Bersikap Penuh Rasa Hormat


Sudah menjadi rahasia umum kalau hubungan saya dengan suami pada awalnya harus mengalami pertentangan karena adanya perbedaan-perbedaan diantara kami, yang mungkin dianggap sebagai sesuatu hal yang tidak baik apabila hubungan kami ini dilanjutkan.

Oleh karena berbagai pendapat dan pertentangan itulah, kami harus melewati dan menjalani hubungan kami pada saat itu dengan tidak mudah. Sebagai contoh kesulitan yang harus kami lewati adalah kami tidak bisa melakukan pertemuan-pertemuan secara bersama-sama atau mengadakan acara kencan seperti yang dapat dilakukan dengan sangat mudah oleh pasangan lainnya yang telah mendapat restu keluarga dari awal berpacaran.

Hubungan secara backstreet atau sembunyi-sembunyi sebenarnya tidak ingin kami lakukan dan tentunya kami tidak pernah bersikap setuju apabila ada pasangan yang berlaku backstreet. Tetapi kadangkala pertentangan yang kurang masuk diakal, akhirnya selalu menyebabkan ada pasangan-pasangan yang memilih untuk backstreet.

Seringkali orang berpikir bahwa hubungan backstreet itu tidak baik dan memang sebenarnya backstreet itu tidak baik, apalagi bila ditambah dengan sikap memberontak terhadap orang tua dan akhirnya timbul sikap saling membenci.

Perlu diketahui bahwa backstreet itu timbul karena adanya pertentangan yang dipadukan dengan rasa cinta yang akhirnya suatu hubungan itu akan sulit untuk dipisahkan. Hal ini pun sebenarnya telah diberitahukan didalam Firman Tuhan Kidung Agung 8:6 “…karena cinta kuat seperti maut..”.

Sebagaimana maut dapat sewaktu-waktu merenggut hidup kita, maka cinta yang ada diantara kedua orang pun akan sulit dipisahkan, apalagi bila dipisahkan dengan cara yang tak masuk diakal kedua orang yang sedang menjalin cinta tersebut.
Dikatakan tidak masuk diakal karena ada kalanya keluarga menentang suatu hubungan karena adanya masalah pribadi, adanya pemikiran-pemikiran yang kurang dewasa, ketakutan-ketakutan yang tidak beralasan, yang mungkin disebabkan oleh adanya perbedaan-perbedaan diantara dua pribadi yang sedang menjalin hubungan.

Tetapi apa pun keputusan kita didalam menjalin suatu hubungan, sebagai anak tentu tidak asing lagi terdengar bila anak-anak harus menghormati orang tuanya (Efesus 6:2-3 “hormatilah ayahmu dan ibumu, ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi”).

Firman Tuhan tidak pernah menuliskan agar anak-anak menghormati orang tua apabila mereka setuju dengan anak-anak, itu berarti anak-anak harus menghormati orang tua apa pun keadaannya, termasuk pada saat orang tua tidak merestui sebuah hubungan.

Mungkin kelihatannya hubungan saya yang dahulunya backstreet terlihat buruk, tetapi sikap hati saya yang tidak terlihat, yaitu bersikap tetap menghormati dan menunggu dengan sabar restu dari orang tua, menjadi cara terbaik untuk membuktikan bahwa hubungan yang saya pilih itu menjadikan diri saya dan hubungan kami tidak seperti yang diduga oleh kebanyakan orang. Lagipula sekarang kami pun dapat menyadari bahwa semua proses yang harus kami lewati akhirnya dapat menjadi kebaikan bagi kami sendiri di kemudian hari.

Sebenarnya, ada hal-hal yang perlu disyukuri atas setiap perjalanan yang harus kami lewati di masa yang lalu, ketika kami belum direstui. Sebelumnya saya adalah seorang yang sulit untuk menaruh rasa hormat pada orang tua saya, karena tidak ada pertentangan yang tidak menyakitkan, sehingga berakibat rasa sakit didalam hati saya.

Tetapi suami saya mendorong saya untuk tetap menghormati orang tua saya, sehingga akhirnya kini saya mengerti bahwa hormat saya pada orang tua saya, berpengaruh pada rasa hormat saya pada suami saya. Secara sederhana kita dapat berpikir “bagaimana kita dapat menghormati dan mencintai pasangan kita, bila terhadap orang tua kandung saja kita sulit untuk menghormati dan mencintai mereka?”.

Selanjutnya, saya tidak bisa menerima alasan yang tidak masuk diakal untuk menentang hubungan kami, sehingga mengakibatkan kesombongan yang merasa diri ini benar. Tetapi dengan bersikap sabar menunggu restu, saya akhirnya belajar untuk bersikap rendah hati dan tidak merasa paling benar.

Bisa dibayangkan bila saya pada saat itu langsung direstui, maka saya akan dengan mudah selalu merendahkan suami saya, bersikap tidak sabaran, sulit untuk mendengarkan apa pun perkataannya, dan sering menentang pendapatnya.

Sebenarnya masih ada begitu banyak contoh yang intinya patut disyukuri atas setiap kejadian yang diijinkan untuk kita lalui. Dan kini saya juga mengerti bahwa hubungan kita dengan orang tua seringkali berpengaruh terhadap hubungan kita dengan pasangan kita di masa yang akan datang.

Orang tua memang seringkali bersikap menjadi sangat menjengkelkan apabila tidak sedang sepakat dengan anak-anaknya. Tetapi orang tua pun pada akhirnya harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka terhadap anak-anaknya dihadapan Tuhan, dan anak-anak tetap harus bisa mempertahankan sikap hati yang penuh rasa hormat terhadap orang tuanya.

Jadi bila saat ini mungkin kita sedang mendapatkan pertentangan, kita mungkin bisa merasakan kecewa dan jengkel dengan sikap orang tua kita. Tetapi alangkah baiknya bila kita tidak terus menerus melakukan perlawanan, pertentangan, pemberontakan, dan berusaha untuk keluar dengan sikap tidak sabar dari proses yang harus kita lalui, karena kedepan sikap kita dapat ditentukan dengan sikap kita terhadap orang tua kita.

Kita akan menjadi orang yang sombong dan sulit menghormati orang lain dan pasangan kita, apabila dari sekarang kita tidak dapat bersikap rendah hati dan menghormati orang tua kita sendiri. Cobalah untuk melihat sisi positif yang lain dari sudut pandang orang tua kita walau pun mungkin hampir-hampir tak terlihat hal positif, tetapi paling tidak kita dapat belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik!

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+kids+and+mom&um=1&hl=id&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=U5-pqNDouyGQ_M:&imgrefurl=http://blogs.babble.com/strollerderby/2011/12/16/5-cartoon-moms-i-want-to-be-like/&docid=F9i8Z_3DlZnC5M&imgurl=http://cdn.babble.com/strollerderby/files/5-cartoon-moms-i-want-to-be-like/1caillou.jpg&w=273&h=329&ei=gdXrT8beF5GrrAeS2qzTBQ&zoom=1&iact=hc&vpx=400&vpy=12&dur=420&hovh=157&hovw=130&tx=137&ty=130&sig=115066408690274837010&page=4&tbnh=157&tbnw=130&start=63&ndsp=23&ved=1t:429,r:1,s:63,i:272

One thought on “Bersikap Penuh Rasa Hormat

  1. Good day very cool blog!! Guy .. Beautiful .

    . Wonderful .. I will bookmark your blog and take the feeds
    also? I’m glad to seek out a lot of helpful information here within the submit, we need develop extra techniques in this regard, thanks for sharing. . . . . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s