Kepemimpinan


Pemimpin itu bukan hanya seseorang yang menjadi Direktur didalam perusahaan, bukan hanya Ayah sebagai kepala rumah tangga, bukan hanya Presiden atau Perdana Menteri sebagai pemimpin dalam suatu negara, bukan hanya Gembala didalam gereja, dan juga bukan hanya seorang Worship Leader yang memimpin pujian didalam sebuah kebaktian, melainkan semua orang bisa menjadi pemimpin pada suatu waktu atau di suatu tempat.

Semua orang tentu tahu bahwa tidak mudah menjadi seorang pemimpin. Banyak orang berkata untuk menjadi seorang pemimpin itu harus mampu memikul tanggung jawab yang banyak. Tak heran bila ada beberapa orang yang lebih memilih untuk menjadi anggota saja. Tetapi masalahnya, kadangkala kita tidak bisa menghindari untuk menjadi seorang pemimpin. Jadi tidak ada salahnya bila kita mengetahui sedikit mengenai kepimimpinan.

Dikatakan mempunyai tanggung jawab yang banyak, sebagai seorang pemimpin memang tidak hanya sekedar memikirkan sebuah strategi untuk menghasilkan sesuatu, membagi tugas kepada para anggota, dan memantau hasil kerja para anggotanya, kemudian memberikan pujian bila para anggota berhasil mengerjakan tugas dengan baik, atau menegur bila para anggota gagal mengerjakan tugas dengan baik.

Memikirkan sebuah strategi memerlukan sebuah pemikiran yang mungkin tidak semua orang bisa memiliki pemikiran yang sama bagusnya satu dengan yang lain, namun sebenarnya strategi dapat dipelajari dan dapat didiskusikan. Bila hanya sekedar membagi tugas, memantau hasil kerja, memberikan pujian, dan memarahi para anggota, tentu semua orang dapat melakukannya dengan sangat baik.

Tanggung jawab seorang pemimpin perihal yang masih dapat dilakukan dan dipikirkan, mungkin dapat dipelajari. Untuk sekedar melakukan tugas, asal memiliki kemauan dan bisa menikmati, maka tugas bisa dijalankan dengan baik. Tetapi tanggung jawab sebagai seorang pemimpin yang baik ternyata lebih dari sekedar melakukan tugas, berbagi tugas dengan para anggota, dan memantau hasil kerjanya.

Tanggung jawab seorang pemimpin yang paling berat sebenarnya terletak pada kemauan untuk peduli pada perkembangan dan pertumbuhan para anggotanya, karena dibutuhkan kerelaan untuk membiarkan para anggota berpikir keras, mencari kunci jawaban permasalahan, mengembangkan ide, dan diperlukan juga kesabaran untuk menunggu karena untuk berpikir, mencari kunci jawaban, mengembangkan ide tentu memerlukan waktu yang tidak sebentar.

Seorang pemimpin yang egois, tidak akan rela bila anggotanya menjadi lebih pintar atau mampu melakukan sesuatu yang lebih baik, karena jangan-jangan posisinya nanti akan digantikan oleh anggotanya itu atau jangan-jangan bila anggotanya terlihat baik maka akan ada perusahaan lain yang bisa menawarkan kesempatan yang lebih baik.

Seorang pemimpin yang egois, tentu tidak dapat bersabar menanti anggotanya menemukan jawaban, sehingga ada pemimpin yang lebih memilih untuk memutuskan sendiri semuanya, karena lebih mudah memerintahkan suatu pekerjaan untuk dilakukan oleh para anggota daripada harus bersikap sabar menunggu para anggotanya mencari kunci jawaban dari permasalahan, dan tugas juga akan menjadi lebih cepat selesai.

Secara tidak langsung, seorang pemimpin yang egois bisa membuat para anggotanya menjadi tetap bodoh dan semakin bodoh. Para anggota yang bodoh, tentu tidak memberikan keuntungan apa-apa, selain selalu membuat kesal dan lelah. Oleh karena itu solusinya adalah merelakan semua orang untuk mampu berpikir, mencari hingga menemukan sebuah kreatifitas atau ide yang baru, sehingga ada pertumbuhan, yang tidak hanya berguna bagi seseorang, tetapi juga bagi tim.

Pemikiran satu orang itu terbatas dan bisa berakhir dengan hasil yang ‘begitu-begitu’ saja, berukuran standard atau hanya sekedar bernilai baik. Tetapi pemikiran banyak orang bisa menghasilkan suatu kreatifitas atau ide yang tidak terbatas, dan hasilnya bisa menjadi luar biasa.

Dengan kata lain, sebuah hasil kerja tim yang luar biasa, selalu terdiri dari para anggota yang mampu berpikir, berkreasi, dan bekerja secara luar biasa, yang dipimpin oleh seorang pemimpin yang mampu berbesar hati, bersabar, dan memberikan dukungan agar para anggota selalu mencari dan menemukan, berlatih dari yang ‘tidak bisa’ hingga menjadi ‘bisa’.

Bila seorang anggota menjadi seorang pemimpin, maka hal itu merupakan salah satu keberhasilan seorang pemimpin. Tidak selamanya kita menjadi seorang murid dan tidak selamanya kita menjadi seorang anak. Tentu ada saatnya dimana kita bisa memiliki kemampuan yang sejajar dengan guru dan ada saatnya kita akan menjadi orang tua. (Lukas 6:40 “seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya”). Demikian pula, ada waktu dimana seseorang bisa menjadi seorang pemimpin.

Bila kita memimpin seseorang dan membuatnya tetap bodoh atau tidak mengalami pertumbuhan, maka suatu saat bisa saja ada seorang pemimpin yang bisa membuatnya menjadi lebih pintar dan akhirnya mengalami suatu pertumbuhan. Ketika seseorang mengalami suatu kemajuan pada kepemimpinan yang lain, maka kita pasti akan ditinggalkannya, karena semua orang suka bila mendapati dirinya telah menjadi lebih baik dibawah kepemimpinan yang lebih baik.

Jadi bila kita yang dapat membuat seseorang untuk mengalami pertumbuhan dan perkembangan didalam kehidupannya, juga berhasil membuat sebuah tim menjadi luar biasa, mengapa kita tidak dengan rela hati dan bersabar mengijinkan seseorang untuk menjadi lebih baik dengan membiarkannya berpikir, mencari, menemukan, dan berlatih sampai ‘bisa’?

Tuhan memberkati!

**idea by Frankly Reynold Malumbot

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+leader+who+teach&hl=id&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=s-Vj-kU71h9COM:&imgrefurl=http://serc.carleton.edu/NAGTWorkshops/earlycareer/teaching/learningstyles.html&docid=YPhvR2YrEyd7sM&imgurl=http://serc.carleton.edu/images/NAGTWorkshops/earlycareer/teaching/learning_styles.jpg&w=794&h=614&ei=SjFpUKqbOdHirAe-1IDgBg&zoom=1&iact=hc&vpx=984&vpy=198&dur=4695&hovh=197&hovw=255&tx=141&ty=126&sig=115066408690274837010&page=2&tbnh=155&tbnw=200&start=16&ndsp=22&ved=1t:429,r:21,s:16,i:185

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s