Persiapkan Hidup Pernikahanmu!


Terinspirasi oleh Family Ties yang disampaikan oleh pastor Jeffrey Rahmat, maka saya juga ingin berbagi secara singkat melalui artikel ini, karena saya berpikir tentunya dapat bermanfaat bagi orang tua yang anak-anaknya belum menikah, atau bagi orang-orang yang belum menikah, atau bagi pasangan yang hendak menikah.

Setiap orang yang belum menikah, baik yang sudah mempunyai pasangan, mau pun yang belum mempunyai pasangan saat ini, seringkali membayangkan proses pesta pernikahan yang ingin dialami. Tak jarang para orang tua yang mengetahui anak-anaknya sudah mempunyai pacar, ikut membayangkan proses pesta pernikahan yang diinginkannya.

Pesta pernikahan memang sebaiknya dipersiapkan sejak jauh hari, bahkan dapat dipersiapkan satu tahun sebelumnya atau lebih lama lagi, karena setiap calon pengantin tentunya harus memastikan tempat pernikahan, agar tidak didahului oleh pasangan lain, mempersiapkan gaun pengantin yang didalam proses pembuatannya memerlukan waktu, dan pernak pernik yang lain yang juga harus dipersiapkan dengan baik oleh pasangan yang akan menikah, sehingga pada harinya, acara dapat berlangsung dengan baik.

Tetapi bagi para orang tua yang anak-anaknya hendak menikah dan pasangan yang hendak menikah, sering melupakan hal yang sangat penting dan perlu diingat bahwa kita seharusnya mempersiapkan diri untuk menjalani hidup pernikahan yang akan dilalui selama seumur hidup kita.

Seringkali seseorang hanya sekedar pacaran, sekedar mempunyai pasangan agar tidak dianggap ‘tidak laku’, dan sekedar menjalani masa-masa pertengkaran demi pertengkaran, atau hubungan yang sangat mesra selama pacaran, tetapi mereka tidak benar-benar mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan pernikahan di kemudian hari. Akibatnya, perceraian terjadi, atau suami istri bersikap saling menyakiti setiap hari selama mereka hidup.

Ada pasangan suami istri, yang terlihat mengikuti kebaktian pada saat pastor Jeffrey Rahmat menyampaikan mengenai Family Ties ini, tetapi ternyata saat ini pasangan tersebut sudah cerai. Kotbah yang hanya disampaikan selama beberapa jam, tidak akan benar-benar dapat membekali seseorang untuk dapat mempertahankan hidup pernikahannya.

Apabila acara di hari pernikahan dapat berjalan dengan baik, maka hal itu tentunya sangat wajar karena sudah dipersiapkan segala sesuatunya dengan sempurna. Demikian halnya, pernikahan yang hancur, juga dapat dianggap sebagai sesuatu yang wajar, apabila pasangan itu selama masa pacaran hanya menjalani seadanya.

Ada orang tua yang berusaha untuk mencarikan anak-anak pasangan yang sempurna dimata mereka, seperti pasangan yang satu suku, pasangan yang satu level tingkat kekayaannya, atau pasangan yang mempunyai kehidupan yang baik sejak masa kecilnya, tetapi tidak mempersiapkan anak-anaknya untuk menjadi orang tua dan pasangan yang baik di kemudian hari. Sehingga tak jarang anak-anak yang sudah menikah, didalam kehidupan pernikahannya tidak tahu banyak apa yang harus dilakukannya.

Selama berpacaran, tidak ada salahnya kita bertengkar dengan pasangan, dan tidak hanya sekedar bertengkar tentunya, tetapi dari pertengkaran tersebut, masing-masing pribadi seharusnya bisa menemukan kata sepakat untuk hal-hal yang harus diperbaiki. Sikap mesra dan berbaik-baik selama pacaran, tidak dapat menghasilkan hidup pernikahan yang indah.

Demikian pula sebaliknya, tidak baik juga apabila selama berpacaran kita terus menerus bertengkar dengan pasangan kita, karena hidup pernikahan juga dapat semakin hancur apabila sejak pacaran kita sudah senang melakukan keributan.

Dan selama pacaran kita juga tidak boleh menuntut pasangan kita untuk menjadi pribadi seperti yang kita inginkan, karena pada awal kita memilihnya untuk menjadi pacar kita, juga tidak memiliki hal-hal seperti yang kita inginkan. Apabila kita sudah mulai mengaturnya pada masa pacaran, maka dapat dipastikan selama pernikahan kita akan terus menuntutnya.

Masa pacaran adalah masa-masa dimana kita mengenal pasangan dengan sebaik mungkin, dan untuk mengenali keluarganya juga. Agar pada saat menikah, kita tidak terkejut atau merasa telah salah memilih pasangan. Jangan terbalik! Karena sering terjadi pada saat hidup pernikahan, kita baru belajar untuk mengenali pasangan kita.

Seharusnya, masa-masa pernikahan, semakin lama akan menjadi masa-masa yang semakin indah. Tetapi banyak pasangan yang mengalami sebaliknya, masa-masa pacaran adalah masa yang paling indah. Apabila pada waktu pacaran, teman untuk berbagi adalah pacar kita, maka pada waktu menikah, suami atau istri kita adalah teman berbagi yang paling utama tentunya, bukan teman kita!

Bagi orang-orang yang belum mempunyai pasangan, janganlah terburu-buru menerima pasangan yang memaksamu untuk segera menikah hanya karena usia yang terus bertambah! Karena pernikahan bukanlah sebagai tempat untuk mengenali pribadi yang baru kita kenal. Kita adalah pribadi yang sangat berharga di mata Tuhan, oleh karena itu sebaiknya kita lebih menghargai diri kita sendiri, dengan tidak membiarkan diri kita untuk sembarangan memilih pasangan hidup.

Usia pernikahan saya masih belum mencapai satu tahun lamanya, sehingga dapat dikatakan pernikahan saya masih ada didalam masa-masa yang ‘indah’ menurut orang-orang yang sudah berpengalaman didalam pernikahan. Tetapi saya menuliskan artikel ini, agar kita semua dapat sama-sama belajar dan mempertahankan hidup pernikahan kita. Saya berharap, orang tua dapat membekali anak-anaknya dengan lebih baik, karena contoh paling baik adalah orang tua. Saya berharap, setiap pasangan juga mempersiapkan dirinya lebih baik tidak hanya untuk acara pernikahan, tetapi untuk kehidupan pernikahan.

Maleakhi 2:16a “sebab AKU membenci perceraian, firman Tuhan, Allah Israel,…”.

I Korintus 7:27a “…Janganlah engkau mengusahakan perceraian!…”

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+wedding+party&hl=id&sa=G&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=Hv4UPvIvpwBe7M:&imgrefurl=http://www.toonpool.com/cartoons/WEDDING%2520BRIDE%2520BUNNY%2520RABBIT%2520EARS_33966&docid=vjxVpPV-Ky40yM&imgurl=http://www.toonpool.com/user/997/files/wedding_bride_bunny_rabbit_ears_339665.jpg&w=500&h=357&ei=3ta9T_2OIMTIrQfCr7ihDQ&zoom=1

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s