Seni Itu Jiwa


Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, jiwa atau jiva berasal dari bahasa sansekerta yang berarti benih kehidupan, dan didalam bahasa Inggris disebut soul. Jiwa atau soul bisa diartikan sebagai kehidupan batin manusia yang melibatkan perasaan, pikiran, angan-angan, dan bisa timbul menjadi sebuah ekpresi.

Biasanya, seseorang dapat berekspresi dari talenta seni atau kreatifitas yang dimilikinya. Seni itu ada berbagai macam, ada seni tari, seni musik (memainkan alat-alat musik), seni bernyanyi, seni lukis, seni tulis, seni menjahit, dan lain-lain. Seni memunculkan sebuah kreatifitas dan seni itu berkaitan dengan jiwa seseorang.

Seni bisa dikembangkan apabila jiwa dapat melibatkan seluruh pikiran, perasaan, hati, angan-angan, hingga menghasilkan sebuah ekspresi yang ditampilkan dalam kesenian. Sebagai contoh, bila seseorang sedang senang, maka dia bisa menyanyikan lagu-lagu yang bernada riang, dan sebaliknya bila seseorang sedang sedih, maka dia bisa memainkan musik yang bernada lembut.

Ketika jiwa sedang merasa gembira, maka kreatifitas atau seni yang akan muncul atau dihasilkan bisa membuat orang lain yang melihatnya atau orang lain yang menikmatinya dapat turut merasakan kegembiraannya. Dan sebaliknya, ketika jiwa sedang merasa sedih, maka kreatitifas atau seni yang akan muncul atau dihasilkan, bisa membuat orang lain yang melihatnya atau menikmatinya akan turut merasakan kesedihannya.

Jadi suatu kesenian yang bisa dinikmati oleh orang lain, sebenarnya adalah hasil dari kreatifitas perasaan, pemikiran, dan seluruh jiwa seseorang. Bahkan seandainya ketika seseorang itu menciptakan lagu dalam keadaan sedang marah, maka kata-kata atau emosi nada yang dihasilkan, akan membuat orang lain yang mendengarnya bisa mengerti atau merasakan bahwa ada kemarahan didalam lagu tersebut.

Ketika saya menulis sebuah artikel, maka saya harus berada didalam suasana yang tenang untuk menghasilkan sebuah tulisan yang baik. Apabila suami saya mengajak saya berbicara atau memutar lagu atau menyalakan televisi dengan suara yang keras, maka konsentrasi, perasaan, dan pikiran saya bisa langsung terhenti dan tidak akan bisa segera melanjutkan sesuatu yang sedang saya tulis.

Ketika jiwa saya tertekan, karena mungkin saya sedang mengalami masalah, saya sedang bersedih, atau saya sedang dimarahi oleh seseorang, maka saya tidak akan bisa menghasilkan sebuah tulisan yang baik, yang mudah dipahami, dan memiliki alur yang jelas. Akibatnya orang akan bingung ketika harus membaca tulisan saya. Dengan berlatih, mungkin saya bisa tetap menulis bila diharuskan, tetapi hasilnya tidak akan maksimal, bila dibandingkan dengan hasil tulisan disaat saya menulis dalam keadaan jiwa saya sedang baik-baik.

Sama seperti halnya bermusik. Untuk menemukan suatu nada dalam sebuah lagu baru yang harus dimainkan, tentu mudah bagi seseorang yang sudah mengerti dan berpengalaman dibidangnya. Tetapi, tetap saja seseorang akan memerlukan waktu dan harus menggunakan seluruh pikiran, perasaan, serta hatinya, untuk menemukan suatu nada tertentu itu. Apabila dia ditekan untuk segera menemukan nada itu, baik karena terburu-buru oleh waktu atau seseorang sedang memiliki mood yang tidak bagus, maka jiwanya secara tidak langsung akan ikut tertekan, dan akibatnya dia tidak akan mampu menemukan nada itu dengan mudah.

Pada suatu hari ketika suami saya memimpin sebuah pujian dan harus berlatih, dia memberikan sebuah waktu untuk seseorang didalam tim musik untuk menemukan nada didalam lagu yang ingin dinyanyikan. Suami saya berkata agar seluruh tim membiarkan seseorang itu untuk berkonsentrasi, menggunakan seluruh pikiran dan perasaannya sendiri tanpa merasa tertekan dan terburu-buru oleh waktu.

Pada awalnya seseorang itu mungkin khawatir ada anggota tim lain yang terburu-buru ingin segera menyelesaikan waktu latihan itu sehingga dia berkata “tidak bisa” dan segera menyerah. Tetapi suami saya mengatakan bahwa semua akan menunggu dengan sabar sampai dia bisa menemukan nada itu. Dan seseorang itu akhirnya berusaha dan dalam waktu singkat dia bisa menemukan nadanya.

Tidak ada orang yang bisa melakukan sesuatu dengan baik dibawah tekanan. Hanya orang yang bisa menikmati suatu tugas tertentu yang bisa menyelesaikan tugas itu dengan baik. Target untuk harus menyelesaikan atau mencapai sesuatu didalam hidup ini pasti ada. Dengan memaksimalkan pemikiran, perasaan, dan hati maka target pasti tercapai.

Yesaya 30:15 berkata “…dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu”. Didalam jiwa yang tenang, ada kreatifitas yang luar biasa yang bisa dimunculkan dari dalam diri seseorang.

Bila kita memahami hal ini, maka kita mengerti ketika kita ingin memunculkan hal-hal yang luar biasa maka selain berlatih, kita harus memadukan seluruh pemikiran, perasaan, dan hati yang menghasilkan jiwa yang tenang untuk berkreatifitas.

Dan bila kita ingin mempunyai tim yang luar biasa, atau ingin melihat seseorang itu bisa melakukan sesuatu lebih daripada sekedar bisa, maka kita harus bersedia dengan berbesar hati untuk memberikan dukungan agar seseorang itu dapat menjadi tenang dan terpacu untuk menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Tuhan memberkati!

**idea by Frankly Reynold Malumbot

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+singing&hl=id&sa=X&biw=1280&bih=707&tbm=isch&prmd=imvns&tbnid=HUXXoKDzNOtf_M:&imgrefurl=http://magiccowsapiajaib.blogspot.com/2011/08/mengapa-penting-belajar-menyanyi_7438.html&docid=tyHq5dUog94KMM&imgurl=http://4.bp.blogspot.com/-xkGeh5XMRNY/Tjwc_1JIM_I/AAAAAAAAABo/-9bUNUvTJS0/s1600/Singing%2525252420cartoon.jpg&w=170&h=169&ei=4CBtUOuTLs2Prgf624HoDQ&zoom=1&iact=hc&vpx=886&vpy=316&dur=2251&hovh=135&hovw=136&tx=93&ty=91&sig=115066408690274837010&page=1&tbnh=135&tbnw=136&start=0&ndsp=18&ved=1t:429,r:16,s:0,i:117

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s