Jangan Suka Ingin Tahu!


Rasa ingin tahu itu sebenarnya sikap yang kita bawa dari sejak kita berada didalam kandungan. Bila kita melihat foto-foto janin yang masih ada didalam kandungan, maka kita akan melihat ada waktu dimana janin itu memasukkan jarinya kedalam mulut, sebagai tanda janin mulai ingin mengenali bagian-bagian tubuhnya.

Ketika bayi lahir dan mulai bertumbuh, mereka akan mulai membuka matanya dan melihat sekelilingnya, seolah-olah ingin tahu ada benda-benda apa saja yang ada, kemudian juga suka menyentuh ibu jari kakinya, mengenali wajah kedua orang tuanya dan saudara-saudaranya.

Demikian selanjutnya pertumbuhan kita hingga saat ini, setiap saat tentu ada begitu banyak hal yang ingin kita ketahui. Kita tentu ingin tahu tentang sesuatu hal yang sedang kita sukai (hobby) saat ini. Kita tentu juga ingin tahu lebih dalam tentang suatu bidang pengetahuan atau bisnis yang sedang ramai dibicarakan atau sedang kita jalani saat ini.

Didalam kehidupan ini, saat ini, mungkin ada orang-orang yang sedang jatuh cinta atau mengagumi seseorang yang lain, hingga tak perlu heran bila ada keinginan untuk tahu (mengenal) mereka yang sedang disukai itu lebih dekat. Bahkan mungkin diantara Para Pembaca ada juga yang ingin tahu apa yang akan terjadi atau apa rencana Tuhan atas kehidupan ini.

Tuhan sendiri ingin umatNya pintar. Untuk menjadi pintar tentunya umat Tuhan harus mau belajar, dan mau belajar itu berarti harus mau lebih banyak mencari tahu, dengan membaca buku dan atau belajar dari orang-orang yang sudah pernah mempunyai pengalaman sebelum kita.

Jadi sikap ingin tahu itu sebenarnya sesuatu yang tujuannya baik, yaitu agar kita mengenal dan menjadi lebih pintar. Tetapi yang menjadi masalah adalah segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Dan tentunya, rasa ingin tahu yang berlebihan itu juga sangat tidak baik.

Tempat kita hidup didalam keseharian mungkin dapat kita katakan sebagai sebuah rumah atau keluarga, yang tentunya bukan sebagai keluarga utama dalam arti yang sesungguhnya. Misalnya saja sekolah, suatu tempat dimana kita punya teman-teman yang akrab, hingga membuat kita merasa seperti bersama saudara-saudara kita sendiri. Tempat kita bekerja di kantor dan tempat kita beribadah mungkin juga dapat kita katakan sebagai rumah kedua, hanya karena kita merasa nyaman berada di tempat kerja atau tempat ibadah itu.

Tetapi kita harus mengerti bahwa setiap orang mempunyai privacy atau rahasia pribadi yang tidak bisa dibagi-bagikan kepada orang lain yang hanya sekedar dianggap sebagai keluarga. Pengertian privacy ini seringkali ‘diabaikan’ karena ada orang-orang yang merasa ‘berhak’ atas kehidupan orang lain, padahal sebenarnya mereka sama sekali tidak memiliki ‘hak’ tersebut. Sehingga tak heran bila akhirnya ada orang-orang yang memiliki rasa ingin tahu yang berlebihan.

Rasa ingin tahu yang berlebihan itu misalnya saja ketika ada dua orang sedang berbicara, atau ketika seseorang sedang sibuk menelpon dan mengirimkan pesan, kita berusaha untuk mendekatinya karena sekedar ingin tahu apa yang sedang dibicarakan oleh orang-orang tersebut. Mungkin juga ketika seseorang sedang sibuk didepan komputer, laptop atau ipad nya, kita mendekatinya karena kita sebenarnya ingin tahu seseorang itu sedang melakukan apa, menulis apa, atau bermain apa.

Tahu kah kita bahwa sikap ingin tahu yang berlebihan itu sangat mengganggu dan dapat dikatakan sebagai sikap yang kurang sopan karena tidak dapat menghargai privacy orang lain?

Rasa ingin tahu yang berlebihan dapat disebabkan oleh rasa ingin terlibat, ingin dihargai, ingin dihormati, atau ingin dibutuhkan oleh orang lain. Hal itu terjadi karena kita secara pribadi sebenarnya belum dapat menghargai diri kita sendiri, sehingga kita membutuhkan pengakuan dari orang lain. Biasanya, sekali pun kita dapat terlibat, orang lain tidak akan merasa nyaman dengan kita, dan kita tidak akan pernah merasa puas begitu saja.

Rasa ingin tahu yang berlebihan juga dapat disebabkan oleh rasa tidak aman dan tidak ada rasa percaya diri. Hal itu terjadi bisa saja karena di hati kecil kita sebenarnya menyadari bahwa ada hal-hal yang salah didalam diri kita, tetapi kita ingin tidak disalahkan dengan meyakinkan diri bahwa orang lain sedang tidak membicarakan tentang kita atau melakukan sesuatu diluar sepengetahuan kita.

Saat ini, kita perlu mengkoreksi diri kita sendiri. Apakah kita memiliki rasa ingin tahu yang tidak pada tempatnya dan berlebihan? Apakah kita ingin mendapatkan pengakuan, ingin merasa dibutuhkan oleh orang lain, dan merasa tidak aman dengan hal-hal yang mungkin akan dilakukan oleh orang lain tanpa sepengetahuan kita? Mengapa kita merasa seperti itu?

Bila kita pernah berbuat suatu kesalahan kita, maka saat ini adalah waktu untuk berubah. Jangan melakukan kesalahan-kesalahan yang sama! Selanjutnya, percayalah bahwa sebenarnya tidak ada orang yang merencanakan hal yang tidak baik untuk kita selama kita juga tidak merencanakan hal yang tidak baik untuk orang lain (Amsal 14:22). Seandainya ada orang-orang yang ternyata sedang membicarakan kita tentang hal-hal yang tidak baik ketika kita sudah berbuat sesuatu yang baik, maka kita harus percaya bahwa ada Tuhan yang dapat menjadi Hakim yang Adil bagi kita.

Dan yang terakhir, kita dapat mengalihkan rasa ingin tahu kita pada hal-hal yang jauh lebih penting dan lebih berguna, misalnya saja pada suatu pembelajaran, yang pada akhirnya dapat membuat kita menjadi lebih pintar. Ketika kita menjadi lebih pintar, kita akan lebih dibutuhkan, lebih dihargai, lebih dihormati, dan lebih disegani.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+gossip&hl=id&sa=X&noj=1&tbm=isch&prmd=imvns&tbnid=RHnCOqbqg8-iZM:&imgrefurl=http://www.toonpool.com/cartoons/gossip_100199&imgurl=http://www.toonpool.com/user/9204/files/gossip_1001995.jpg&w=500&h=361&ei=L-c-UKGuCorPrQf0t4HoBA&zoom=1&iact=hc&vpx=676&vpy=284&dur=3628&hovh=191&hovw=264&tx=137&ty=131&sig=115066408690274837010&page=1&tbnh=142&tbnw=197&start=0&ndsp=18&ved=1t:429,r:15,s:0,i:116&biw=1280&bih=707

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s