Kedekatan Tanpa Batasan


Didalam kehidupan ini, setiap orang tentu mempunyai sahabat, setiap orang tentu mempunyai seseorang yang dapat dipercayai, setiap orang tentu mempunyai seseorang yang dapat diandalkan dan dimintai tolong atau dimintai pendapat. Karena realita didalam kehidupan ini kita memang tidak bisa hidup seorang dia. Sikap-sikap seseorang yang dapat dipercaya dan mau mempercayai, dapat dimintai pertolongan atau pendapat, cepat atau lambat akan menimbulkan suatu hubungan yang dekat.

Saya mempunyai beberapa orang sahabat yang saat ini tinggal di Surabaya dan ada juga yang tinggal di Jerman. Kami mungkin tidak terlalu sering menjalin komunikasi mengingat adanya kesibukan kami masing-masing. Tetapi ketika salah satu teman dekat saya atau saya sendiri, sedang mengalami masalah, maka kami masih saling memiliki rasa percaya untuk dapat menceritakan permasalahan yang sedang kami hadapi, memberikan pendapat kami, dan mendengar pendapat yang diberikan. Itulah sebabnya saya menyebutnya sebagai hubungan seorang sahabat atau teman dekat.

Mungkin Anda, Para Pembaca saat ini sedang dekat dengan seseorang, Anda sering bersamanya untuk berbelanja atau sekedar duduk minum kopi untuk berbisnis, bercerita, dan menyampaikan pendapat. Tentu kita sama-sama tahu, betapa penting arti seorang sahabat, seseorang yang dapat kita percayai, ajak untuk tukar pendapat, dan untuk kita berbagi kasih.

Bahkan, kedekatan hubungan kita, seringkali melampaui batasan-batasan yang ada, atau dapat dikatakan kedekatan hubungan kita dengan sahabat-sahabat sebagai hubungan tanpa batasan. Dan sayangnya hubungan tanpa batasan ini seringkali bersifat menjengkelkan.

Kedekatan tanpa batasan itu terjadi biasanya karena kita terlalu membuka diri dan membiarkan sahabat-sahabat kita mengatur segala pernak pernik kehidupan pribadi kita, sehingga tanpa sadar membuat sahabat-sahabat kita, atau bahkan diri kita sendiri terbiasa untuk mencampuri urusan pribadi kita.

Sebagai contoh, ada sebuah keluarga yang selama ini mempunyai hubungan yang sangat dekat satu dengan yang lain dan mereka selalu kompak. Sampai pada suatu waktu anak mereka menikah. Kemudian pada hari libur, anak itu merencanakan sebuah acara liburan bersama pasangannya dan tak lupa mengajak seluruh anggota keluarganya turut serta untuk menjalin hubungan sebagai sebuah keluarga besar yang sudah dipersatukan.

Oleh karena hubungan yang sangat dekat, satu pihak keluarga itu turut serta mengatur acara liburan, tanpa memikirkan bahwa pasangan anaknya juga mempunyai keluarga yang tentunya ingin terlibat dalam acara liburan tersebut. Bisa dibayangkan, hubungan kedekatan yang sebenarnya baik, karena tanpa batasan, akhirnya membuat hubungan itu menjadi tidak baik.

Ada lagi dua orang sahabat, yang tadinya berada didalam satu kota, akhirnya karena tuntutan pekerjaan, mereka harus berpisah. Suatu ketika, sahabatnya yang ada diluar kota ini menikah dan mempunyai seorang anak perempuan. Sang sahabat pun datang mengunjungi sahabatnya yang baru saja melahirkan dan ketika mereka bertemu, sang sahabat ini tiba-tiba ikut serta memberikan ide untuk sebuah nama.

Walau pun sang suami sudah mempunyai ide, namun karena hubungan yang sangat dekat, sang sahabat tidak segan-segan memaksakan idenya untuk memberikan nama bagi anak sahabatnya itu, sehingga membuat sang suami merasa tidak nyaman. Hubungan yang tanpa batasan itu akhirnya berubah menjadi sikap yang sungguh menjengkelkan.

Hubungan persahabatan atau ikatan tali persaudaraan itu indah, tetapi dengan catatan bahwa kita dapat memahami bahwa setiap pribadi tentu mempunyai batasan-batasan yang tidak dapat kita lewati begitu saja.

Saya dan sahabat-sahabat saya mungkin punya rasa saling percaya yang mengakibatkan kita dapat mengemukakan pendapat dengan bebas. Tetapi ada batasan-batasan dimana saya harus berhenti dan tidak dapat terlibat lagi dalam urusan pribadi sahabat-sahabat saya itu.

Sebagai contoh, dalam urusan rumah tangga kami masing-masing, kami mungkin hanya bisa saling belajar dari pengalaman yang sedang terjadi atau sudah terjadi, tetapi kami masing-masing harus dapat menahan diri karena tidak boleh terlalu dalam ingin tahu apa yang terjadi didalam rumah tangga kami masing-masing, apalagi ikut campur didalamnya.

Firman Tuhan didalam Amsal 25:17 mengatakan “janganlah kerap kali datang ke rumah sesamamu, supaya jangan ia bosan, lalu membencimu”. Firman Tuhan ini mengatakan ‘sesamamu’, yang berarti bahwa ayat ini berlaku untuk hubungan antar saudara, antara orang tua terhadap anak-anaknya yang sudah tinggal terpisah, dan juga berlaku untuk setiap orang, termasuk hubungan antar sahabat.

Ada hal-hal didalam dunia ini memiliki sifat yang terbatas, termasuk kita sebagai seorang manusia. Ada saatnya kita merasa bosan dan ingin sendirian, atau mungkin kita ingin berada bersama seseorang yang lain. Sehingga pada saat itu terjadi dan seseorang yang dekat justru ingin bersama kita, maka kita tentu akan merasa terganggu.

Itulah sebabnya, sangat penting kita dapat mengetahui waktu dan batasan-batasan yang dimiliki oleh diri kita sendiri dan orang lain, agar tidak menyebabkan masalah. Kita sangat perlu belajar untuk menghentikan keinginan kita untuk berpendapat, apalagi ketika sahabat atau keluarga kita sedang tidak memerlukan pendapat kita, khususnya untuk masalah pribadi didalam keluarga masing-masing apabila sudah masuk dalam hidup rumah tangga.

Kalau kita merenungkan, sebenarnya Tuhan pun menghargai privasi kita, sehingga kita bebas menentukan yang kita mau. Ketika kita bilang dalam doa kita bahwa kita tidak ingin Tuhan campur tangan, maka dapat dipastikan Tuhan tidak akan memaksakan kehendakNYA atas kita. Jadi kita pun, yang bukan Tuhan, juga harus belajar menghargai privasi orang lain, khususnya orang-orang yang dekat dengan kita.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+relationships&hl=id&sa=X&biw=1280&bih=707&tbm=isch&prmd=imvns&tbnid=cDdNNK_lI7iwXM:&imgrefurl=http://cartoons.emersonart.com/galleries/relationships/index.html&docid=RYciFoLR7poK2M&imgurl=http://cartoons.emersonart.com/galleries/relationships/images/02.jpg&w=500&h=617&ei=4JYHUNqRJYqqrAeY4KntAg&zoom=1&iact=hc&vpx=702&vpy=249&dur=3970&hovh=249&hovw=202&tx=110&ty=135&sig=115066408690274837010&page=1&tbnh=166&tbnw=130&start=0&ndsp=18&ved=1t:429,r:15,s:0,i:115

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s