Perjalanan Di Lembah


Arti kata lembah menurut pelajaran bahasa Indonesia yang pernah didapat sewaktu kita duduk di bangku sekolah adalah sebuah tanah yang rendah, biasanya dikenal berada di kaki gunung. Secara detail, bila kita baca di Wikipedia, lembah adalah wilayah bentang alam, yang dikelilingi oleh pegunungan atau perbukitan yang luasnya dari beberapa kilometer persegi sampai mencapai ribuan kilometer persegi.

Sebagai informasi tambahan, lembah dapat terbentuk dari beberapa proses geologis. Sebagai contoh lembah gletser, umumnya berbentuk U, terbentuk puluhan ribu tahun yang lalu akibat erosi gletser. Selain berbentuk U, lembah juga dapat berbentuk V.

Jadi dapat dibayangkan, seandainya tempat tinggal kita di lembah, maka biasanya tempat tinggal kita atau pandangan kita akan dikelilingi oleh pegunungan atau perbukitan. Sedangkan bila dipadukan dengan istilah didalam kehidupan ini, maka kita dapat membayangkan bahwa kehidupan di lembah itu biasanya kurang menyenangkan. Karena seolah-olah kita sedang berada dibawah, atau sedang mengalami masalah atau krisis yang begitu dalam.

Entah darimana asalnya pemikiran ini, tetapi biasanya, bila terlihat seseorang sedang mengalami masalah atau kesusahan yang begitu parah, apalagi bila diketahui seseorang itu adalah seseorang yang menjengkelkan, maka orang lain akan berpikir kemungkinan besar seseorang itu sedang mengalami hukuman atau akibat dari sikapnya selama ini.

Sedemikian cepatnya kita berpikir atau menduga-duga tentang orang lain, maka demikian pula kita ketika mengalami suatu masalah yang sangat berat, juga bisa secara otomatis berpikir “salah apakah atau telah berbuat dosa apakah diriku ini sehingga harus mengalami ini semua?”.

Pada suatu hari, ketika saya dan suami sedang melakukan perjalanan, menjenguk seorang teman yang baru saja melahirkan, tiba-tiba kami melihat sebuah tanda didalam mobil yang menunjukkan bahwa mesinnya terlalu panas, sehingga kami harus berhenti beberapa saat sambil menunggu mesin kembali dingin.

Dan sebenarnya, kami juga ada melakukan perjalanan selain ke rumah sakit pada saat itu, untuk menghabiskan waktu bersama di malam minggu. Tetapi ternyata sepulang dari rumah sakit itu pun kami harus berhenti lebih dari lima kali untuk mendinginkan mobil. Kejadian itu cukup membuat kami sangat kepikiran, takut mobil kena masalah yang berat. Hingga akhirnya mobil harus masuk ke bengkel dan dengan segera dapat diperbaiki.

Tiga minggu kemudian, pada hari Sabtu juga, ketika kami pergi ke suatu tempat, tiba-tiba kami mendengar suara dari dalam mobil yang tidak biasa. Lalu tak lama kemudian ada tanda bahwa mobil sedang bermasalah, dan akhirnya membuat mobil benar-benar terhenti, mesin tidak bisa menyala. Kali ini pun permasalahan lebih berat.

Dan tak hanya mobil, tiba-tiba PDAM didaerah rumah kami padam, karena ada panel yang terbakar, sehingga terhitung selama seminggu kami tidak mendapatkan aliran air sama sekali. Sedangkan air didalam hidup ini adalah hal yang paling penting, jadi bisa dibayangkan betapa menderitanya kita harus mencari air.

Belum lagi ada masalah-masalah yang lain, yang secara bersama-sama tiba-tiba datang, dan benar-benar membingungkan. Saya dan suami benar-benar merasa didalam lembah dan bahkan untuk melangkah, kaki kami pun terasa sangat berat. Tetapi kami tetap memilih untuk percaya pada Tuhan, sehingga kami berpikir bahwa kekuatan untuk melangkah hanya karena anugerah saja.
Di tengah setiap masalah yang tidak ditemukan solusinya secara akal kami itu, ternyata selalu ada pertolongan dan kebaikan Tuhan. Sehingga akhirnya satu per satu masalah pun mendapatkan jawabannya.

Dari setiap permasalahan yang harus kami lewati itu, kami memperoleh beberapa pelajaran, salah satunya bahwa ketika seseorang berjalan didalam lembah, itu belum tentu karena seseorang itu sedang berdosa dihadapan Tuhan sehingga pantas untuk dihukum dengan berbagai kesulitan, tetapi lembah ada, agar kita dapat berjalan menuju kepada gunung (kemuliaan).

Lalu, untuk berjalan dari gunung yang satu ke gunung yang lain, maka tentu ada lembah yang harus dilewati. Jadi untuk berjalan dari kemuliaan kepada kemuliaan, maka ada proses kehidupan yang perlu kita lalui, yaitu persoalan-persoalan. Dengan adanya persoalan, maka kita baru akan melihat mujizat dan anugerahNYA didalam kehidupan kita.

Dan yang terakhir, sekali pun kita berada didalam berbagai persoalan dan mungkin persoalan itu membuat kita tak mampu berjalan lagi, sebenarnya akan selalu ada pertolongan Tuhan. Setiap hal yang harus kita lalui, dalam keadaan yang baik atau tidak baik, semuanya akan selalu sesuai dengan kapasitas kita. Jadi anugerahNYA itu akan selalu ada bagi kita.

Bila kita menginginkan sebuah kemenangan dan mengalami kebaikan Tuhan didalam kehidupan ini, maka ‘lembah’ itu harus kita lalui. Bila kita memahami dan mengenal kasih Tuhan itu sempurna didalam kehidupan kita, maka kita pun akan memahami dan mengenal kesetiaan Tuhan saat kita berada didalam ‘lembah’ sekali pun.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+lembah&hl=id&sa=X&biw=1280&bih=707&tbm=isch&prmd=imvns&tbnid=Nw1LY0_pESgjrM:&imgrefurl=http://www.ibiblio.org/jimmy/folkden-wp/%3Fp%3D7437&docid=AYa_MOPp74ez2M&imgurl=http://www.ibiblio.org/jimmy/folkden/php/images/Down_In_The_Valley.jpg&w=456&h=300&ei=h1H-T6OHConkrAe847ThBg&zoom=1&iact=hc&vpx=381&vpy=166&dur=1788&hovh=182&hovw=277&tx=190&ty=120&sig=115066408690274837010&page=1&tbnh=129&tbnw=196&start=0&ndsp=15&ved=1t:429,r:1,s:0,i:71

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s