Lebih Suka Dibohongi


Ada begitu banyak orang yang mengatakan dan merasa paling tidak suka kalau dibohongi. Tetapi realitanya, didalam keseharian, ada begitu banyak orang yang tanpa sadar, sebenarnya mereka sudah berperilaku seolah-olah mereka sedang menyukai kebohongan, suka kalau dirinya sendiri dibohongi dan mungkin juga tidak sadar kalau dirinya sedang berperilaku membohongi orang lain.

Berbohong yang diartikan didalam artikel ini tidak hanya sekedar berkata tidak jujur, tetapi juga dalam hal bersikap. Dan biasanya orang jarang ada yang mengerti bahwa dia sedang bersikap tidak jujur atau dia sedang dibohongi. Misalnya, kita semua tentu dapat dengan mudah bersikap baik terhadap orang yang baik pada kita. Tetapi kita tidak pernah benar-benar dapat menyadari seseorang itu benar-benar baik dengan kita atau seseorang itu sedang membohongi kita.

Didalam pekerjaan atau didalam gereja, kebanyakan seorang pemimpin dapat dengan mudah memberikan posisi atau jabatan penting hanya kepada orang-orang yang selalu setia mendampinginya, selalu hadir ketika dibutuhkan, dapat melakukan semua yang diperintahkannya, dan tidak pernah memberikan teguran padanya. Dan hanya orang-orang yang setia atau baik kepadanya yang suaranya sangat didengar.

Didalam keluarga, ada juga orang tua-orang tua yang hanya mampu mendengarkan anak-anak yang selalu patuh padanya, tidak pernah melawan, dan diam saja walau pun orang tua sebenarnya sudah berlaku yang tidak benar. Dengan anggapan bahwa anaknya itu sedang bersikap hormat padanya.

Didalam keseharian kita tentu akan merasa sangat senang bila mempunyai seorang teman yang selalu mempunyai waktu untuk kita, selalu mempunyai usaha untuk memberikan pertolongan ketika kita memerlukannya, dan bersikap royal.

Tetapi sayangnya, tidak semua orang yang terlihat selalu hadir untuk kita dan terlihat selalu mampu bersikap menghormati kita itu benar-benar mempunyai hati yang tulus melakukannya untuk kita. Realitanya, ada begitu banyak orang yang berusaha baik dan dekat dengan kita hanya karena mereka sedang membutuhkan kita.

Itulah sebabnya, sebenarnya kita tak perlu heran apabila ketika kita tiba-tiba mengalami kesusahan, sedang mengalami sakit, mengalami jatuh miskin, dan tidak mempunyai apa pun yang dapat diandalkan lagi, seketika itu juga tiba-tiba kita akan menyadari bahwa tidak banyak orang yang masih mau untuk tetap berada di sisi kita.

Memang benar kita tidak akan pernah bisa tahu hati seseorang yang tulus atau tidak. Tetapi paling tidak seharusnya kita dapat membedakannya ketika kita mendapatkan teguran dari seseorang itu dan ketika seseorang ‘menolak’ suatu permintaan kita.

Teguran tidak selalu buruk. Hanya saja, bagaimana pun cara seseorang menyampaikan suatu tegurannya, tentu akan terdengar tidak nyaman bagi kita. Apalagi bila seseorang itu lebih suka berbicara apa adanya dan berterus terang, tentu akan jauh lebih mudah membuat kita tersinggung terlebih dahulu bahkan sebelum mengerti maksud baik dari teguran itu.

Tetapi seandainya kita mengerti bahwa Tuhan telah memberikan akal budi pada kita, maka kita tentu akan mencoba untuk memikirkan suatu teguran itu kiranya membawa kita pada kebaikan atau tidak. Sehingga setiap teguran baik yang dikatakan dengan cara yang baik mau pun tidak baik, akan dapat kita terima bahwa ada niat baik dari seseorang dan ada hal baik dari isi teguran tersebut.

Demikian halnya untuk seseorang yang menolak melakukan suatu permintaan dari kita tentu bukan karena seseorang itu sedang berlaku tidak menghormati kita, melainkan seseorang itu sebenarnya mencoba untuk bersikap jujur karena mungkin saja dia benar-benar tidak dapat memberikan bantuannya atau mempunyai prioritas yang lain yang tidak dapat kita samakan dengan prioritas kehidupan pribadi kita.

Bila kita bersikap marah, jengkel, dan menjauhi orang-orang yang suka menegur kita, dan tidak bisa memberi sesuatu sesuai dengan harapan kita, maka sebenarnya kita sedang menerima perlakuan orang-orang untuk membohongi kita secara tidak langsung, yang bersikap seolah-olah sangat baik pada kita, tetapi sebenarnya mereka hanya sedang membutuhkan kita.

Hubungan yang benar-benar tulus dan jujur sebenarnya adalah hubungan dimana seseorang itu dapat melewati waktu seseorang dengan seseorang yang lain saling berbeda pendapat, terlihat saling tidak menghormati, dan bahkan ketika didalam suatu hubungan itu ada pertengkaran, tetapi didalam hubungan tersebut masih selalu ada sikap saling mempercayai, saling mengasihi, dan saling mendukung, walau pun didalam keadaan paling susah sekali pun.

Dan hubungan yang membangun adalah hubungan yang dapat saling memberi yang tidak saling memanfaatkan, saling memberitahukan hal-hal yang kurang baik mengenai diri kita dari sudut pandang orang lain, dan yang mampu memberikan masukan yang jujur hingga membawa kita pada perubahan yang lebih baik.

Bila kita ingin dihormati, maka kita harus mampu menghormati orang lain dengan segala prioritas yang dimilikinya. Bila kita ingin menjadi lebih dewasa, maka kita harus mampu memahami isi dari teguran-teguran yang disampaikan oleh niat yang tulus dan jujur, yang tidak hanya bisa disampaikan oleh orang-orang yang kita pandang ‘baik’ menurut sudut pandang kita, tetapi yang juga oleh orang-orang yang kita pandang ‘tidak baik’ menurut sudut pandang kita.

Ingatlah bahwa teguran sering kali datang, ketika suasana hati kita sedang tidak baik dan disampaikan dengan cara yang tidak menyenangkan serta mengejutkan! Tetapi kadangkala justru disitulah letak kejujuran dan ketulusan.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+liar&um=1&hl=id&sa=N&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=AM4Pm0Gg-Uq2vM:&imgrefurl=http://econintersect.com/wordpress/%3Fp%3D14058&docid=s0CjaZg-d2_-eM&imgurl=http://econintersect.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/10/lies-lie-liar-nose-pinocchio-untruthful-trust-cartoon-character-animated-11107531.jpg&w=108&h=108&ei=gbM1UJLDCMSxrAe1o4GIDw&zoom=1&iact=hc&vpx=896&vpy=437&dur=1411&hovh=86&hovw=86&tx=90&ty=53&sig=115066408690274837010&page=2&tbnh=86&tbnw=86&start=18&ndsp=21&ved=1t:429,r:3,s:18

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s