Benarkah Allah Di Pihak Kita?


Seringkali ketika kita mengalami masalah, misalnya saja kita merasa teman, rekan bisnis, atau saudara sedang ada yang memfitnah, atau mungkin kita merasa ada orang yang selalu berusaha untuk menghalangi kesuksesan kita, maka Firman Tuhan yang pasti kita ingat adalah Roma 8:31b yang berbunyi “…Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?”.

Tetapi judul artikel kali ini “benarkah Allah di pihak kita?” mungkin dapat menggugah keyakinan Para Pembaca atau untuk lebih jelasnya, pertanyaan itu dapat menjadi “apakah Anda yakin bahwa Allah sedang berada di pihak Anda?”.

Ada seorang teman, sebut saja namanya Kania, bercerita bahwa ada seorang teman baiknya yang bernama Suni menjadi salah satu pemimpin kelompok kerja, yang ditugaskan oleh perusahaan untuk menjual produk-produk yang ada. Suni tidak pernah mengerjakan bagiannya untuk menjual produk, tetapi suka memberi perintah dengan semena-mena agar anggota kelompoknya bekerja keras untuk mencapai target.

Kania yang mengetahui hal itu, memberikan teguran agar Suni bersikap lebih baik. Tetapi Suni justru marah pada Kania. Kania sebenarnya ingin menjelaskan lebih lanjut agar Suni mengerti, tetapi Kania mendengar seperti ada bisikan didalam hatinya untuk memilih tetap diam, sehingga Kania akhirnya memilih untuk tetap diam.

Pada suatu hari, di akhir bulan, pemimpin perusahaan mengumpulkan setiap kelompok untuk memberikan penghargaan dari hasil kerja keras semua pegawainya itu, dan sekaligus membagi kelompok yang baru untuk mengerjakan target yang baru di bulan berikutnya.

Tetapi sungguh mengejutkan, suasana yang tadinya tenang tiba-tiba berubah menjadi nada kemarahan dari semua anggota kelompok Suni yang meminta kepada pimpinan perusahaan untuk memindahtugaskan Suni ke department lain, dan mereka mengatakan bahwa tidak akan ada lagi yang mau menjadi anggota kelompoknya.

Suni sebenarnya merasa malu dan marah, tetapi juga tidak dapat membela diri. Tetapi pimpinan perusahaan meminta semua orang dapat memberikan Suni kesempatan sekali lagi untuk membuktikan bahwa dirinya mampu bekerja dengan benar. Para anggota Suni pun memilih untuk bersikap tunduk pada keputusan pimpinan perusahaan.

Suni yang mendapatkan kesempatan dari pimpinan perusahaan pun bercerita kepada Kania dengan mengatakan “…Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?”. Jadi Suni kelihatannya sedang tidak menyadari kesalahannya, sebaliknya, Suni justru berpikir bahwa Tuhan itu sedang ada dipihaknya.

Bulan berikutnya, Suni bersikap baik-baik pada anggota kelompoknya yang baru, tetapi melakukan perlawanan yang sengit pada anggota kelompok yang sebelumnya, karena merasa mereka telah melawannya dihadapan pemimpin perusahaan. Kania ingin menegur Suni tetapi terdengar kembali bisikan agar Kania memilih untuk diam.

Singkat cerita, setelah enam bulan berturut-turut Suni selalu mencapai target, bahkan jauh melebihi dari pencapaian anggota kelompok yang lain, tiba-tiba memasuki bulan ketujuh dan berlanjut sampai selama setahun lamanya Suni bahkan hampir-hampir tidak mempunyai angka penjualan. Padahal ketika anggota kelompok Suni dipindah ke kelompok yang lain, mereka mampu mencapai target dengan baik.

Hingga akhirnya Suni dikeluarkan dari perusahaan dan harus mendapatkan nilai yang sangat buruk dari perusahaan. Nilai buruk itu juga menyebabkan Suni sulit mendapatkan pekerjaan. Dari kejadian itu, Suni mendapatkan pelajaran berharga bahwa sikap angkuh, arogan, dan semena-menanya itu yang membuat Suni harus menerima akibatnya.

