Solidaritas yang Keliru


Mungkin terdengar sedikit aneh ketika kita membaca judul artikel ini “Solidaritas yang Keliru”. Tentu pertanyaan yang timbul didalam benak kita adalah “apakah solidaritas bisa keliru?”. Jangan terburu-buru melupakan artikel ini! Karena solidaritas ternyata memang dapat membuat seseorang bersikap yang keliru atau lebih tepatnya tidak bijaksana.

Sebenarnya secara akal manusia, solidaritas adalah suatu bentuk yang baik, karena sebagai salah satu bentuk memahami atau ikut merasakan kesusahan orang lain, tetapi apabila pada akhirnya kita melakukan hal-hal yang keliru, tentunya solidaritas itu sudah menjadi tidak tepat lagi.

Solidaritas biasanya akan jauh lebih dapat dilakukan oleh orang-orang terdekat, sebagai contoh kita dapat dengan lebih mudah memiliki rasa solidaritas dengan saudara, teman dekat, atau sahabat kita. Apabila saudara, teman dekat, atau sahabat kita mengalami musibah, tentu kita dapat dengan mudah ikut merasakan kesusahan mereka.

Berbeda apabila orang lain yang tidak dekat yang sedang mengalami musibah, maka rasa kasihan yang kita miliki tentu tidak sedalam apabila kita benar-benar dekat dengan orang lain itu.

Hubungan persahabatan baik diantara saudara mau pun teman dekat, seringkali membuat kita bersikap sedikit berlebihan, oleh karena itu, saya menyebutnya sebagai solidaritas yang keliru. Sebagaimana segala sesuatu yang berlebihan itu seringkali berakibat tidak baik, demikian pula sikap berlebihan didalam hubungan persahabatan juga dapat berakibat tidak baik.

Sebagai contoh ada sebuah cerita dari empat orang sahabat, sebut saja nama mereka adalah Resta, Eci, Stevi, dan Mona. Pada suatu hari, ketika mereka bertemu, sekedar untuk bersantai di hari libur, Resta bercerita bahwa saat itu dia sedang merasa jengkel dengan kakaknya, yang bersikap seolah-olah selalu mencampuri urusannya dan kakaknya selalu suka mengkoreksi kesalahannya, padahal kakaknya tidak tahu mengenai hal yang sesungguhnya.

Eci, Stevi, dan Mona yang mendengarkan cerita Resta ini kemudian berkata bahwa sebenarnya mereka juga kurang suka dengan kakaknya Resta itu, dan secara bergantian mereka bercerita mengenai masalah mereka yang menurut mereka pernah terjadi dengan kakaknya Resta. Padahal sebenarnya, kakak Resta selama ini hanya sekedar menyapa teman-teman Resta itu kalau bertemu.

Akibatnya, sejak saat itu, apabila mereka berempat berkumpul dirumah Resta atau bertemu dengan kakak Resta, mereka memilih untuk bersikap acuh, sinis, dan kurang menghargai kakak Resta. Kakak Resta sebenarnya sedikit bingung dengan sikap teman-teman Resta itu, tetapi dia berusaha memahami kalau sepertinya Resta pernah menceritakan sesuatu tentang kejengkelan terhadap dirinya, sehingga teman-temannya pun dengan sikap solidaritasnya, jadi ikut-ikutan tidak menyukai dirinya

Kejadian yang serupa pun terjadi dari kisah seseorang yang baru saja putus dari pacarnya. Dan mungkin karena dia merasa tidak terima karena permintaannya untuk putus akhirnya disetujui oleh pacarnya itu, maka akibatnya dia berusaha menjelek-jelekkan pacarnya itu ke orang-orang yang mungkin selama ini cukup dekat dengan keluarga mantan pacarnya itu.

Tak disangka, orang-orang yang selama ini cukup dekat dengan keluarga mantan pacarnya itu pun akhirnya ikut-ikut tidak suka, padahal mereka hanya mendengar kisahnya dari satu sisi saja.

