Dari Generasi Ke Generasi


Kisah Para Rasul 13:36
Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada jamannya

Pada suatu hari, seorang teman yang sama-sama suka menulis artikel dan suka membaca, saya menyebutnya sebagai kakak rohani karena usianya lebih tua dan memiliki lebih banyak pengalaman hidup, serta cara penulisan yang menurut saya juga mungkin lebih baik karena banyaknya buku yang dia baca, pernah mengatakan bahwa dia dapat menjadi salah satu penulis di generasinya, saya sebagai salah satu penulis untuk generasi saya, dan seorang remaja di gereja kami juga dapat menjadi salah satu penulis untuk generasi para remaja.

Gaya penulisan dan pengalaman yang dibagikan oleh setiap penulis tentu berbeda-beda, biasanya sesuai dengan kejadian yang dialami dan biasanya berhubungan dengan usia (baca: jaman) -nya pada saat itu. Dan tentunya tidak hanya sebagai seorang penulis, tetapi setiap Pembaca tentu dapat memberkati sesuai dengan talentanya masing-masing pada jamannya, yaitu saat ini.

Bagi Pembaca yang pernah menonton acara Indonesian Idol akhir-akhir ini, mungkin pernah mendengar seseorang yang sudah tua, yang mencoba untuk mengikuti audisi. Sebenarnya suaranya bagus dan dapat membuat para juri sangat terkesan, tetapi karena usianya yang sudah tua, tidak memungkinkan dia untuk mengikuti kompetisi tersebut. Sehingga akhirnya dia hanya menjadi seorang bintang tamu saja.

Kesan yang dia buat pada saat audisi itulah yang membuatnya kini menjadi terkenal. Sebagai orang tua yang sangat mencintai istrinya, dia memberikan tips yang sangat luar biasa bagi generasi jaman sekarang ini, yaitu bagi generasi yang mungkin dapat dikatakan begitu mudahnya menikah dan menceraikan pasangannya. Oleh karena itu, sebagai orang tua, dia mengatakan bahwa didalam sebuah hubungan, kita harus menyelesaikan setiap masalah dan tidak menunda-nundanya, agar hubungan bisa bertahan.

Menurut saya, pada saat dia mengatakan hal itu dan terdengar oleh seluruh rakyat Indonesia khususnya dan bahkan sampai keluar negeri, sebenarnya dia sudah menanamkan sesuatu yang baik didalam pikiran pemirsa pada jaman’nya’ atau pada jaman saat ini. Hal itu berarti di usianya yang sudah cukup tua, ternyata ucapannya masih dapat didengar dan mempengaruhi orang di usia berapa pun.

Tentunya, tidak hanya dia sebagai orang yang sudah mempunyai usia tua yang dapat mempengaruhi orang-orang di jaman sekarang ini, tetapi kita semua, usia berapa pun kita saat ini, juga dapat mempunyai pengaruh bagi orang-orang di jaman kita hidup saat ini.

Bagi seorang yang sudah memasuk usia yang lebih tua daripada saya, dengan pengalaman hidup yang jauh lebih banyak, mungkin dapat mengatakan bahwa tulisan saya tidak berarti apa-apa untuk hidup mereka. Bagi seorang yang usianya jauh lebih muda daripada saya, mungkin juga dapat mengatakan bahwa tulisan saya membingungkan. Dan bagi seorang yang usianya setara dengan saya, mungkin dapat mengatakan bahwa pengalaman setiap orang berbeda-beda dan tidak dapat disamakan.

Tetapi saya percaya, ketika seseorang mampu membaca dan mengembangkan tulisan-tulisan saya lebih daripada yang saya tuliskan, seseorang itu sebenarnya sudah menjadi lebih baik daripada saya, karena dia sudah mendapatkan lebih daripada yang saya dapatkan. Dan itu berarti saya sudah memberikan sesuatu yang baik bagi generasi pada saat saya hidup sekarang ini.

Demikian pula kita juga dapat menjadi lebih baik daripada orang-orang yang hebat, ketika kita bisa mendapatkan lebih daripada yang mereka pernah bagikan bagi kita. Dan itu berarti orang-orang yang hebat itu telah memberikan sesuatu yang baik bagi kita, generasi pada jamannya.

Pertanyaannya, apa yang selama ini sudah kita tanamkan didalam diri kita?

Apakah kita menanamkan kebencian atau sakit hati terhadap seseorang? Apakah kita menanamkan sikap dimana kita merasa diri kita sedang berada di posisi puncak, dimana orang akan berusaha menghormati dan mencari kita? Atau sebaliknya, apakah kita terus menerus menanamkan kasih didalam hati kita? Apakah kita menanamkan sikap rendah hati karena kesadaran bahwa semua yang kita miliki saat ini datangnya dari Tuhan?

Dengan mengetahui hal-hal yang kita tanamkan, maka kita juga dapat memberkati generasi kita saat ini. Saya berharap, kita semua sudah menanamkan didalam diri kita hal-hal yang baik, agar kita dapat menanamkan hal-hal yang baik juga didalam diri generasi kita saat ini.

Dan ketika kita menanamkan hal-hal yang baik, kemudian setiap orang dapat memperoleh hal-hal yang bahkan lebih daripada hal-hal yang sudah kita tanamkan kita, maka mereka tentunya sudah menjadi lebih baik dari kita, itu berarti kita sudah berhasil memberkati generasi-generasi pada jaman kita hidup saat ini.

Seperti Daud yang telah melakukan kehendak Allah pada jamannya, maka saya berharap, kita semua, bersama-sama dengan saya, juga melakukan kehendak Allah untuk memberkati generasi sekarang ini dengan menanamkan hal-hal yang baik, sesuai dengan talenta yang kita miliki, hingga setiap orang bisa mendapatkan sesuatu yang lebih daripada yang dapat kita berikan bagi mereka.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+generation&hl=id&sa=X&biw=1280&bih=707&tbm=isch&prmd=imvnsa&tbnid=hY4gkuOYBTdCsM:&imgrefurl=http://robert.foo.my/2012/04/third-generations-sale.html&docid=YD2DyU9AQ_LuRM&imgurl=http://1.bp.blogspot.com/-W3vRnZTdImM/T4U5of5TG7I/AAAAAAAAFYE/JezmG7Dr6rk/s1600/3%252Bgenerations%252Bcartoon.jpg&w=288&h=229&ei=JrAQUNK8K8LOrQeX9oCIAQ&zoom=1&iact=hc&vpx=814&vpy=185&dur=1012&hovh=183&hovw=230&tx=97&ty=128&sig=115066408690274837010&page=3&tbnh=154&tbnw=194&start=38&ndsp=20&ved=1t:429,r:3,s:38,i:201

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s