Ketika Kania melihat kejadian yang menimpa Suni, dia mengerti bahwa sebenarnya Tuhan melihat tingkah laku Suni yang tidak baik itu, tetapi ternyata ada waktu dimana Tuhan tidak mengijinkan Kania untuk menegur dan ada waktu dimana justru pimpinan perusahaan membela Suni, seolah-olah pada saat itu Tuhan sedang berada dipihak Suni.

Padahal ternyata sebenarnya Tuhan juga ingin menghentikan Suni dari sikap tidak baiknya. Pada waktu Kania ingin menegur Suni, mungkin saja, Tuhan mengerti bahwa hal itu sia-sia saja. Demikian pula ketika anggota kelompok Suni menginginkan kepindahan Suni ke department lain, mungkin saja Tuhan mengerti bahwa hal itu pun tidak akan membuat Suni menjadi lebih baik.

Saat ini, mungkin kita sedang berada di posisi Kania yang sebenarnya ingin menyadarkan seseorang dari kesalahannya, atau sedang berada di posisi sebagai anggota kelompok Suni yang ingin menyatakan sikap yang tidak baik dari seseorang. Tetapi seolah-olah kita sedang dibuat tidak berdaya oleh Tuhan. Namun sekarang kita tahu bahwa Tuhan jauh lebih tahu waktu dan cara yang terbaik untuk menyadarkan seseorang dari kesalahannya.

Selanjutnya, bagi kita yang mungkin sebelumnya pernah mendapatkan teguran dalam bentuk apa pun, tetapi kita merasa sudah melakukan yang terbaik dan akhirnya teguran itu berhenti, hingga kita merasa bahwa Tuhan sedang berada di pihak kita. Ditambah dengan berkat-berkat yang mungkin kita terima, mungkin akan memperkuat keyakinan kita bahwa Tuhan sedang berada dipihak kita dan orang lain yang salah. Maka sekarang cobalah untuk berpikir, apakah kita yakin bahwa Tuhan benar-benar sedang berada di pihak kita?

Pertanyaan itu bukan untuk membuat Anda mencurigai Tuhan. Tetapi saya berharap Anda, Para Pembaca mengerti bahwa sekali pun Anda mendapatkan kebaikanNYA bahkan dikala Anda berbuat salah sekali pun, maka bukan berarti Anda dapat bersikap semena-mena terhadap orang-orang yang terkesan sedang mempermasalahkan Anda, karena tertulis didalam Wahyu 2:23b bahwa “…Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya”.

Tuhan itu sangat sayang pada kita semua, tetapi bukan berarti Tuhan akan selalu berpihak pada kita, apalagi ketika kita sedang berbuat yang jahat, tentu ada teguran yang akan dikerjakanNYA didalam hidup kita, dan semuanya itu untuk membuat kita menjadi lebih baik dihadapanNYA.

Tuhan memberkati

Amsal 6:23
karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+berpihak&um=1&hl=id&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=FZV5eCN80V-fzM:&imgrefurl=http://ensiklopediputra.blogspot.com/2012/06/pink-panther.html&docid=8YgjIjcjx_EjeM&imgurl=http://2.bp.blogspot.com/-0ZBnj2ZtKPg/T-aaExDma4I/AAAAAAAAAGo/kt0BdYqdhEk/s1600/closeau.gif&w=358&h=350&ei=0DQjUJevKYayrAeKmoHACQ&zoom=1&iact=hc&vpx=1012&vpy=154&dur=425&hovh=222&hovw=227&tx=187&ty=97&sig=115066408690274837010&page=1&tbnh=163&tbnw=167&start=0&ndsp=16&ved=1t:429,r:5,s:0,i:81

2 thoughts on “Benarkah Allah Di Pihak Kita?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s