Thor


Apabila Anda adalah seorang yang gemar menonton film, khususnya film yang bertemakan super hero, maka mungkin Anda pernah mendengar sebuah film yang berjudul Thor. Atau apabila Anda belum pernah menontonnya, maka film Thor dapat dijadikan sebagai pilihan untuk acara menonton diwaktu senggang Anda.

Film Thor ini dibintangi oleh aktor Chris Hemsworth (Thor), artis cantik Natalie Portman (Jane Foster), dan aktor terkenal Anthony Hopkins (Odin). Sedikit mengenai kisah film Thor ini, Thor (Chris Hemsworth) adalah seorang pejuang tangguh di dunia Asgard. Di saat yang sama ia adalah putra Odin (Anthony Hopkins), penguasa Asgard. Sayangnya, Thor yang juga disebut sebagai Dewa Petir ternyata mulai sombong dan menyebabkan bangkitnya permusuhan yang sudah berumur ratusan tahun.

Karena kesalahan ini Thor dibuang ke bumi oleh ayahnya sendiri. Thor harus membuktikan bahwa ia layak menjadi putra Odin dan kembali bertahta di Asgard. Saat dalam pengasingan inilah Thor bertemu Jane Foster (Natalie Portman), wanita yang mengenalkannya pada kata cinta. Perlahan tapi pasti Thor mulai mencintai rumah barunya ini dan saat ancaman datang mau tak mau Thor harus bangkit membela bumi.

Di luar pengetahuan Thor, ternyata ada yang tak mengharapkan kembalinya Thor ke Asgard dan berusaha untuk menghancurkan bumi beserta isinya. Thor yang kini sudah menganggap bumi sebagai rumahnya pun tergerak untuk bangkit. Walaupun memiliki kemampuan super namun bukan berarti Thor bakal bisa dengan mudah menanggulangi ancaman ini.

Dari cerita tersebut, saya mendapatkan 3 (tiga) hal yang ingin saya bagikan melalui artikel ini. Pertama, cerita ketika ayah Thor membuang Thor ke bumi, mengingatkan saya pada ayat Firman Tuhan didalam Amsal 13:24 yang berkata “siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya”.

Sewaktu kita masih kecil, tentu kita ingat bagaimana orang tua mendidik kita dan mungkin kita menganggapnya jahat. Tetapi realitanya, kita dapat menikmati kehidupan yang baik saat ini, tentunya karena didikan orang tua untuk menegur atau memperbaiki kesalahan kita di waktu yang lampau. Dan didalam kehidupan ini pun, kadangkala Tuhan sebagai orang tua kita, ‘menghajar’ kita untuk membangkitkan iman kita, untuk membentuk karakter kita, dan untuk segala hal yang bertujuan untuk membuat kita menjadi lebih baik lagi.

Kedua, ketika Thor dilempar ke bumi, ayahnya juga melemparkan tongkat berbentuk palu raksasa yang bertujuan untuk diberikan kepada Thor sebagai salah satu ‘senjata’ yang dapat dimilikinya. Tetapi palu tersebut akhirnya melekat pada tanah dan tidak dapat diambil oleh siapa pun juga, termasuk oleh Thor apabila Thor belum siap. Belum siap ini maksudnya selama Thor masih bersikap angkuh, maka Thor takkan dapat menggunakannya.

Demikian pula berkat yang diberikan Tuhan bagi kita, anak-anakNYA, ketika kita sudah siap. Kalau saat ini kita sedang menanti-nantikan berkat kesembuhan, berkat materi, pasangan hidup, dan berkat lain-lainnya dari Tuhan, maka selain berdoa, kita harus mempersiapkan hati dan diri kita untuk menerima berkat tersebut. Sekali pun kita sudah berdoa bertahun-tahun lamanya, apabila Tuhan melihat kita belum siap, maka kita tidak akan menerima berkatNYA.

Kesiapan kita, hanya Tuhan yang dapat menilai, tetapi sebagai salah satu contoh bentuk kesiapan kita adalah sikap rendah hati, sikap hati yang penuh kasih dan tulus bukan untuk balas dendam atau hanya sekedar untuk pamer misalnya, sikap setia dan percaya pada Tuhan. Dan pastinya, Tuhan akan memberkati kita pada waktuNYA yang sangat tepat.

Dan ketiga, palu yang boleh dimiliki oleh Thor dapat digambarkan sebagai berkat Tuhan. Ketika palu itu digunakan oleh Thor sebagai bentuk kemegahan dirinya, maka palu tersebut tidak akan dapat digunakan lagi. Demikian pula berkat Tuhan yang mungkin saat ini sudah ada pada kita, tidak akan ada gunanya lagi apabila kita menggunakan berkat Tuhan itu sebagai suatu kemegahan didalam diri kita.

Jadi selama kita hidup sebagai anak-anak Tuhan, maka setiap hari kita akan selalu dilatih, dan setiap latihan itu akan membentuk karakter dan kerohanian kita didalam Tuhan. Dan dalam setiap perjalanan kehidupan ini tentunya kita akan memerlukan mujizat, kemurahan, anugerah, dan segala jawaban doa, yang biasa kita sebut dengan berkat. Berkat Tuhan dapat kita peroleh tidak hanya sekedar dari permohonan kita didalam doa atau segala kegiatan yang kita lakukan didalam gereja misalnya, tetapi Tuhan melihat kesiapan hati kita.

Berkat Tuhan diberikan pada kita, bukan untuk kemegahan diri kita, melainkan untuk menyatakan atau menyaksikan kemurahan Tuhan atas hidup kita. Kita harus sadar, bahwa hidup kita ini adalah alat untuk memantulkan sinarNYA kepada semua orang. Ingatlah bahwa kita memiliki dan mendapatkan, semua karena Tuhan yang mengijinkan!

Tuhan memberkati!

**Sumber nama tokoh dan sinopsis film Thor diambil dari website http://sinopsis-box-office.blogspot.com/2011/01/sinopsis-thor.html)

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+oh+thor&um=1&hl=id&sa=N&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=s68Aa42ay1f0CM:&imgrefurl=http://www.rslblog.com/2011/05/movies-thor.html&docid=QD-EC8FWil-OPM&imgurl=http://i199.photobucket.com/albums/aa35/stinkingbadges2/2011/thor-movie-still.jpg&w=500&h=350&ei=C_ydT7jDB82HrAfjxMVr&zoom=1&iact=hc&vpx=490&vpy=136&dur=1045&hovh=188&hovw=268&tx=122&ty=141&sig=115066408690274837010&page=3&tbnh=138&tbnw=179&start=41&ndsp=27&ved=1t:429,r:23,s:41,i:208

6 thoughts on “Thor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s