Berhenti Karena Cukup


Bukanlah hal yang asing terdengar apabila kita mendengar mengenai sebuah kalimat yang berkata “cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada”, yang berarti kita hidup dengan bersikap mensyukuri apa yang sudah menjadi milik kita, jangan sampai kita merasa selalu merasa kurang, sehingga mengakibatkan sikap-sikap buruk seperti sikap serakah, sikap mengingini milik orang lain lalu berusaha merampas milik orang lain, atau bersikap tidak dapat menghargai segala sesuatu selain harta.

Didalam kehidupan ini ternyata ada suatu waktu dimana kita harus dapat berkata ‘cukup’ dan berhenti untuk bertindak atau melakukan sesuatu, bahkan untuk sesuatu yang mungkin kelihatannya baik, hanya agar kita dapat melangkah maju.

Mazmur 73 adalah sebuah ayat dimana seorang pemazmur merasa dirinya sudah seharusnya bersikap tulus dan bersih hatinya sebagai anak-anak Allah, tetapi realitanya pemazmur menyadari bahwa dirinya adalah seorang manusia biasa yang juga dapat bersikap tidak tahan terhadap perilaku orang-orang yang jahat tetapi justru mengalami berbagai-bagai keberuntungan didalam setiap aspek kehidupannya.

Firman Tuhan mengajarkan agar kita sebagai anak-anak Allah selalu berdoa dan mengasihi, tidak hanya bagi orang-orang yang sedang sependapat dan mengasihi kita, tetapi kita juga harus berdoa bagi musuh-musuh atau mengasihi orang-orang yang membenci kita. Tetapi ada saat dimana kita dapat menyerahkan orang-orang yang membenci kita kedalam tangan Tuhan, agar pada akhirnya mereka berurusan sendiri dengan Tuhan.

Pada suatu hari, Neilla melihat seseorang memaki-maki salah seorang anggota keluarganya didepan orang banyak untuk sebuah kesalahan yang tidak pernah diperbuat oleh saudaranya itu. Sehingga sikap seseorang itu menimbulkan kemarahan dan luka di hati anggota keluarga yang lainnya, termasuk Neilla.

Akibatnya, Neilla dan keluarganya merasa kecewa terhadap seseorang yang bertindak semena-mena terhadap salah seorang saudara mereka itu. Neilla dan keluarganya selama beberapa waktu yang tidak lama memilih untuk bersikap mendiamkan seseorang itu, karena sikapnya memang dirasa benar-benar keterlaluan, tidak sopan, dan mengecewakan, sehingga perlu waktu untuk Neilla dan keluarganya untuk mengampuni atau bersikap netral terhadap seseorang itu.

Hanya dalam waktu seminggu lamanya, akhirnya Neilla dan keluarganya akhirnya dapat mengampuni dan kembali bersikap ramah dengan seseorang itu. Hanya saja, seseorang itu tiba-tiba berbalik bersikap mendiamkan, bahkan bersikap sinis, dan memandang dengan wajah yang penuh kebencian setiap bertemu dengan Neilla dan keluarganya.

Neilla dan keluarganya berpikir bahwa seseorang itu memang belum dewasa, sehingga tidak bisa menerima akibat dari perlakuannya yang buruk sebelumnya, sehingga Neilla dan keluarganya berdoa untuknya setiap pagi, siang, dan malam agar Tuhan selalu menyertai, memberikan kesehatan, memberikan sukacita, memberikan kedamaian, dan memberikan berkat bagi seseorang itu dan keluarganya.

Tetapi api kebencian dihati seseorang itu terhadap Neilla dan keluarga rupanya semakin menyala-nyala. Tak hanya itu, seseorang itu menceritakan kepada semua orang yang dikenalnya bahwa Neilla dan keluarganya adalah seorang yang buruk, dan berusaha mempengaruhi semua orang untuk ikut-ikut membenci Neilla dan keluarganya.

Selama hampir satu bulan Neilla dan keluarganya, setiap hari merasa diperlakukan tidak adil oleh seseorang itu, tetapi karena mereka sudah memutuskan untuk mengampuni dan mengasihi, maka setiap pagi, siang, dan malam mereka tidak berhenti berdoa untuk kesejahteraan seseorang itu.

Sampai pada akhirnya Neilla dan keluarganya merasa cukup berdoa untuk seseorang itu dan didalam hati mereka seolah-olah mengingatkan bahwa seseorang itu pun harus mempertanggungjawabkan hatinya sendiri dengan Tuhan, mengingat seseorang itu sebenarnya juga sama-sama sudah mengenal kasih Tuhan.

Matius 6:34 mengatakan “…kesusahan sehari cukuplah untuk sehari”, dan didalam 2 Korintus 2:6 (*baca juga ayat 5 dan 7) berkata “…bagi orang yang demikian sudahlah cukup tegoran dari sebagian besar dari kamu…”.

Sikap seseorang itu sudah cukup memberatkan situasi hati Neilla dan keluarganya, tetapi seseorang itu tidak mau menyadari atau mengakui bahwa pada awalnya seseorang itu yang sudah terlebih dahulu mengecewakan Neilla dan keluarganya, sehingga mereka sempat bersikap dingin terhadapnya, tetapi selanjutnya mereka sudah mengampuni, dan ternyata seseorang itu merasa tidak terima, lalu bersikap marah secara berlebihan.

Sedangkan seseorang itu tentu tidak tahu bahwa Neilla dan keluarganya bergumul dan berdoa setiap hari dan setiap waktu untuk kesejahteraannya, dan seseorang itu membalasnya dengan kebencian yang berlebihan. Sehingga ada satu waktu dimana Neilla dan keluarganya harus menyerahkan permasalahan yang tak berujung itu kedalam tangan Tuhan saja.

Mungkin hal ini sulit untuk kita mengerti atau dapat kita mengerti, tetapi akan ada suatu waktu kita mungkin perlu melakukannya juga, bukan untuk menghindari masalah sehingga seolah-olah dengan sikap rohani kita menyerahkannya kedalam tangan Tuhan, melainkan ada hal-hal yang seringkali diluar jangkauan atau kontrol kita yang hanya Tuhan yang dapat menyelesaikannya.

Didalam hidup ini, ada kalanya kita harus berkata cukup pada keadaan yang sedang menghimpit kita, bahkan pada keadaan dimana kita sudah berbuat baik pada orang yang membenci kita, agar kita bisa melangkah maju dan tidak harus terus menerus memikirkan masalah tersebut.

Akhir dari Mazmur 73, pemazmur mengatakan bahwa dia lebih suka untuk dekat dengan Tuhan, demikian pula kita dalam seluruh aspek kehidupan kita, dengan segala kelemahan kita sebagai seorang manusia, alangkah baik bila kita terus mendekat pada Tuhan, sehingga kita dapat membedakan kapan kita harus terus melangkah tanpa harus menyerah, atau kapan kita harus berhenti melangkah dan berkata cukup, agar kita dapat melangkah ke arah yang membawa kita pada kemajuan!

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+enough+for+praying&hl=id&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=zDJn6wHvqbIChM:&imgrefurl=http://www.scrappyland.com/lostboy.htm&docid=i5GWUj9mooqBLM&imgurl=http://www.scrappyland.com/images/praying.gif&w=300&h=306&ei=JjjxT_vzIcvyrQeLnpS9DQ&zoom=1&iact=hc&vpx=185&vpy=159&dur=1320&hovh=227&hovw=222&tx=131&ty=122&sig=115066408690274837010&page=3&tbnh=146&tbnw=143&start=39&ndsp=22&ved=1t:429,r:0,s:39,i:192

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s