Pemikiranmu Menjadi Tindakanmu


Ada sebuah cerita dimana ada pembangunan sebuah rumah termegah dan termewah di suatu kota, sebagai satu-satunya proyek terbesar yang saat ini sedang dilakukan oleh seorang pengusaha kaya raya. Pada awalnya, gedung yang digunakan itu sudah puluhan tahun terlihat sangat tidak terawat dan bahkan ada yang mengatakan bahwa gedung itu sangat angker di malam hari.

Tetapi tak diduga ada seorang pengusaha kaya raya yang melewati daerah dimana ada gedung tak terawat itu, dan ketika melihatnya si pengusaha kaya rasa ini rupanya memiliki sebuah pemikiran, yang akhirnya, dari pemikiran yang dimiliki oleh seorang pengusaha kaya raya itu, timbul sebuah tindakan untuk membangun sebuah rumah yang sangat mewah.

Cerita lain dari seorang anak remaja putri yang selalu memiliki pemikiran negatif tentang orang tuanya. Pada suatu remaja putri ini diajak berlibur oleh kedua orang tuanya ke sebuah pegunungan dengan pemandangan yang sangat indah. Di pagi hari, dimana matahari belum terbit, remaja putri ini tiba-tiba dibangunkan oleh mamanya dan tak disangka-sangka dia menjadi sangat marah karena merasa terganggu tidurnya.

Perjalanan pulang dari pegunungan, karena tak banyak yang bisa dilakukan ketika berada didalam mobil, remaja putri ini melihat-lihat hasil foto dari kamera papanya. Remaja putri ini tiba-tiba menjadi sangat terkejut ketika melihat ada foto-foto kedua orang tuanya pada saat matahari terbit yang sangat bagus.

Remaja putri ini pun menjadi marah karena merasa kedua orang tuanya tidak mengajaknya serta. Sama sekali tak diingatnya, pada waktu itu, ketika mamanya membangunkannya, dia menjadi sangat marah karena merasa terganggu tidurnya, sehingga mamanya memilih untuk membiarkannya tetap tidur, dan hanya pergi berdua dengan papanya saja.

Pemikiran negatif yang selalu dimiliki oleh seorang remaja putri terhadap kedua orang tuanya, membuat dia berpikir bahwa kedua orang tuanya hanya akan selalu menyusahkannya dan mengganggu hidupnya, sehingga akibat dari pemikiran negatif itu, membuat remaja putri ini bertindak semaunya, keras kepala, dan tidak mau mendengarkan hal baik dari orang tuanya. Dia pun kehilangan saat-saat indah bersama orang tuanya.

Pemikiran kita, akan menjadi tindakan kita. Ketika kita berpikir negatif, maka tindakan kita akan menjadi sebuah tindakan yang negatif. Ketika kita berpikir positif, maka tindakan kita akan menjadi sebuah tindakan yang positif.

Ayub 20:2 berkata “oleh sebab itulah pikiran-pikiranku mendorong aku menjawab…”. Mazmur 10:4 berkata “kata orang fasik itu dengan batang hidungnya keatas: …, (karena) itulah seluruh pikirannya”. Jadi Firman Tuhan juga mengatakan bahwa apa yang kita pikirkan, itu yang selalu akan membuat kita bertindak atau berkata-kata.

Bisa dibayangkan, ketika kita berpikir seseorang itu menjengkelkan, maka apa pun tindakan seseorang itu, termasuk saat seseorang itu bertanya dengan sikap baik sekali pun, tentu reaksi kita akan mencibir atau menjawab dengan sangat ketus terhadapnya. Sebaliknya, bila kita berpikir seseorang itu baik, maka apa pun yang dilakukannya, bahkan mungkin termasuk kesalahan yang dilakukan seseorang itu tentu reaksi kita akan tetap baik, bahkan mungkin bisa memberikan kata-kata positif untuk menguatkan seseorang itu.

Cara berpikir kita didalam pekerjaan kita, juga akan menentukan sikap kita saat melakukan pekerjaan tersebut. Selama kita berpikir pekerjaan kita itu berat dan rekan-rekan kerja tidak menyenangkan, maka untuk berangkat ke kantor saja, kita akan merasa sangat terbeban, dan pada saat pengerjaannya kita akan selalu mengalami kesulitan. Berbeda bila kita mencintai pekerjaan itu, maka kita akan semangat dan senang melakukannya setiap hari.

Sama halnya didalam pelayanan, selama kita melihat jemaat atau rekan sepelayanan adalah lawan kita, maka didalam kesaksian kita akan selalu mengucapkan kalimat-kalimat yang menyindir atau kalimat negatif yang menyinggung, sehingga akhirnya kesaksian atau pelayanan kita bukannya menjadi berkat melainkan tidak membangun jemaat yang lain. Berbeda bila kita melayani dengan hati yang murni, penuh kasih, dan tulus, maka didalam setiap tindakan dan perkataan yang apa adanya tentu akan dapat menyentuh hati dan memberkati jemaat.

Dan termasuk didalam keluarga kita, apa yang kita pikirkan tentang orang tua kita, atau anak-anak kita, maka demikianlah kita akan bertingkah laku atau berkata-kata terhadap mereka. Selama kita dapat berpikir positif atas segala tindakan orang tua atau anak-anak kita, maka kita akan berlaku positif juga terhadap mereka. Tetapi selama kita berpikir negatif tentang mereka, maka sikap kita pun akan terus berjaga-jaga atas mereka, seolah-olah mereka adalah lawan kita.

Pada akhirnya, sebaik-baiknya kita menutupi apa yang sedang kita pikirkan, mau hal itu baik atau hal buruk, maka pemikiran kita itu tidak akan lama dapat ditutupi, karena segera akan terbongkar, baik melalui perkataan mau pun tindakan kita. Saat kita tersenyum, saat kita berjabat tangan, dan aura yang ada di wajah kita akan memancarkan hal-hal yang sedang kita pikirkan.

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukankanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.” Filipi 4:8-9.

Tuhan memberkati.

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+thinking&hl=id&sa=X&biw=1280&bih=707&tbm=isch&prmd=imvns&tbnid=JsVXQWh-DyAX2M:&imgrefurl=http://thepizzaproject.blogspot.com/2011_07_01_archive.html&docid=FxTMcPOGXDx13M&imgurl=http://1.bp.blogspot.com/-ofqTkEv8Js8/TjIK6l7yNgI/AAAAAAAAAQQ/xAX4RcxKE4s/s400/thought-boy.gif&w=360&h=351&ei=4SgWUPT6D9DRrQf8iYGICw&zoom=1&iact=hc&vpx=639&vpy=317&dur=1491&hovh=222&hovw=227&tx=151&ty=164&sig=115066408690274837010&page=2&tbnh=156&tbnw=160&start=16&ndsp=26&ved=1t:429,r:10,s:16,i:152

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s