Pelajaran Kehidupan Itu Mahal


Beberapa waktu yang lalu, ada sebuah acara televisi di Indosiar menghadirkan sebuah film korea yang berjudul Twinkle-Twinkle. Berkisahkan tentang dua orang perempuan yang berasal dari keluarga kaya dan keluarga miskin, yang tertukar pada saat lahir. Anak perempuan keluarga miskin bernama Geum Ran yang seharusnya menjadi anak dari keluarga kaya itu haus akan kekayaan mengingat keluarga yang memelihara dia benar-benar hidupnya penuh dengan kekurangan, sehingga apa pun diusahakannya untuk mendapatkan uang.

Setelah Geum Ran berhasil diterima oleh keluarga kandungnya yang kaya raya, dia merasa tidak puas juga karena dia menyukai seorang pria, yang ternyata tidak menyukai Geum Ran, sehingga Geum Ran berniat mengejar seorang pria ini. Pria ini mempunyai seorang ibu yang memiliki sebuah usaha sebagai seorang rentenir dan Geum Ran berusaha untuk menarik perhatian sang ibu dengan cara berusaha untuk membantu ibu sang pria untuk menjalankan usahanya sebagai rentenir, walau pun sudah banyak orang yang melarangnya.

Sampai suatu hari karena pekerjaannya sebagai seorang rentenir, tentu ada begitu banyak orang yang membencinya dan ada seseorang yang masuk kedalam rumahnya karena ingin membunuhnya. Tak disangka, Geum Ran yang justru tertusuk. Pada awalnya Geum Ran tidak mungkin tertolong, tetapi ternyata Geum Ran berhasil diselamatkan. Singkat cerita, ketika siuman, dia pun banyak berpikir mengenai orang-orang disekitarnya yang selama ini tulus mencintainya, dan orang-orang yang selama ini hanya berusaha memanfaatkannya. Dia pun akhirnya berubah menjadi seorang yang lebih baik.

Kisah ini mengingatkan saya pada kisah kematian Tuhan Yesus untuk menebus dosa manusia. Saya berpikir, kenapa darah Yesus harus tercurah untuk kita semua? Bila dikaitkan dengan cerita dari film korea tersebut diatas, maka kita juga dapat menyadari bahwa dosa-dosa yang kita perbuat itu sangat mahal harganya. Hanya saja, seringkali kita tidak sadar bahwa kita telah berbuat banyak kesalahan dan bahkan tidak berniat untuk memperbaikinya.

Matius 26:41b mengatakan “…roh memang penurut, tetapi daging lemah”. Tubuh kita ini sebagian besar terdiri dari daging, dengan kata lain, banyak sekali keinginan yang ingin dipenuhi. Sebagai contoh sederhana, bila kita menginginkan suatu makanan. Selama makanan itu tempatnya tidak jauh, kita mempunyai uang untuk membelinya, atau bisa membuatnya sendiri, maka kita tentu akan berusaha mendapatkannya, demi keinginan.

Uang itu bukan segalanya, tetapi kita sama-sama tahu bahwa didalam hidup ini kita perlu uang. Seringkali orang menghargai dan menilai kita berdasarkan jumlah uang yang kita miliki. Oleh karena itu, tak heran apabila ada orang-orang yang serakah, ingin mendapatkan uang yang banyak, demi memenuhi kebutuhan hidup dan atau sekedar untuk mendapatkan penghargaan. Tak peduli bila tindakannya itu merugikan atau mengecewakan orang lain.

Masih ada begitu banyak kisah kehidupan orang-orang di dunia ini, ada kisah yang baik dan ada kisah yang tidak baik. Tetapi seseorang itu memiliki sifat yang baik dan mampu bersikap dewasa, tidak selamanya adalah seseorang yang murni dilahirkan dengan sifat yang baik dan dewasa. Ada begitu banyak orang yang memiliki sifat yang baik dan dewasa karena proses kehidupan, biasanya proses yang tidak menyenangkan, yang pernah dialaminya, yang akhirnya mengubahkan hidup dan karakternya.

Selama ini kita mungkin tahu bahwa kasih dapat mengubahkan hidup seseorang. Tetapi kadangkala Tuhan mengijinkan seseorang itu menjalani praktek proses kehidupan sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya, misalnya saja dengan melihat kehidupan orang lain saja seseorang itu dapat berubah. Ada juga seseorang yang diijinkan untuk mengalami kesulitan-kesulitan, atau bahkan diijinkan untuk menghadapi maut, entah nyawanya terancam, atau dokter memvonis bahwa hidupnya takkan lama lagi, barulah seseorang itu dapat menyadari kesalahan-kesalahannya dan mau bertobat.

Itulah yang dinamakan sebagai pelajaran didalam kehidupan.

Tak ada orang yang suka mempunyai masalah, karena masalah tak dapat diukur jumlah dan beratnya, serta tak kenal waktu datangnya. Semakin seseorang ingin merasa nyaman, maka semakin banyak masalah yang harus dihadapinya. Ketika seseorang berusaha menghindari masalah, biasanya seseorang itu akan terus berputar pada masalah yang sama.

Firman Tuhan mengatakan agar kita tidak menertawakan orang-orang yang sedang tertimpa masalah, karena suatu hari, kita pun juga akan diijinkanNYA mengalami masalah. Masalah itu datang tidak untuk mempermalukan kita, karena masalah selalu ada didalam setiap kehidupan manusia. Dan masalah, selalu berjalan bersama pembelajaran yang sangat berharga dan sangat mahal harganya.

Proses kehidupan itu memang sangat mahal harganya, banyak hal yang harus kita korbankan dan banyak hal yang harus kita berikan. Tetapi ketika kita bersedia untuk melaluinya, maka pada akhirnya kita akan memetik sebuah pembelajaran yang dapat membuat kita dapat memandang sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, dan pembelajaran itu pun tentunya dapat membuat kita berubah semakin lebih baik dan lebih dewasa didalam menjalani kehidupan ini.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+jung+won+dan+geum+ran&hl=id&sa=X&biw=1280&bih=707&tbm=isch&prmd=imvns&tbnid=5eGb3VLgHG8xsM:&imgrefurl=http://www.hancinema.net/mbc-twinkle-twinkle-increases-slightly–29113.html&docid=715BpEmur3ZJIM&imgurl=http://www.hancinema.net/photos/photo164999.jpg&w=550&h=408&ei=tGj6T_ihLJHyrQet-5DjBg&zoom=1&iact=hc&vpx=192&vpy=280&dur=1583&hovh=193&hovw=261&tx=173&ty=116&sig=115066408690274837010&page=1&tbnh=159&tbnw=204&start=0&ndsp=15&ved=1t:429,r:10,s:0,i:100

One thought on “Pelajaran Kehidupan Itu Mahal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s