Bertobat


Ada begitu banyak orang yang mungkin beranggapan bahwa bertobat itu adalah berpindah dari agama yang satu ke agama yang lain, atau ada juga yang beranggapan bahwa bertobat itu yang tadinya tidak mengenal Yesus, sekarang mau menerima dan mengenal Yesus.

Pada suatu hari saya mencoba mencari arti kata ‘bertobat’ dalam bahasa inggris, dan salah satu artinya ada tertulis ‘learn’ atau ‘lesson’, sehingga saya mengartikan bahwa bertobat itu sama seperti belajar dari pengalaman, mungkin pengalaman yang buruk, agar pengalaman itu tidak terulang kembali di kemudian hari.

Selain itu, ada juga tertulis dalam bahasa inggrisnya ‘forswear’, yang kalau diterjemahkan kembali kedalam bahasa Indonesia, berarti ‘berjanji untuk menghentikan’, sehingga dapat saya artikan bertobat itu berarti berjanji untuk berhenti melakukan hal-hal yang buruk.

Dan ada juga tertulis dalam bahasa inggrisnya ‘repent’, yang kalau diterjemahkan kembali kedalam bahasa Indonesia berarti ‘penyesalan’, sehingga dapat saya artikan sama seperti arti bertobat yang pernah saya dapatkan pada waktu saya sekolah dahulu, yang berarti menyesali atau tidak ingin mengulangi perbuatan buruk lagi.

Pertanyaannya: bertobat itu apakah hanya terjadi satu kali atau berkali-kali didalam hidup kita ini?
Macam-macam bentuk pertobatan dan tiap orang memiliki pemahaman terhadap artinya masing-masing, sehingga timbul berbagai-bagai pemahaman. Kalau pertobatan yang dimaksud menerima Tuhan Yesus sebagai juruselamat, maka pertobatan itu cukuplah satu kali seumur hidup, dan jangan berpaling kepada allah yang lain.

Tetapi kalau pertobatan yang dimaksud berpaling dari hal-hal yang buruk dan berhenti melakukan hal-hal buruk, maka didalam kehidupan ini ada kemungkinan seseorang melakukan hal-hal yang buruk itu dalam hal yang berbeda-beda, sehingga ketika seseorang menyadari kesalahannya yang telah melakukan hal-hal buruk, maka seseorang itu dapat bertobat atau mengakui kesalahannya dan memutuskan untuk tidak mengulanginya lagi.

Pertobatan ada kalanya tidak perlu disampaikan secara terus menerus kepada orang lain, karena orang lain bisa merasa bosan dan lambat laun akan merasa jengkel kalau merasa kita terus menerus mengatakan telah bertobat tetapi ada kesalahan-kesalahan lain yang dilakukan.

Oleh karena itu, pertobatan dapat secara terus menerus kita sampaikan kepada Tuhan, yang takkan pernah merasa bosan dan jengkel, walau pun DIA tahu kita akan melakukan kesalahan lagi di kemudian hari, dan akan kembali untuk memohon pengampunan, DIA tetap mengampuni kita.

Pertobatan juga harus disertai dengan perubahan yang sungguh-sungguh. Melakukan hal yang buruk itu biasanya lebih mudah dan atau juga lebih menyenangkan daripada jika harus melakukan hal yang baik. Untuk melakukan hal yang baik, mungkin kita harus dengan memaksakan diri dan berjuang dengan sekuat tenaga. Tetapi untuk melakukan hal yang buruk, kita hanya cukup sekedar melakukannya saja sesuai kehendak hati tanpa harus berpikir panjang, maka hal buruk pun akan segera terlaksana.

Tetapi apabila kita benar-benar ingin bertobat, yaitu berpaling dari hal-hal buruk dan berhenti melakukan hal-hal buruk, maka kita memang harus memaksakan diri untuk mengubah pola berpikir dan berjuang untuk menahan diri sungguh-sungguh untuk melakukan hal-hal yang buruk.

Dulu, seringkali saya membiarkan hati dan pikiran saya menguasai perilaku dan perkataan saya, sehingga setiap kali saya merasa jengkel dan berpikir bahwa seseorang telah berbuat jahat pada saya, maka saya akan membiarkan setiap perkataan dan perbuatan saya menegur dan membalas perbuatan seseorang itu.

Sampai pada suatu waktu saya bertobat, tanpa mengatakannya pada orang lain, dan hanya mengatakannya kepada Tuhan, dengan cara mengakui kesalahan saya dan berkata ingin memperbaikinya, maka sesuai dengan niat saya untuk bertobat, saya berusaha untuk memaksakan diri saya untuk cepat berpikir positif dan memerintahkan perkataan dan diri saya untuk melakukan hal-hal yang baik sebelum terpikirkan untuk melakukan hal-hal yang buruk.

Bertobat itu tidak mudah. Walau pun setiap kali kita dapat berkata bahwa bersama Tuhan kita dapat melakukan perubahan atau kasih Tuhan itu mengubahkan, namun sebenarnya ada kalanya kita harus memaksakan diri kita untuk melakukan hal-hal yang baik dan berjuang untuk melawan pikiran-pikiran negatif.

Dan pertobatan itu tidak harus terbatas hanya satu kali selama kita hidup, namun setiap kali kita menyadari telah melakukan hal yang buruk, maka setiap kali itu juga kita dapat bertobat di hadapan Tuhan dan di hadapan orang yang kita percaya dapat menerima pertobatan kita itu. Tapi selanjutnya, jangan lupa untuk benar-benar memperbaikinya!

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+say+sorry&hl=id&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=UJFDdoLCSa3ZiM:&imgrefurl=http://www.zazzle.com/im_sorry_card-137740234755775832&docid=Lvo6–N9W1KtLM&imgurl=http://rlv.zcache.com/im_sorry_card-p137740234755775832z85g9_400.jpg&w=400&h=400&ei=xbDeT-eELsmrrAf8mdm2DQ&zoom=1&iact=hc&vpx=884&vpy=16&dur=823&hovh=225&hovw=225&tx=134&ty=136&sig=115066408690274837010&page=4&tbnh=163&tbnw=144&start=63&ndsp=23&ved=1t:429,r:21,s:63,i:335

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s