Mengapa Tidak Melayani?


Kata ‘melayani’ seringkali diterjemahkan sebagai suatu kegiatan yang berkaitan dengan tugas didalam gereja. Jadi kalau ada seseorang yang berkata “saya sedang mau melayani Tuhan”, maka orang akan mengetahui bahwa seseorang itu hendak ke gereja untuk melakukan sebuah tugas, sebagai sebuah kegiatan didalam gereja.

Sampai hari ini dan mungkin juga di kemudian hari, belum pernah ada seorang bapak yang hendak berangkat ke kantor sambil berkata “saya hendak melayani Tuhan”, tetapi dalam keseharian mereka akan mengatakan bahwa mereka akan bekerja, sekolah, memasak, atau membersihkan rumah misalnya.

Sebenarnya, tidak ada masalah dengan arti kata ‘melayani Tuhan’ baik didalam gereja mau pun diluar gereja. Tetapi kebanyakan orang tidak menyadari bahwa pelayanan itu sebenarnya tidak harus hal-hal yang berkaitan dengan tugas-tugas didalam gereja. Karena Firman Tuhan tidak pernah mengharuskan seseorang untuk melayani Tuhan dalam bidang-bidang tertentu hanya didalam gereja. Jadi sebenarnya seseorang yang datang ke gereja, menjadi seorang jemaat pun bukanlah suatu kesalahan.

Sejak usia empat tahun, saya mengambil bagian dalam pelayanan tari dengan menggunakan alat yang dikenal dengan sebutan tambourine atau rebana. Saya mengatakannya sebagai suatu pelayanan didalam gereja dan pelayanan itu saya lakukan selama kurang lebih sekitar dua puluh dua atau dua puluh tiga tahun lamanya.

Tetapi berjalannya waktu, Tuhan seperti memunculkan talenta saya dalam dunia tulis menulis artikel dan saya benar-benar sangat menyukai dan menikmati setiap kali saya mendapatkan ide lalu menuangkannya didalam sebuah tulisan.

Pada akhirnya, saya tahu bahwa sebenarnya Tuhan begitu mengasihi saya dan telah mempersiapkan diri saya untuk memberkati orang lain melalui bidang tulis menulis ini, karena ternyata tidak selamanya saya bisa terus menerus menari, walau pun menari sampai tua adalah suatu cita-cita yang saya inginkan dulu sejak usia saya masih kecil. Sehingga saya memutuskan bahwa menulis adalah salah satu cara yang dapat saya lakukan untuk memberkati orang lain.

Sembari itu, saya mengamati beberapa orang teman yang memutuskan tidak mengambil bidang pelayanan tertentu sebagai salah satu aktifitas mereka didalam gereja. Jadi setiap minggu mereka mengikuti ibadah sebagai orang yang duduk di bangku jemaat saja. Tetapi sepertinya hal itu tidak dianggap baik oleh beberapa orang.

Pada awalnya, mereka selalu dipaksa untuk melakukan bidang pelayanan tertentu karena pihak gereja memerlukan bantuan. Tetapi mereka tidak bisa melakukan tugas-tugas dengan baik dan mereka bukannya memberkati jemaat lainnya melainkan hanya membuat susah orang lain.

Mereka tidak mempunyai talenta dalam bidang tersebut dan parahnya lagi, mereka tidak mempunyai hati untuk melakukannya. Mereka melakukan tugas-tugas dari gereja dengan terpaksa, hanya karena takut menolak, sehingga sebenarnya sia-sialah segala kegiatan yang disebut dengan pelayanan itu.

Sampai pada suatu waktu, ketika gereja sedang mengadakan acara misi menjangkau anak-anak jalanan atau para pengemis, tiba-tiba teman-teman itu dengan hati yang terbeban untuk melakukan sebuah pelayanan, mereka menyumbangkan makanan yang dibuat oleh tangan mereka sendiri secara bersama-sama, dan ternyata hasilnya benar-benar memuaskan.

Firman Tuhan didalam I Petrus 4:1 mengatakan “Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan Firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.”

Dari bacaan Firman Tuhan tersebut kita mengetahui bahwa pelayanan kita bertujuan supaya Allah dimuliakan, bukan agar kita mempunyai sebuah kegiatan diluar pekerjaan kita sehari-hari, bukan agar kemampuan kita dapat diketahui orang, dan bukan sekedar untuk mengisi ‘lowongan’ yang ada didalam gereja.

Setelah menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat, Firman Tuhan mengatakan agar kita melakukan tugas-tugas pelayanan, tetapi bukan berarti kita dapat melakukan berbagai tugas pelayanan di bidang yang mungkin saat ini ‘sedang kosong’ atau gereja sedang memerlukan bantuan. Kita tetap harus melakukan tugas pelayanan dengan hati yang benar-benar terbeban dan lebih baik bila kita mempunyai talenta didalamnya.

Kita juga harus sadar bahwa didalam pekerjaan kita setiap hari, seperti pada saat kita memasak untuk suami dan anak-anak dirumah, pada saat kita terbeban untuk memberi makan orang lain, dan ada begitu banyak contoh yang lainnya juga, sebenarnya kita juga sedang melayani Tuhan.

Alangkah baik bila kita tidak memaksakan suatu tugas pelayanan kepada seseorang yang tidak memiliki rasa beban didalam hatinya untuk melakukannya dan apalagi bila seseorang itu tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya, karena hal itu tidak akan memberkati, tetapi akan menyusahkan orang lain. Walau pun kita tahu bahwa seseorang itu mampu melakukan suatu bagian dalam pelayanan, tetapi jika seseorang itu tidak terbeban, maka kita tidak perlu memaksakannya.

Hal yang perlu diingat adalah melakukan suatu pelayanan itu agar Tuhan dimuliakan. Seseorang melayani itu bukan untuk menjadi bahan tertawaan orang lain dan bukan untuk menjadi bahan perbincangan. Jadi lebih baik kita memilih dan mengajak orang-orang yang bisa bekerjasama melakukan suatu pelayanan yang bertujuan memuliakan Tuhan.

Bukankah tubuh Kristus itu memiliki talenta yang berbeda-beda sehingga dapat melakukan berbagai hal di bidang yang berbeda, tetapi tetap satu tujuan yaitu memuliakan Tuhan?

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+cartoon+of+serve&um=1&hl=id&sa=N&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=VU8mzLNWOnf7oM:&imgrefurl=http://www.churchofchristnortheast.org/About_Us.php&docid=pEeiwU_dH0FXGM&imgurl=http://www.churchofchristnortheast.org/images/military-service-cartoon.jpg&w=225&h=221&ei=QCzoT6jBJs6qrAe5_bz_CA&zoom=1

Iklan