Mungkin kita secara pribadi pernah mendengar cerita dari seorang sahabat atau saudara kita mengenai kejengkelan yang dialami mereka, dan mungkin karena kita berpikir sahabat dan saudara kita mengalami hal yang buruk, maka kita bersikap ikut-ikut tidak suka dengan orang yang pernah membuat mereka jengkel.

Atau mungkin kita pernah bercerita kepada sahabat atau saudara kita mengenai kejengkelan hati kita, sehingga mengakibatkan mereka ikut-ikut jengkel terhadap orang-orang yang telah membuat kita jengkel.

Firman Tuhan didalam Amsal 27:6 berkata “seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah”. Kadangkala kita sebagai seorang sahabat, apabila sahabat kita sedang jengkel atau membenci seseorang, maka kita perlu meredakan amarahnya.

Mungkin kita dapat membuat sahabat kita menjadi semakin jengkel karena kita tidak ikut-ikut marah dengannya, tapi demikianlah Firman Tuhan berkata, sehingga mungkin sikap kita itu mungkin akan menyakiti sahabat kita, tetapi selama kita bermaksud baik, maka sahabat kita pun lambat laun akan mengikuti sikap baik kita.

Apabila kita ikut-ikut bersikap marah seperti sahabat kita, apalagi ikut-ikut membenci dan bersikap jahat terhadap orang lain yang menyakiti hati sahabat kita itu, maka kita bersikap tidak bijaksana atau kalau didalam Firman Tuhan kita dapat dikatakan sebenarnya bukan sebagai seorang sahabat tetapi seorang kawan, yang bersikap berlebihan (Amsal 27:6b “…mencium secara berlimpah-limpah”). Karena sikap membenci yang hanya dikarenakan oleh sikap solidaritas, dapat dikatakan sebagai sikap yang berlebihan, dan sikap demikian sama sekali tidak bijaksana.

Disisi lain, mungkin kita memang pernah mengalami masalah yang serupa dengan orang yang sama-sama mempunyai masalah dengan sahabat atau saudara kita, secara otomatis kita mungkin akan ikut menceritakan masalah kita. Tetapi alangkah baiknya kita sama-sama belajar untuk saling mengingatkan untuk saling mengampuni dan menerima setiap kelemahan yang dimiliki oleh orang lain.

Solidaritas itu baik, tetapi apabila kita memilih bersikap solidaritas untuk sama-sama saling membenci, maka hal itu hanya akan mengakibatkan lingkaran kebencian yang tidak mudah untuk diakhiri. Apalagi apabila kita sudah mengenal Firman, maka sebaiknya kita dapat bersikap lebih bijaksana untuk menentukan sikap.

Saya selama ini dapat bersikap tidak ikut-ikut membenci apabila seseorang itu tidak ada masalah dengan saya, tetapi sebagai seorang sahabat, mungkin saya seringkali merasa takut untuk menegur dan mengatakan hal yang baik kepada sahabat saya. Oleh karena itu, melalui artikel ini, mari kita bersama-sama merenungkan dan melakukan hal yang lebih baik lagi.

Tuhan memberkati.

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+friendship&hl=id&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=7bwX1Wg6GISL1M:&imgrefurl=http://my-school-guides.blogspot.com/2011_07_01_archive.html&docid=J7tIRVMQuZKEfM&imgurl=http://1.bp.blogspot.com/-EYHiKdGSSJM/TVpZDEmIMWI/AAAAAAAAD-Y/8VckpXOFRmM/s1600/friendsCartoon.jpg&w=252&h=238&ei=XjTET5jUE4mHrAejrNHkCQ&zoom=1&iact=hc&vpx=397&vpy=170&dur=1756&hovh=190&hovw=201&tx=132&ty=127&sig=115066408690274837010&page=1&tbnh=172&tbnw=191&start=0&ndsp=17&ved=1t:429,r:1,s:0,i:66

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s