Sayangilah Hidupmu!


Banyak orang menyayangi dirinya, tetapi tidak banyak orang yang menyayangi hidupnya. Banyak orang sangat menyayangi dirinya, tak heran bila kita menemui ada begitu banyak orang yang menjadi egois, hanya mementingkan dirinya sendiri, yang penting dirinya bahagia, yang penting dirinya selamat, yang penting dirinya bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, yang penting dirinya dapat untung, yang penting dirinya baik-baik saja, dan orang lain silakan memikirkan dirinya sendiri-sendiri.

Ada orang yang meminjam uang untuk memenuhi kebutuhannya. Ketika dia sudah mendapatkan pinjaman, dia merasa tenang karena kebutuhannya sudah terpenuhi. Giliran dia harus membayar hutangnya, dia merasa diperlakukan tidak adil karena penagih datang memohon agar hutangnya dibayar. Dia merasa penagih hutang sudah berlaku tidak sopan dan tidak hormat. Padahal penagih sudah datang dengan baik-baik dan menagih dengan baik-baik.

Terlihat didalam cerita tersebut bahwa seorang peminjam sudah bersikap egois, ketika dia memerlukan pinjaman maka dia bersikap baik-baik, dan pada waktunya dia harus bertanggung jawab justru dia berbalik menuduh orang yang meminjamkan itu yang telah bersikap tidak sopan padanya. Dan realita didalam kehidupan ini mengalami banyak kejadian yang hampir serupa dengan cerita tersebut diatas, banyak orang membalik ucapannya, berkata-kata jahat untuk menuduh orang lain, demi menutupi ketidakmampuannya.

Seorang anak mengatakan kepada ibunya jauh-jauh hari bahwa disaat malam Natal atau pada tanggal 24 Desember malam dia diundang untuk makan malam bersama dengan keluarga kekasihnya. Jadi pada tanggal 25 Desember malam dia baru akan bersama-sama dengan keluarganya. Dan ibunya sangat setuju karena seperti pada tahun-tahun sebelumnya keluarga mereka selalu mengadakan acara Natal tepat pada tanggal 25 Desember.

Pada tanggal 24 Desember, dari pagi hari sampai sore hari, anaknya masih membantu ibunya untuk memersiapkan acara makan malam pada tanggal 25 Desember. Setelah selesai, anaknya bersiap untuk menghadiri undangan makan malam bersama keluarga kekasihnya. Tetapi ketika anaknya pamit untuk pergi, tiba-tiba ibunya menjadi sangat marah dan mengatakan bahwa kekasih anaknya sudah melarang anaknya untuk bersama-sama dengan ibunya pada hari itu. Padahal jadwal acara sudah ditentukan dan disetujui oleh ibunya sejak jauh-jauh hari sebelumnya, sehingga perkataan jahat ibu tentang kekasih anaknya itu sangat mengecewakan anaknya.

Mazmur 34:13-15 mengatakan “Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah untuk mendapatkannya!

Dengan kata lain, memiliki umur panjang tidaklah cukup bila selama kita hidup itu tidak dapat menikmati kehidupan yang baik. Dan bila kita ingin menikmati kehidupan yang baik, maka kita harus menjaga perkataan kita dari yang jahat dan ucapan-ucapan yang menipu. Selain itu, kita juga harus melakukan hal-hal yang baik dan mendapatkan perdamaian.

Pikiran yang jahat, akan menimbulkan perkataan yang jahat. Perkataan yang jahat, akan membuat diri kita sendiri justru akan melakukan hal yang jahat, sesuai dengan yang sudah kita katakan. Bila kita melakukan hal yang jahat, maka kita akan terbiasa dengan hal yang jahat itu. Dan bila kita sudah terbiasa dengan hal yang jahat, maka hal yang jahat itu akan menjadi karakter kita.

Seseorang yang mengatakan hal-hal yang jahat tentang orang lain, sebenarnya dia sudah memiliki pemikiran yang jahat tentang orang lain itu sebelumnya. Sedangkan realitanya, belum tentu yang ada dipikirannya itu benar ada dalam pemikiran orang lain. Seseorang yang memiliki pemikiran yang jahat, maka ia akan sulit menikmati kehidupan yang baik, karena selama ia hidup, pikirannya akan terus disibukkan untuk membalas pikiran jahat (yang belum tentu dimiliki oleh) orang lain.

Oleh karena pemikirannya yang jahat, maka suatu waktu dia akan mengucapkan kata-kata yang jahat, yang bila ternyata tidak benar dan terdengar oleh orang lain, maka ucapannya itu akan sangat menyakiti hati orang lain. Akhirnya, tak ada orang baik yang bisa menikmati waktu yang baik bersamanya, sehingga ia pun takkan pernah menikmati waktu-waktu yang baik dan berharga didalam hidupnya.

Kita berhak untuk mengasihi diri kita sendiri karena dengan mengasihi diri kita, kita dapat menjaga diri kita dengan baik. Tetapi bila kita ingin hidup dengan baik dan melihat bahwa hidup ini indah, maka kita juga perlu untuk mengasihi kehidupan kita. Bila kita sudah mengerti dengan benar betapa pentingnya kehidupan kita, maka kita akan mengerti bahwa kita bertanggung jawab untuk menjaga ucapan kita dari yang jahat dan berusaha untuk mendapatkan perdamaian.

Kita tidak akan pernah dapat menyenangkan hati orang lain, tetapi yang sebenarnya sedang kita pelajari didalam artikel ini adalah cara untuk menikmati kehidupan dan menjadi bahagia, paling tidak untuk kehidupan diri kita sendiri. Bila kita memiliki pikiran yang baik, maka kita akan mengucapkan kata-kata yang baik. Bila kata-kata kita baik, maka kita akan berperilaku yang baik, dan ketika kita terbiasa dengan perilaku yang baik, maka perilaku yang baik itu akan menjadi karakter kita yang baik. Siapa saja tentu suka memiliki karakter yang baik, bukan?

Tuhan memberkati!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s