Tak Hanya Sekedarnya


Di sebuah kota di Indonesia, ada sebuah tempat ibadah yang dapat dikatakan sebagai salah satu tempat ibadah yang paling disukai. Setiap jemaat yang sedang berada di kota itu dan mengetahui bahwa disana ada tempat ibadah yang terkenal namanya itu, maka mereka akan mengusahakan diri untuk datang beribadah disana.

Saya pernah bertanya kepada beberapa orang teman untuk menanyakan pendapat mereka mengenai suasana di tempat ibadah tersebut, pujian dan penyembahan yang dinyanyikan, termasuk mengenai firman yang disampaikannya. Mereka selalu menjawab bahwa suasananya hangat, modern, dan up to date atau berkembang sesuai dengan jamannya.

Saya setuju dengan pendapat kebanyakan orang, karena firman yang disampaikan selalu disampaikan dengan sederhana, menarik, dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Walau pun menggunakan ayat Firman Tuhan yang sama, namun penyampaiannya selalu dengan ide yang baru. Sehingga jemaat dibangun, diberikan pengertian yang tidak sama, dan bertumbuh.

Sempat ada orang-orang yang menyeletuk bahwa di tempat ibadah tersebut dipenuhi oleh orang-orang yang pandai. Dengan kepandaian yang mereka miliki, mereka memilih untuk melayani Tuhan dan hidup sepenuh waktu didalamya. Ketika saya merenungkan pilihan mereka untuk sepenuh waktu hidup melayani Tuhan, tentu saya percaya bahwa pilihan itu bukan karena mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, dengan gaji yang lebih besar diluar sana, melainkan mereka benar-benar memahami pilihan mereka dan bertanggung jawab atas pilihan mereka.

Maksud dari pernyataan bahwa mereka bertanggung jawab atas pilihan mereka misalnya saja seperti: mereka membangun kerohanian secara pribadi, mengalami dan menjalani kehidupan suka dan duka didalam Tuhan, banyak membaca buku untuk mengembangkan wawasan, dan belajar dari banyak pengalaman, tidak hanya sekedar untuk mengembangkan diri, tetapi juga mengembangkan kehidupan jemaat. Sampai benar-benar dapat menjadi berkat bagi jemaat di Indonesia.

Tak heran bila sampai saat ini CD kotbah dan pujian yang diciptakan memiliki banyak peminat. Ada begitu banyak orang yang berminat dan haus untuk belajar dan mengalami pertumbuhan seperti yang dialami oleh jemaat yang ada didalam tempat ibadah tersebut.

Disisi kehidupan yang lain, ada sebuah cerita dimana seseorang berniat untuk hidup sepenuh waktu melayani Tuhan, tetapi dengan sebuah cerita rahasia bahwa dia sudah putus asa dengan pekerjaannya saat ini, tanpa kenaikan pangkat dan kenaikan gaji, seolah-olah usahanya tak pernah dihargai. Cerita ini sungguh mengejutkan dan menyedihkan, tetapi sekaligus tidak bertanggung jawab.

Suatu pelayanan sepenuh waktu bukanlah tempat pelarian dimana tak ada tanggung jawab didalamnya, melainkan sebuah misi dimana ketika seseorang berniat untuk melayani Tuhan sepenuh waktu maka disana terletak sebuah tanggung jawab penuh atas pertumbuhan kerohanian jemaat. Bila tidak ada tanggung jawab didalamnya, maka bukanlah pertumbuhan rohani yang terjadi, melainkan luka hati, sakit hati, kekecewaan, dan kebencian yang akan berputar didalam tempat ibadah tersebut, seperti lingkaran yang tidak akan pernah ada habisnya.

Dan ternyata, didalam kehidupan ini selalu di isi dengan tanggung jawab, kita tidak bisa hanya sekedar hidup, karena akibatnya kita akan menjadi seseorang yang sekedar memasak, sekedar makan, sekedar minum, sekedar tidur, sekedar membaca, sekedar menulis, sekedar menyanyi, sekedar menari, sekedar berkotbah, sekedar melihat, sekedar menjawab, dan selalu hidup seadanya.

Dengan sikap dan rasa bertanggung jawab atas kehidupan ini, maka kita akan mengisi kehidupan dengan hal-hal yang jauh lebih baik dan jauh lebih bervariasi, dari sekedar apa adanya. Sebagai contoh, ketika kita bertanggung jawab atas keluarga kita, maka kita tidak hanya sekedar mengasihi keluarga kita, tetapi juga ingin yang terbaik untuk keluarga kita, dan akan terbukti dengan tindakan, bukan hanya sekedar kata-kata “aku mencintaimu”.

Tidak ada seorang yang hidup dengan kepribadian yang sempurna di dunia ini. Hanya orang yang tidak bertanggung jawab yang akan mengatakan “terimalah aku apa adanya”, karena orang itu hidup sekedarnya dan tidak ingin bertumbuh menjadi lebih baik. Tetapi sebaliknya, orang yang bertanggung jawab atas kehidupannya akan berkata “apa yang dapat aku perbaiki dari diriku?”, karena orang itu ingin menjadi lebih baik.

Bertanggung jawab adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan. Tetapi dalam segala aspek kehidupan yang tak terhindarkan untuk kita lakukan, selalu ada tanggung jawab.

Ada orang tua yang menertawakan anaknya yang selalu sibuk menghiburnya setiap hari dengan kata-kata rohani yang sangat panjang dan cerita yang menarik, sedangkan orang tua itu mengetahui bahwa anaknya sering menyuruh istrinya bepergian karena anaknya merasa terganggu dengan kehadiran istrinya. Pada suatu hari orang tua itu berkata kepada anaknya agar tidak membuang energi untuk menghiburnya lagi, karena orang tua itu akan merasa terhibur bila anaknya dapat memerbaiki kehidupan rumah tangganya terlebih dahulu.

Dan sebelum kita berani untuk mengambil tanggung jawab atas kehidupan rohani orang lain, alangkah baiknya bila kita dapat memerhatikan kehidupan rohani pribadi dan keluarga kita terlebih dahulu. Kembangkan pengetahuan kita, miliki pengalaman pribadi bersama Tuhan Yesus, dan bertumbuh didalam Tuhan secara pribadi. Setelah itu kita dapat membagikan dan menceritakan kehidupan pribadi kita, serta menjadi berkat bagi orang lain.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+doing+job&start=186&hl=id&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=k5MnEb0EWGBQ5M:&imgrefurl=http://www.jspservices.net/ContactMe.html&docid=tmh9FkGl2YxSVM&imgurl=http://www.jspservices.net/resources/cartoon%252Bgif%252Bhandyman.gif&w=296&h=303&ei=rJxaUK6UK4PNrQe8l4D4Cw&zoom=1&iact=hc&vpx=1017&vpy=205&dur=123&hovh=227&hovw=222&tx=116&ty=129&sig=115066408690274837010&page=10&tbnh=154&tbnw=150&ndsp=20&ved=1t:429,r:9,s:186,i:34

2 thoughts on “Tak Hanya Sekedarnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s