Tak Ada Yang Bisa Mencegah


Saya bukanlah seseorang yang suka melihat acara televisi, karena saya lebih menyukai membaca buku untuk mengisi waktu luang. Hanya saja, kadangkala ketika saya merasa bosan, saya juga pernah mengikuti beberapa serial cerita film korea yang menarik menurut saya untuk di tonton.

Salah satu film korea yang saya tonton adalah serial City Hunter. Saya menyukai film korea City Hunter ini karena ceritanya tidak berbelit-belit dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengetahui akhir cerita.

Tokoh utama wanita didalam film korea City Hunter ini bernama Kim Na Na dan tokoh utama pria-nya bernama Lee Yoon Sung, yang mendapat julukan juga sebagai City Hunter. Seperti pada cerita drama korea pada umumnya, kita tentu dapat menebak bahwa selalu ada kisah percintaan yang terjadi diantara tokoh utama pria dan wanita.

Didalam cerita City Hunter ini, pertemuan dan kerjasama diantara Lee Yoon Sung dan Kim Na Na, menyebabkan mereka akhirnya saling menyukai. Tetapi akibat dendam sang ayah angkat yang bernama Lee Jin Pyo atau Steve Lee, yang sudah mempersiapkan Lee Yoon Sung sejak usianya masih bayi untuk membantu Lee Jin Pyo dalam usahanya membalas dendam, maka Lee Yoon Sung tidak diijinkan untuk jatuh cinta.

Kim Na Na yang tidak mengerti mengenai rencana balas dendam itu sempat mengakui rasa cintanya pada Lee Yoon Sung. Oleh karena ingin menghindari cinta Kim Na Na, maka Lee Yoon Sung berusaha agar Kim Na Na membencinya dengan bersikap seolah-olah Lee Yoon Sung adalah seorang pria yang suka berganti-ganti wanita.

Namun Kim Na Na mengetahui bahwa Lee Yoon Sung hanya berusaha untuk membuatnya cemburu, hingga semua wanita yang dikenalkan oleh Lee Yoon Sung disuruh pergi oleh Kim Na Na, lalu Kim Na Na berkata kepada Lee Yoon Sung bahwa dia tidak perlu memaksakan diri untuk membuat Kim Na Na cemburu hingga menjauhinya, karena perasaan cinta yang dimiliki oleh Kim Na Na adalah miliknya sendiri. Dalam arti perasaannya itu tidak ada seorang pun yang dapat mengaturnya.

Setiap dari kita mungkin saat ini sedang mempunyai suatu pergumulan, ingin disembuhkan dari suatu penyakit, atau suatu kebutuhan yang harus segera terpenuhi. Saya dan suami memiliki suatu pergumulan, yang menurut kami, harus terjawab dengan segera pada suatu waktu. Dan pada suatu hari ketika kami benar-benar mengharapkan jawaban Tuhan itu harus datang, ternyata jawaban Tuhan itu pun tak kunjung datang.

Biasanya, ketika jawaban Tuhan tidak datang pada waktu yang kita tentukan dan yang kita harapkan, tentu tanpa diperintahkan, hati ini akan merasa sedih, kecewa, dan bertanya-tanya “mengapa Tuhan belum juga menjawab?”. Setelah itu bisa berlanjut dengan pertanyaan yang umum terjadi “dosa apakah aku ini?”, mengasihani diri sendiri, dan seterusnya.

Tetapi sikap saya dan suami pada waktu itu hanya merasa sangat sedih dan tidak tahu harus berbuat apa karena yang kami doakan adalah suatu kebutuhan yang sangat mendesak menurut kami, dan kami pun tidak bisa mengetahui apakah Tuhan belum ingin menjawab atau apakah Tuhan tidak ingin menjawab?

Di tengah-tengah kesedihan yang kami berdua alami, saya berkata didalam hati saya “Tuhan, saya percaya Kau selalu punya cara untuk menolong, saya percaya Kau pasti menjawab kami dengan caraMU” dan saya katakan hal itu berulang-ulang didalam hati saya mau pun saya katakan didepan suami, entah untuk menguatkan hati kami berdua atau karena saya tidak tahu harus berdoa apa lagi.

Dan saya tiba-tiba teringat akan kata-kata Kim Na Na bahwa cinta yang ada didalam hatinya adalah miliknya sendiri. Saya berpikir, ketika saya memutuskan untuk tetap beriman dan tetap percaya, maka sebenarnya keputusan itu adalah milik hati saya sendiri, yang tidak bisa dicegah atau dilarang oleh siapa pun juga.

Bahkan ketika saya mendapatkan pemikiran tersebut, dengan segala pengertian akan kedaulatan Tuhan, saya sempat memberanikan diri berkata didalam hati saya “Tuhan, bahkan Engkau pun tidak dapat mencegahku untuk mempunyai hati yang tetap mau percaya bahwa Engkau pasti menjawab doa-doaku”.

Saya bukan mengajarkan suatu sikap yang tidak sopan pada Tuhan dan saya juga bukannya sengaja berlaku tidak sopan pada Tuhan dengan memanjatkan doa tersebut, melainkan saya ingin mengatakan bahwa sebenarnya beriman atau rasa percaya itu adalah milik hati kita sendiri, yang seharusnya tidak bisa dicegah atau dipengaruhi oleh apa pun dan siapa pun juga.

Mungkin kita sering berkata bahwa kita beriman dan percaya bahwa Tuhan itu sanggup menolong, tetapi pada saat yang sama, kita juga mengijinkan faktor-faktor lain seperti realita masalah dan realita tidak adanya jawaban Tuhan pada waktu yang kita harapkan, akhirnya membuat kita berhenti untuk tetap benar-benar percaya bahwa Tuhan akan menjawab.

Realita yang harus kita pahami sekarang adalah tak ada yang bisa mencegah kita untuk tetap percaya bahwa Tuhan sanggup menjawab doa-doa kita. Ketika sisi kanan, kiri, depan, dan belakang sedang berdiri sebuah tembok yang besar, seolah-olah tidak ada jalan keluar lagi, kita masih dapat mengangkat kepala kita, untuk melihat ke langit yang sangat luas, disana ada satu bukti kebesaran Tuhan, dimana kita dapat mengetahui bahwa ada berjuta-juta cara Tuhan untuk menjawab doa kita.

Jangan pernah berhenti berharap! Karena suatu hari nanti, kita akan mendapatkan jawabanNYA dan melihat bagaimana hari ini tak seorang pun dapat mencegah kita untuk tetap berharap.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+and+sky&um=1&hl=id&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=aHH54GK_rIpepM:&imgrefurl=http://blog.case.edu/kellio/2007/06/10/pool_and_prevention&imgurl=http://blog.case.edu/kellio/2007/06/10/clouds.jpg&w=640&h=424&ei=z0JEUPvmAsTirAe69ICAAw&zoom=1&iact=hc&vpx=814&vpy=179&dur=978&hovh=183&hovw=276&tx=129&ty=121&sig=115066408690274837010&page=3&tbnh=157&tbnw=220&start=35&ndsp=20&ved=1t:429,r:13,s:35,i:222

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s