Kebencian Menimbulkan Kejahatan


Didalam kehidupan ini kita akan selalu menemui kata dibenci dan disukai atau membenci dan menyukai. Kita dapat menjadi orang yang dibenci atau menjadi orang yang disukai, atau kita dapat menjadi orang yang membenci dan menjadi orang yang menyukai.

Kita tidak dapat menghindari orang lain membenci kita (menjadi orang yang dibenci) atau menghalangi orang untuk menyukai kita (menjadi orang yang disukai). Kadangkala, kita juga tidak dapat menyangkal bahwa kita sedang membenci orang lain/sesuatu atau kita sedang menyukai orang lain/sesuatu.

Mungkin kita tidak perlu terlalu panjang lebar membahas mengenai sesuatu yang kita sukai atau memikirkan orang-orang yang sedang menyukai kita, karena menyukai adalah kata-kata positif yang tentunya akan menyenangkan hati semua orang. Tetapi untuk masalah kebencian atau hal-hal yang dibenci ini ternyata tak hanya ada didalam dunia bisnis, sekolah, lingkungan masyarakat, atau didalam keluarga, tetapi didalam gereja (sebutan untuk salah satu tempat beribadah) pun, kita tidak dapat menghindari adanya kebencian.

Seorang yang melayani di gereja dapat mempunyai sikap membenci anggota jemaatnya, dan jemaat juga dapat membenci seseorang yang melayani di gereja. Sebagai contoh, ada seorang yang aktif didalam sebuah gereja, sedang merasa tidak suka (baca: benci), dengan seorang yang lain yang juga aktif didalam sebuah gereja yang sama itu.

Mereka sama-sama melayani diatas mimbar, tetapi salah satu diantara mereka menyimpan rasa benci didalam hatinya, dan beberapa kali dalam sebulan mereka bisa mempunyai jadwal yang bersamaan untuk melayani diatas mimbar. Mungkin mereka terlihat baik-baik didepan beberapa orang jemaat yang mungkin tidak peka terhadap sesuatu yang sedang terjadi diatas mimbar.

Tetapi Firman Tuhan didalam Amsal 26:26 berkata “walau pun kebenciannya diselubungi tipu daya, kejahatannya akan nyata dalam jemaah”, yang berarti bahwa kebencian yang ada didalam hati salah satu pelayan mimbar itu cepat atau lambat akan diketahui oleh jemaat, dan pada akhirnya akan menjadi batu sandungan.

Dan didalam ayat sebelumnya, yang tertulis pada Amsal 26:24 dikatakan “si pembenci berpura-pura dengan bibirnya, tetapi dalam hati dikandungnya tipu daya”, karena memang benar demikian, orang yang membenci itu biasanya akan selalu berpura-pura baik, tetapi didalam hatinya akan selalu merencanakan hal-hal yang buruk, walau pun hanya sekedar untuk menjauhi orang yang dibencinya. Sebagai contoh salah seorang yang membenci rekan sepelayanannya itu, ketika dia memiliki jadwal yang bertepatan dengan seseorang yang dibencinya itu, tentulah dengan segala cara dia akan bertukar jadwal untuk menghindari orang yang dibencinya itu.

Atau sebagai contoh lain, ada seorang pemimpin yang ditegur oleh para anggotanya karena sikapnya yang tidak baik, tetapi karena pemimpin ini tidak dapat menerima teguran itu, akhirnya pemimpin ini secara diam-diam bersikap untuk menghentikan atau mengambil alih semua tugas para anggotanya itu, dengan tujuan ingin menyingkirkan para anggota yang telah menegurnya itu.

Tak perlu heran dengan setiap cerita tersebut diatas, karena kebencian memang akan selalu menimbulkan kejahatan. Firman Tuhan didalam Amsal 26:25 berkata “kalau ia (orang yang mempunyai kebencian) ramah, janganlah percaya padanya, karena tujuh kekejian ada dalam hatinya”.

Tugas kita sebagai orang pemercaya adalah mengasihi dan mengampuni orang-orang yang membenci kita, tetapi Firman Tuhan berkata agar kita tidak mempercayai orang-orang yang membenci kita karena ada tujuh kekejian (baca: berbagai-bagai kejahatan) ada didalam hatinya, tentunya agar kita terhindar dari perbuatan jahat orang-orang tersebut.

Amsal 10:12a berkata “kebencian menimbulkan pertengkaran,…” oleh karena itu tak heran apabila ada hal-hal sepele yang akhirnya menimbulkan pertengkaran ketika kita menyimpan kebencian terhadap seseorang.

Jadi apabila kita ingin memiliki kehidupan yang damai, apabila kita ingin mendapatkan kepercayaan, apabila kita ingin bisa melakukan hal-hal yang baik, dan apabila kita ingin mendapatkan kasih sayang atau perhatian dengan pandangan yang ramah dari orang lain, maka kita harus menjauhkan hati kita dari kebencian terhadap siapa pun juga.

Kita tidak perlu menyingkirkan orang-orang yang kita benci agar mereka menjauh dari kita, tetapi kita perlu menyingkirkan kebencian didalam hati kita agar kita tidak melakukan kejahatan demi kejahatan yang pada akhirnya akan melukai diri kita sendiri.

Keserakahan, kesombongan, mudah tersinggung, kemarahan, akar kepahitan, menggosip (sikap yang tidak menyenangkan), dan sikap egois timbul karena ada kebencian didalam hati kita. Coba bersikap jujur pada diri sendiri saat ini, agar kita dapat mengkoreksi diri kita sendiri, apakah ada kebencian didalam hati kita terhadap seseorang saat ini?!

Kebencian didalam hati kita itu tidak akan pernah memberikan hal-hal yang baik, tetapi justru menimbulkan kejahatan itu, lalu mengapa kita bertahan pada sikap membenci?

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+hate&um=1&hl=id&sa=N&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=SKqo2ZGSMzFD0M:&imgrefurl=http://innovbois.shikshik.org/2011/09/27/cartoon-hatred/&docid=mJPLA11HSAdH0M&itg=1&imgurl=http://innovbois.shikshik.org/_cacheimg/c/a/cartoon%252520hatred.jpg&w=500&h=364&ei=qk7MT43HNomnrAez5MyfDg&zoom=1&iact=hc&vpx=650&vpy=12&dur=324&hovh=147&hovw=201&tx=143&ty=102&sig=115066408690274837010&page=3&tbnh=147&tbnw=201&start=39&ndsp=22&ved=1t:429,r:19,s:39,i:195

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s