Permainan Monopoly


Permainan Monopoly adalah salah satu permainan yang paling saya sukai ketika saya masih berada pada usia anak-anak, karena saat bermain, saya sekaligus dapat belajar mengelola uang seolah-olah menjadi seorang pengusaha, menggunakannya dengan bijaksana, dan menjadi kaya. Kini saya menemukan permainan Monopoly pada Ipad, sehingga saya dapat bermain sewaktu-waktu bersama komputer sebagai lawan bermain saya.

Salah satu cara bermain Monopoly menurut saya adalah didalam permainan Monopoly ada satu kota yang harganya paling mahal diantara kota yang lain, dan kota itu harus saya dapatkan, selain kota-kota yang lain juga. Dengan demikian, saya dapat memeroleh uang yang cukup banyak dari kota tersebut dan memiliki harapan lebih besar untuk memenangkan permainan tersebut.

Ketika saya memiliki uang yang sangat banyak dan lawan saya memiliki uang yang sangat sedikit, tetapi saya ingin bermain lebih lama dan tidak ingin lawan mengalami kekalahan dengan segera, maka saya sengaja tidak membangun rumah atau hotel untuk memeroleh uang lebih banyak dan saya membiarkan lawan untuk membangun rumah atau hotel, agar saya dapat berbagi uang kepada lawan.

Tetapi ketika saya merasa lawan mulai hampir mengalahkan saya, maka dengan uang banyak yang saya miliki, saya dapat segera membangun rumah dan hotel sebanyak-banyaknya, sehingga dengan mudah lawan dapat terkalahkan.

Dari permainan ini saya belajar bahwa seorang yang kaya itu mampu memberi atau berbagi kepada seorang yang berkekurangan, karena seorang yang kaya itu berkelimpahan harta dan yang terpenting, dia memiliki kepekaan atau hati yang mau memberi. Bahkan ada orang-orang kaya yang membiarkan dirinya terlihat bukan seperti orang kaya dengan penampilan yang sederhana, karena dia ingin bersosialisasi dengan orang-orang disekitarnya, mengetahui bahwa hidup ini saling membutuhkan, dan bisa menempatkan diri.

Tetapi sebaliknya, seorang yang tidak benar-benar kaya, ketika ia mendapatkan uang, maka biasanya ia justru lebih suka membelanjakan uangnya untuk bergaya, berusaha terus untuk mendapatkan lagi uang sebanyak-banyaknya, berusaha mengalahkan lawan, kurang bersahabat, dan berusaha memiliki penampilan yang super menarik agar terlihat seperti orang yang kaya. (Amsal 13:7 “Ada orang yang berlagak kaya, tetapi tidak mempunyai apa-apa, ada pula yang berpura-pura miskin, tetapi hartanya banyak”).

Dan beberapa orang yang tidak benar-benar kaya, rupanya sering terjebak dengan pemikiran bahwa orang kaya yang berpenampilan sederhana itu tampaknya bodoh, sehingga timbul keinginan untuk menjadi penguasa atas harta orang kaya itu. Padahal orang kaya, dengan hartanya yang banyak, ia dapat membeli apa saja untuk diusahakannya, sehingga dapat menjadi lebih kaya. Dan kalau pun ia jatuh miskin, seorang yang kaya dengan mental yang dimilikinya akan membuatnya kembali menjadi kaya, bahkan lebih dari kekayaannya semula.

Seringkali kita terjebak dengan penampilan seseorang dan dengan segera menghakimi seseorang itu terlalu pelit misalnya, dikiranya seseorang itu kaya, padahal bisa saja seseorang itu benar-benar sedang tidak memiliki uang dan tidak tahu apa yang dapat diberikannya lagi. Atau suatu pemberian yang sederhana, dapat dengan segera menggambarkan bahwa seseorang itu tidak mampu dan pemberiannya tidak cukup baik, padahal bisa saja sesuatu itu ternyata bernilai dan bermutu tinggi.

Seringkali kita terjebak oleh pemikiran-pemikiran bodoh yang akhirnya menimbulkan sikap-sikap yang bodoh. Misalnya saja, kita menjual sebuah makanan, pada awalnya kita membuatnya menjadi sangat enak, sehingga banyak orang menyukainya. Tetapi ketika pesanan mulai banyak, maka kita mulai berpikir “bodoh” yang menimbulkan sikap “bodoh”, yaitu membuat masakannya tidak menjadi seperti semula, dengan anggapan orang tidak akan mengetahui bahwa ada perbedaan didalamnya. Padahal orang yang tidak dapat memasak tetap saja dapat menilai suatu makanan itu enak atau tidak rasanya. Ketika rasanya tidak seenak seperti semula, maka tentu hal itu dapat merugikan kita sebagai penjual.

Kita berpikir bahwa seseorang yang tidak dapat melakukan sesuatu yang kita lakukan itu berarti dia tidak mengerti apa-apa dan dapat dengan mudah kita bodohi. Padahal suatu ketika dia dapat melakukan sesuatu, maka dengan mudah kita dapat terkalahkan. Kita yang mungkin tadinya berpikir dapat menghancurkan seseorang yang mudah, tetapi justru kita yang dapat dihancurkan oleh tindakan kita sendiri.

Intinya: jangan pernah meremehkan siapa pun dan apa pun yang ada disekitar kita. Segala sesuatu tidak dapat dilihat dari penampilan luarnya saja. Dan ketika kita beranggapan bahwa seseorang itu tidak dapat menjadi sebaik kita, kemudian kita berpikir bahwa seseorang itu mudah untuk kita kuasai atau kita bodohi, maka pada saat yang bersamaan sebenarnya kita juga sedang menghancurkan kualitas dan kehidupan baik yang kita miliki, tetapi membawa peningkatan pada kehidupan orang lain yang tadinya kita anggap bodoh itu.

Orang yang benar-benar kaya biasanya dapat lebih mudah bersikap rendah hati bila dibandingkan dengan orang-orang yang tidak benar-benar kaya, karena mereka memahami perjuangannya untuk menjadi kaya. Dan hanya orang-orang yang mengerti bahwa hidup ini hanya oleh kasih karunia Tuhan saja, yang tidak akan bersikap sombong dengan segala kepunyaannya.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+monopoly&hl=id&sa=X&biw=1280&bih=707&tbm=isch&prmd=imvns&tbnid=T7cSd9bCq7EhsM:&imgrefurl=http://playmonopoly-online.info/&docid=JolT-651cSarIM&imgurl=http://4.bp.blogspot.com/_9cxliw0_2S8/TRmslX7ONEI/AAAAAAAAAYI/F3FacXq-jSw/s1600/monopoly2.jpg&w=460&h=424&ei=m7xWUOvUMci3rAedhYHAAQ&zoom=1&iact=hc&vpx=829&vpy=151&dur=8762&hovh=216&hovw=234&tx=95&ty=123&sig=115066408690274837010&page=1&tbnh=148&tbnw=161&start=0&ndsp=17&ved=1t:429,r:4,s:0,i:81

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s