Hanya Karena Kebiasaan


Tak terasa, sudah satu tahun lebih beberapa bulan, hampir setiap hari saya selalu membuat masakan untuk makan malam kami, dan juga sesekali untuk suami saya bawa sebagai menu makan siangnya. Saya gembira ketika mengetahui ada beberapa menu masakan yang saya buat, yang sangat disukai oleh suami saya.

Bila sekarang mengingat saat saya pertama kali belajar memasak, ingin rasanya semua masakan itu saya buat sendiri. Namun apa daya, untuk memotong daging saja saya bingung harus memulai dari arah mana, dan untuk memotong sayur-sayuran saya harus mengingat-ingat menu yang tersaji bila saya mampir ke restaurant atau yang dibuat oleh mami saya. Apalagi untuk menentukan bumbu-bumbunya, saya benar-benar tidak mengerti apa yang diperlukan untuk setiap menunya. Sehingga seringkali ide-ide untuk membuat masakan itu berakhir dengan kekecewaan.

Dulu masakan saya selalu penuh dengan kekurangan, entah terlalu asin, terlalu matang, dan bahkan pernah ada satu makanan yang sama sekali tidak bisa dinikmati. Tetapi hari ini, ketika saya mendapatkan ide dari seorang teman untuk kembali mencoba memasak capjay, saya sungguh sangat bersyukur karena paling tidak saya tidak perlu berjam-jam merasa kebingungan didalam dapur dan tidak perlu terlalu khawatir bila rasanya tidak enak.

Padahal dulu untuk membuat capjay saya perlu waktu berjam-jam untuk memikirkan apa yang harus saya lakukan. Dan saya sudah pernah mencoba untuk membuat capjay sebanyak tiga kali dan tidak pernah berhasil.

Seperti yang pernah saya informasikan pada artikel saya terdahulu, sebelum menikah saya hanya bisa memasak mie instan, membuat puding, dan memasak nasi dengan menggunakan rice cooker. Setelah menikah, sebagai seorang istri, tentu saya juga ingin belajar memasak. Bila pada awalnya kacau balau, tetapi berkat dukungan dari suami dan setiap hari saya mau berusaha untuk belajar, maka walau pun tidak benar-benar ahli, akhirnya saya bisa memasak.

Intinya, didalam kehidupan ini, karakter kita dan semua hal yang dapat kita lakukan dengan baik, sebenarnya hanya karena kebiasaan. Seandainya saja saya hanya belajar memasak sebanyak satu bulan satu kali, maka mungkin sampai sekarang saya tidak bisa masak capjay dengan lebih baik lagi.

Sama seperti halnya pelajaran Fisika di sekolah, kita perlu terbiasa untuk menggunakan rumus-rumusnya, sehingga pertanyaan sesulit apa pun tentu kita bisa menjawabnya dengan baik. Dan pekerjaan di kantor bagi kita yang sudah bekerja, pada awalnya mungkin membingungkan, tetapi setelah beberapa waktu lamanya kita terus mengerjakannya, maka kita akan menjadi terbiasa dan ahli didalam menyelesaikannya.

Kita dapat bersikap anggun saat makan malam bersama banyak orang dan dapat berbicara dengan baik juga terdapat faktor kebiasaan didalamnya. Sebagai pelayan mimbar, yang setiap bulan mendapatkan jadwal untuk melayani, lambat laun tidak akan merasa demam panggung lagi.

Selanjutnya, didalam kehidupan ini, kita ingin menjadi seseorang yang seperti apa, tentu kita harus membiasakan diri setiap harinya, untuk melatih diri kita hingga menjadi seseorang yang seperti kita inginkan.

Bila kita ingin memiliki otot-otot tubuh seperti olahragawan, maka kita harus membiasakan diri kita untuk berolah raga setiap hari hingga terbentuk otot-otot tubuh seperti yang kita harapkan.

Bila kita ingin menjadi seorang pemimpin yang baik, maka kita harus membiasakan diri kita untuk belajar banyak hal. Bukankah seorang pemimpin harus mengerti pekerjaan para bawahannya? Jadi selama kita masih menjadi seorang bawahan, kita dapat menggunakan kesempatan itu untuk belajar banyak hal, yang mungkin ada kalanya seorang pemimpin tidak tahu mengenai hal itu, sehingga pada saat kita dipercaya untuk menjadi seorang pemimpin, maka kita sudah mengerti apa yang harus kita lakukan.

Bila kita ingin memiliki karakter yang baik, maka kita harus membiasakan diri untuk bersikap sopan misalnya, lebih menghargai orang lain, menjaga hati dan pikiran kita dengan selalu berusaha untuk bisa melihat sudut pandang yang positif, dan banyak hal lainnya yang harus kita biasakan agar kita bisa menjadi seperti yang kita pikirkan bahwa hal itu baik.

Bila kita ingin peka akan suara Tuhan, maka kita harus memiliki hubungan yang sangat baik dengan Tuhan dan menjadi terbiasa untuk menaati Firman Tuhan, juga belajar untuk membedakan keinginan pribadi dan suara Roh Kudus.

Kita tidak bisa mengharapkan sesuatu yang baik yang terjadi didalam kehidupan kita bila kita membiasakan diri dengan hal-hal yang buruk. Dan sesuatu akan menjadi kebiasaan bila kita melakukannya berulang-ulang. Itulah sebabnya, kesalahan dapat kita pakai sebagai suatu pembelajaran, tetapi tidak bisa kita jadikan sebagai suatu kebiasaan agar kita tidak terus menerus melakukan kesalahan.

Seperti halnya dengan sesuatu yang baik perlu kita bangun dalam waktu yang sangat lama, dan kita dapat menghancurkannya hanya dalam waktu sedetik dengan sebuah perilaku yang buruk, demikian pula untuk sebuah kebiasaan yang baik, kita perlu melakukannya berulang-ulang hingga menjadi sebuah kebiasaan. Tetapi untuk sebuah kebiasaan yang buruk, kita hanya perlu melakukannya sekali, maka kita akan cepat beradaptasi dengannya. Oleh karena itu kita perlu extra berhati-hati dengan kebiasaan yang buruk. (I Korintus 15:33 ā€œJanganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baikā€).

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+help&hl=id&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=p4oBE-QZhdnGWM:&imgrefurl=http://help.com/post/74457-tell-me-name-of-that-short-cartoon&docid=sYuh7NV8fdm5wM&imgurl=http://help.com/user-avatars/ab/user-photo-59185-87408.jpg&w=256&h=256&ei=f5N_UKORJoforQfdyIDIBA&zoom=1&iact=hc&vpx=350&vpy=215&dur=630&hovh=204&hovw=204&tx=119&ty=115&sig=115066408690274837010&page=1&tbnh=147&tbnw=165&start=0&ndsp=25&ved=1t:429,r:13,s:0,i:101

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s