Keinginan Yang Tidak Harus Tercapai


Ada seorang wanita yang bertemu dengan seorang pria, dan sejak pertemuannya yang pertama itu, seorang wanita ini merasa jatuh cinta dengan seorang pria itu. Melalui cerita seorang wanita itu sendiri, dia berhasil mendapatkan foto dari seorang pria yang disukainya itu, dan setiap hari, bahkan setiap waktu, seorang wanita ini selalu berdoa kepada Tuhan, kira-kira begini doanya “Tuhan, aku mau pria yang ini untuk pasanganku”.

Sampai pada suatu hari, mungkin karena seorang wanita ini tidak sabar dengan jawaban Tuhan, pada akhirnya dia berusaha untuk mendekati seorang pria itu, mengajaknya kencan, dan minta pria itu untuk berpura-pura menjadi pacarnya. Beruntunglah wanita ini, karena walau pun pria itu tidak pernah dekat dengan wanita ini sehingga menjadi agak sedikit kebingungan mendengarnya, tetapi pria itu mau membantunya untuk berpura-pura menjadi pacarnya.

Tetapi ternyata berpura-pura menjadi pacar itu tidak hanya untuk jangka waktu pendek, karena wanita ini sebenarnya benar-benar ingin menjadi kekasih pria itu, sehingga akhirnya, wanita ini berkata kepada pria itu kalau dia ingin menjadi pacarnya. Pria ini pun sebenarnya merasa kasihan, sehingga dia pun menerima permintaan wanita ini.

Tetapi pada saat mereka menjalin hubungan pacaran, wanita ini suka memaksa agar pria itu menuruti segala keinginannya. Jadi setiap harinya, pria itu selalu menunggui wanita ini ketika melakukan segala aktifitasnya, walau pun hingga larut malam atau harus tidur di mobil, dan walau pun harus mengabaikan keluarganya, karena wanita ini memang tidak pernah peduli dengan keluarga pria itu.

Seringkali ketika keluarga pria minta tolong wanita ini untuk menyampaikan pesan pada pria itu untuk pulang karena ada keperluan, wanita ini berbohong dengan mengatakan bahwa si pria itulah yang tidak ingin pulang, padahal wanita ini yang ingin pria itu menemani dirinya sepanjang waktu.

Tak hanya itu, wanita ini pun memaksa pria itu untuk melakukan pekerjaan yang menurut wanita ini baik, walau pun si pria tidak menyukai pekerjaan itu. Wanita ini berusaha untuk membuat pria itu benar-benar menjadi seperti pribadi seorang pria yang dia inginkan. Dan memang wanita ini berhasil, karena pada akhirnya si pria itu pun benar-benar mencintainya dan berusaha untuk mempertahankan hubungannya dengan si wanita.

Tetapi karena hampir setiap hari, apabila si pria tidak dapat melakukan atau memenuhi hal-hal yang diinginkan oleh si wanita, maka si wanita pun bersikap marah-marah dengan si pria dan bertengkarlah mereka. Pertengkaran mereka itu pun sering timbul akibat rasa cemburu di hati si wanita apabila melihat si pria berbicara sedikit saja dengan wanita lain, atau apabila si wanita merasa si pria sedang berbohong padanya, padahal sebenarnya si pria tidak berbohong dan tidak pernah bermaksud untuk menyakiti hati si wanita.

Sampai pada suatu hari, ketika seorang wanita ini berkali-kali meminta si pria untuk memutuskan hubungan mereka, maka si pria pun menyetujuinya, mengingat dia merasa sangat berat saat menjalani hubungan dengan si wanita, dan dia selalu bertengkar dengan si wanita. Intinya hubungan mereka itu selalu saling menyakiti, sehingga si pria memutuskan untuk mengakhirnya.

Tak disangka, bahkan sampai si pria sudah memutuskan untuk berhubungan dengan wanita lain pun, si wanita, mantan pacar si pria itu masih saja selalu berusaha untuk mengejar-ngejar kembali dan diketahui bahwa si wanita, mantan pacar si pria itu masih berdoa atau percaya bahwa suatu hari nanti si pria akan menjadi suaminya.

Dari cerita seorang teman itu, membuat saya berpikir bahwa tidak semua hal yang kita inginkan itu perlu dicapai. Wanita pada cerita tersebut diatas diceritakan bahwa dalam setiap hal dia berusaha untuk memaksakan kehendaknya pada pria yang diajaknya untuk menjalin hubungan. Wanita itu berusaha untuk membuat prianya berubah, menjadi seorang pria seperti yang dia inginkan, dan berusaha untuk membuat prianya itu mengerjakan pekerjaan seperti yang si wanita inginkan.

