Ujian Janji Pernikahan


Kita dapat menilai seseorang itu layak dipercaya atau tidak biasanya dari sikapnya saat menepati janji dan dari sikapnya yang bisa menjaga rahasia. Ada orang-orang yang mudah berjanji tetapi sulit menepatinya, ada orang-orang yang selalu berusaha menepati janjinya, dan ada orang-orang yang tidak suka berjanji karena takut tidak bisa menepatinya.

Realitanya, didalam kehidupan ini ada saat-saat dimana kita harus berkomitmen, mengucapkan janji, dan menepatinya. Sebagai contoh pada saat menikah. Sebelum seorang pria dan seorang wanita menjalani kehidupan pernikahan, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah pemberkatan pernikahan, dimana keduanya harus mengucapkan janji pernikahan.

Janji pernikahan itu intinya berbunyi bahwa kedua pribadi, pria dan wanita itu bersedia untuk hidup bersama dalam suka mau pun duka, kaya mau pun miskin, sehat mau pun sakit. Dan janji itu bukanlah janji yang asal dibuat hanya untuk memperoleh surat tanda sudah menikah dari gereja dan pemerintah, melainkan janji yang akan teruji selama hidup pernikahan.

Saat ini saya berpikir bahwa sebenarnya perceraian terjadi bukan hanya karena keduanya sudah tidak cocok lagi, melainkan karena keduanya tidak dapat bertahan hidup didalam kesusahan, sehingga berpikir perpisahan akan membuat kebahagiaan. Padahal paket kehidupan ini terdiri dari suka dan duka, kaya dan miskin, sehat dan sakit, tidak pernah ada kehidupan yang hanya terdiri dari hal-hal yang seratus persen menyenangkan saja.

Belum setahun usia pernikahan saya, sudah ada banyak kesusahan yang harus kami hadapi, dan seringkali saya merasa bersalah karena telah membuat suami saya ikut susah, lalu sebaliknya suami juga merasa bersalah karena seolah-olah telah membuat saya ikut terjebak dalam kesusahan bersamanya.

Terakhir masalah yang kami alami adalah ketika mobil kami sedang mengalami masalah dan ketika PDAM mati total selama satu minggu penuh. Sebelumnya, ada waktu-waktu dimana PDAM mati dan malam baru nyala, sehingga mengurangi waktu tidur saya.
Apalagi ketika PDAM mati total, maka saya juga harus mencari cara agar ada air di rumah. Salah satunya, saya harus mengangkut air dari tempat tangki air berada kemudian di bawa kedalam rumah. Tentunya, hal itu benar-benar teramat melelahkan dan membuat badan terasa sakit semuanya.

Di waktu-waktu yang susah ini, saya bisa saja marah pada suami karena tidak ada air dan tidak ada yang dapat membantu saya mengangkut air, akhirnya badan saya sakit semua dan saya kurang tidur. Sebaliknya, suami saya pun mungkin juga bisa saja marah pada saya apabila di rumah tidak ada air yang dapat digunakan dengan leluasa.

Tetapi puji Tuhan, justru hal sebaliknya yang terjadi, suami saya pernah mengatakan bahwa dia meminta maaf karena waktu tidur saya terganggu dan saya selalu direpotkan. Apalagi ketika dia melihat saya merawatnya pada waktu dia sakit, seolah-olah dia telah menambah beban saya. Pada waktu saya harus mengusahakan yang terbaik buat di rumah, dia sendiri juga masih harus bekerja dan tidak bisa meninggalkan pekerjaannya.

Dan saya pun menyadari bahwa ada waktu dimana suami saya harus membantu saya dikala dia ingin santai setelah seharian bekerja, dan ada waktu dimana saya yang sakit sehingga dia harus mengerjakan semuanya sendiri.

Saya berpikir, bahwa kesulitan terjadi agar kami dapat menepati janji pada awal pernikahan kami. Kehidupan disaat suka, kaya, sehat adalah hal yang tentu menyenangkan dan dapat dijalani dengan mudah. Tetapi kehidupan pada saat duka, miskin, sakit adalah saat dimana kita akan merasa lelah, kesal, marah, kecewa, dan putus asa. Sehingga kita benar-benar harus sadar bahwa inilah paket kehidupan yang juga harus dijalani.

Bahkan mungkin saat-saat yang tidak enak adalah saat-saat yang paling lama atau paling sering terjadi. Tetapi janji pernikahan tidak pernah mengatakan ada jangka waktu tertentu untuk menjalani hal-hal yang tidak enak.

Tanpa sadar, didalam kehidupan ini, kita akan selalu masuk dalam sebuah ujian. Pekerjaan yang selalu kita kerjakan, pelayanan yang kita lakukan, karakter pribadi kita, semuanya akan teruji oleh waktu. Apalagi didalam janji, orang akan menilai kita.

Tentu bisa dibayangkan apabila didalam pernikahan, kita selalu mengeluh apabila pasangan kita tidak dapat memberikan yang kita inginkan dan mengeluh ketika kesusahan datang, maka pasangan kita akan menjadi lelah dan putus asa terhadap kita. Selanjutnya, jangan salahkan apabila dia tidak lagi bergairah atas kita, dan jangan salahkan apabila dia selalu berpikir hal yang negatif tentang kita!

Sama halnya dengan kehidupan sehari-hari didalam pekerjaan dan pelayanan kita, apabila kita selalu mengeluhkan ketika ada hal-hal yang susah yang harus dihadapi, maka jangan heran apabila ada banyak orang yang menjauhi kita! Karena pekerjaan dan pelayanan juga merupakan salah satu komitmen selain pernikahan.

Teori selalu lebih mudah daripada prakteknya. Seringkali kita lebih mudah untuk mengatakan hal-hal tertentu untuk menyemangati atau menuntut orang lain melakukan segala sesuatu yang terbaik untuk kita. Tetapi sulit bagi kita sendiri untuk memenuhi komitmen dan menuntut diri kita sendiri untuk menjadi yang terbaik.

Memenuhi janji ada kalanya sulit, apalagi janji pernikahan karena harus dijalani seumur hidup kita. Tetapi ketika kita dapat memenuhinya, maka kita akan mendapatkan kepercayaan, tidak hanya dari orang lain, tetapi juga dari diri kita sendiri.

Hidup ini takkan lepas dari komitmen, apalagi bila kita ingin masuk dalam hidup pernikahan. Jadi ketika kita harus berhadapan dengan komitmen itu, kita harus pikirkan dengan baik apakah kita dapat benar-benar berkomitmen? Karena selanjutnya, komitmen itu akan terus diuji, dan kita harus dapat memenuhinya.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+wedding+ceremony&hl=id&sa=X&biw=1280&bih=707&tbm=isch&prmd=imvns&tbnid=cQA9UkOa25zVVM:&imgrefurl=http://www.webweaver.nu/clipart/wedding-brides.shtml&docid=GvGZge8U7nqDHM&imgurl=http://www.webweaver.nu/clipart/img/holidays/weddings/jewish-wedding.png&w=231&h=287&ei=eqQDUMb0M8KHrAeh9qCdBg&zoom=1&iact=hc&vpx=197&vpy=316&dur=903&hovh=229&hovw=184&tx=129&ty=151&sig=115066408690274837010&page=1&tbnh=169&tbnw=136&start=0&ndsp=18&ved=1t:429,r:6,s:0,i:87

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s