Cinta Itu Tidak Tiru-Tiru


Satu tahun pernikahan kami, jatuh tepat pada hari Minggu, tanggal 17 Juni 2012 yang lalu. Pada hari itu, pk 00.00 tanpa sengaja, kami masih terjaga karena sedang menonton sebuah acara televisi. Kami saling memeluk, berdoa, saling memberkati, dan mengucapkan “happy anniversary”. Tak berapa lama kemudian, kami beristirahat, dan ketika kami kembali terbangun, kami tetap melakukan jam-jam aktifitas kami seperti biasanya.

Beberapa orang yang mengingat tanggal pernikahan kami tak lupa mengucapkan “happy anniversary” baik melalui tulisan di Facebook mau pun melalui pesan di blackberry kami.

Sebenarnya, tidak terlalu tampak berbeda hari itu bagi kami, karena sudah setahun lamanya kami menikah dan kapan pun bila kami ingin, maka kami dapat melalui suatu hari itu dengan cara yang sangat special. Bahkan kami merasa, setahun lamanya kami berada di Pulau Bali itu seolah-olah seperti acara bulan madu yang mungkin tak banyak orang yang pernah merasakannya. Mungkin inilah yang dikatakan orang sebagai “pengantin baru”.

Didalam hati kami hanya merasa sangat bersyukur, karena selama satu tahun kami bersama, didalam suka mau pun duka, sakit mau pun sehat, berkelebihan mau pun berkekurangan, Tuhan benar-benar membuktikan bahwa DIA adalah Allah yang sangat setia didalam kehidupan kami.

Untuk membuat perbedaan yang lain, kami mengadakan acara makan malam dengan pakaian yang istimewa, di tempat makan yang istimewa, dengan menu yang istimewa, dan semuanya dibuat serba istimewa dengan cara kami. Tentu tidak lupa kami mengabadikan acara special kami dengan berfoto-foto. Beberapa foto kami muat di Facebook dan di profile picture blackberry kami.

Bagaimana pun, indahnya satu tahun pernikahan pada hari itu dengan atau tanpa sengaja, mampu membuat kami menularkan kebahagiaan dan keromantisan pada teman-teman yang lain. Terbukti dengan foto-foto romantis teman-teman kami dengan pasangannya yang akhirnya muncul setelah bertahun-tahun lamanya mereka menikah, dan belum pernah kami melihat foto-foto mereka dengan pasangannya.

Beberapa orang bercerita pada kami bahwa ketika melihat foto-foto kami, tiba-tiba mereka ingin bersikap romantis dan mengucapkan “I love you” pada pasangannya. Tetapi tidak mendapatkan respon yang cukup baik dari pasangannya karena sudah begitu lama mereka tidak pernah mengatakan “I love you” pada pasangannya, sehingga terdengar asing.

Beberapa teman pernah terdengar mengatakan bahwa ada kalanya didalam hidup berpasangan, kita perlu saling menularkan kebahagiaan dan sikap romantis, untuk membangun kembali gairah cinta didalam hubungan kita dengan pasangan.

Namun permasalahannya, ada pasangan-pasangan yang benar-benar dapat tertular kebahagiaan karena melihat kebahagiaan pasangan lain, dan ada pasangan-pasangan yang justru merasa risih bahkan menjadi sangat marah ketika pasangannya mulai mencoba membangkitkan gairah cinta diantara mereka karena merasakan keanehan didalamnya.

Satu tahun pernikahan kami, ada masa-masa dimana kami dapat merasa seperti biasa-biasa saja, seolah-olah kami hanyalah seorang teman biasa, hingga kami perlu mengusahakan sesuatu moment yang membuat kami dapat kembali bergairah didalam hubungan kami.

Bisa dibayangkan bila bertahun-tahun kami menikah, tentu ada waktu-waktu yang membosankan dan mungkin sangat melelahkan, hingga perlu ada usaha yang sangat keras untuk menciptakan suasana-suasana yang indah didalam hubungan kami.

Dan seperti halnya acara pernikahan setiap pasangan tentunya selalu ingin dibuat berbeda dengan pasangan-pasangan yang lain, demikian pula masing-masing pasangan tentu ingin diperlakukan dengan cara yang special oleh pasangannya. Dengan kata lain, cinta itu tidak tiru-tiru.

Tuhan mencintai dan memperlakukan kami berdua tentunya berbeda dengan orang yang lainnya. Cara saya mencintai suami saya, tidak dapat ditiru oleh wanita lain untuk menunjukkan betapa dia mencintai suaminya, karena belum tentu suami yang lain bisa merasa nyaman diperlakukan seperti suami saya yang sudah merasa nyaman dengan saya. Dan demikian pula sebaliknya para suami terhadap istrinya.

Mencintai tidak hanya sekedar bersikap saling menerima untuk tetap bertahan terhadap suatu hubungan, tetapi mencintai adalah usaha yang terus menerus, bahkan senantiasa harus ditingkatkan untuk menciptakan suasana-suasana yang indah, yang menyenangkan, dan romantis, sehingga masing-masing pasangan dapat benar-benar menikmati hubungan mereka dengan pasangannya.

Cinta itu indah, ketika kita dapat benar-benar mencintai, menghargai, dan memperlakukan pasangan kita dengan benar. Dan ketika kita dapat mengerti kesemuanya itu, maka kita pun dapat bersikap benar didalam hubungan dengan orang lain.

Cintailah keluarga kita dan nikmatilah kebersamaan kita dengan pasangan, bukan hanya sekedar bertahan! Dan jangan bersikap meniru cara-cara orang lain untuk mencintai pasangan kita! Tetapi komunikasikanlah untuk mengetahui yang terbaik untuknya.

Tuhan memberkati!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s