Hubungan yang demikian bukanlah sebuah hubungan yang baik, sehingga keinginan wanita untuk berbaikan dan menjalin hubungan kembali itu sebaiknya dilupakan saja, karena segala sesuatu yang dipaksakan itu akan menghasilkan sesuatu yang tidak baik, demikian pula hubungan yang berisikan hal-hal yang wajib dilakukan atau dipaksakan untuk dilakukan, tentunya hanya akan menghasilkan hubungan yang buruk.

Jeffrey Rahmat didalam kotbahnya yang berjudul Family Ties berkata bahwa suatu hubungan diantara pria dan wanita (pernikahan) itu akan terjadi karena adanya penerimaan. Saya menikah dengan suami saya saat ini karena saya menerima cinta suami saya dan sebaliknya, dan seluruh keluarga besar kami berdua pun menerima hubungan kami.

Saya dan suami tidak hanya sekedar saling mencintai, tetapi juga saling menerima segala kelemahan dan kelebihan kami masing-masing tanpa berusaha untuk saling mengubahkan pasangan kami menjadi pribadi seperti yang kami inginkan.

Memang benar, bahwa saya dan suami, masing-masing menjadi seseorang yang lebih baik, tentunya karena kami saling belajar, saling memberi contoh, dan saling mengkomunikasikan, tetapi kami tidak pernah memaksa. Sebagai contoh, saya tidak pernah dipaksa oleh suami saya untuk menjadi ibu rumah tangga dan harus menghormati dia, dan sebaliknya, saya tidak pernah memaksa suami saya untuk bekerja di sebuah perusahaan dan harus mengutamakan saya. Sehingga semuanya dilakukan bersama-sama secara rela (ikhlas), dengan tujuan untuk membangun sebuah pernikahan yang indah.

Mengapa saya bisa mengatakan bahwa impian seorang wanita pada cerita tersebut diatas untuk bisa berbaikan dan menjalin hubungan dengan si pria sebaiknya dilupakan saja?

Bisa dibayangkan apabila kita mempunyai pasangan yang selalu memaksa kita untuk menjadi seperti yang dia inginkan, apakah kira-kira kita dapat mempunyai keluarga yang bahagia dan dapat menikmati kehidupan rumah tangga kita?

Pernikahan itu adalah hadiah dari Tuhan, yang diberikan bagi kita, agar kita dapat menikmatinya. Apabila didalam hidup pernikahan itu berisikan hal-hal yang penuh dengan pemaksaan bukan penerimaan, maka pernikahan itu saya jamin tidak akan pernah berhasil. Mungkin kita bisa bertahan didalam pernikahan hanya karena kita sudah berjanji dihadapan Tuhan, tetapi kita tidak akan pernah bisa menikmati hidup pernikahan kita itu.

Selain itu, pernikahan itu adalah perjuangan atau usaha keras dari kedua belah pihak. Bisa dibayangkan, apabila si wanita dalam cerita tersebut diatas memaksakan kehendaknya untuk kembali menjalin hubungan dengan si pria yang sebenarnya tidak mau dengannya? Maka perjuangan itu hanya akan diusahakan oleh si wanita seorang, dan dapat dipastikan, cepat atau lambat, perjuangan itu akan segera melelahkannya.

Dan yang terakhir, cinta itu bisa kita peroleh tanpa respek, tetapi apabila kita tidak dapat bersikap respek satu dengan yang lain, maka jangan kita berharap kita akan mendapatkan cinta. Demikian pula si wanita dalam cerita tersebut diatas, usahanya untuk mengubahkan si pria untuk menjadi seperti yang dia inginkan sudah menunjukkan bahwa si wanita tidak menaruh rasa hormat pada si pria, lalu bagaimana si wanita bisa memperoleh cinta dari si pria?

Motivasi didalam hati adalah jawaban yang terbaik untuk pertanyaan apakah kita layak untuk mendapatkan setiap hal yang kita inginkan?
Jadi jika kita menginginkan sebuah hubungan yang berpusat pada diri sendiri (egois), maka janganlah kita mengharapkan hubungan itu terjalin kembali. Selanjutnya, ijinkan Tuhan menguji hati kita masing-masing, dan berserahlah padaNYA untuk setiap jawaban doa yang kita inginkan.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+dreaming&start=135&um=1&hl=id&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=N2zsq_RUBXUr5M:&imgrefurl=http://www.123rf.com/photo_4556986_illustration-of-a-cartoon-cat-dreaming-love.html&docid=7yIzM-YA0R_qDM&imgurl=http://us.cdn3.123rf.com/168nwm/tillydesign/tillydesign0903/tillydesign090300170/4557021-illustration-of-cartoon-married-cats.jpg&w=161&h=168&ei=O_LGT96VNcHKrAfO7cDlDg&zoom=1&iact=hc&vpx=864&vpy=178&dur=934&hovh=134&hovw=128&tx=109&ty=100&sig=115066408690274837010&page=7&tbnh=134&tbnw=128&ndsp=22&ved=1t:429,r:10,s:135,i:130

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s