati kita yang keras. Karena Amsal 31:26b mengajarkan agar kita mendidik dengan lemah lembut juga (“…pengajaran yang lemah lembut…”).

Kekerasan hati dan sifat yang keras kepala itu dapat ‘dibersihkan’ dari kehidupan kita semuanya. Semuanya tergantung dari kesabaran, kemauan, dan ketulusan setiap hati yang terbeban. Dan terlebih lagi, kemurahan dan anugerah dari Tuhan yang dapat mengubahkan setiap hal buruk menjadi hal yang baik.

Bila mungkin saat ini kita atau orang lain sedang terluka karena ‘kelembutan’nya tergores oleh kekerasan hati seseorang, maka jalan keluar yang paling ampuh adalah berdoa. Mintalah agar Tuhan dapat menyembuhkan dan menghilangkan bekas luka akibat kekerasan hati dan sifat keras kepala seseorang. Selanjutnya, berdoalah agar doa kita dapat menjadi sifat yang ‘lembut’ yang dapat meluluhkan hati seseorang yang sudah sekeras bunga es didalam kulkas.

Tuhan memberkati.

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+bunga+es+di+kulkas&start=179&um=1&hl=id&biw=1280&bih=687&tbm=isch&tbnid=x6YbriQTw-Y6_M:&imgrefurl=http://mycelular.org/jual/jual-lemari-es-kulkas-toshiba-glacio-2-pintu-jual-beli-murah-.htm&docid=EE3mafJVvwK6cM&imgurl=http://img706.imageshack.us/img706/4200/img00056201010031548.jpg&w=800&h=600&ei=6nGWT_XLNsqrrAevm_HODQ&zoom=1&iact=hc&vpx=980&vpy=98&dur=586&hovh=194&hovw=259&tx=215&ty=123&sig=115066408690274837010&page=9&tbnh=156&tbnw=207&ndsp=22&ved=1t:429,r:5,s:179,i:15

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s