Feel Free To Worship God


Suami saya adalah seseorang yang sangat menyukai musik. Sebagian besar penyanyi dan lagu-lagu rohani mau pun sekuler dia mengetahuinya. Di rumah, dapat dikatakan hampir setiap pagi dia memutar lagu-lagu rohani untuk mengawali hari kami, didalam perjalanan dia juga suka memutar lagu-lagu rohani mau pun lagu sekuler, dan ada kalanya sepulang dari kantor dia juga mengajak saya untuk mendengarkan musik.

Suami saya tidak hanya sekedar mengagumi penyanyi rohani tetapi juga mengagumi penyanyi sekuler. Beberapa kali saya diberitahu oleh suami saya bahwa penyanyi lagu sekuler itu ternyata juga anak Tuhan. Hingga pada suatu hari saya berpikir mengapa para penyanyi yang mengaku bahwa dirinya anak Tuhan tidak memilih untuk memberkati gereja mereka dan album rohani saja? Karena menurut saya mereka sangat bagus.

Dan ternyata salah satu alasan mereka lebih memiliki untuk terjun di dunia sekuler karena setiap orang yang memiliki jiwa seni itu sering merasa dibatasi oleh adanya aturan-aturan yang ada didalam gereja, sehingga akhirnya jiwa seni yang mereka miliki tidak benar-benar dapat dikembangkan secara maksimal. Sedangkan diluar gereja, mereka bisa berkarya dengan lebih leluasa dan menjadi maksimal.

Tidak hanya sekedar membuat sebuah karya yang luar biasa dan menjadi maksimal diluar gereja, tetapi mereka juga tahu bahwa untuk menjadi berkat mereka tidak harus berdiam diri didalam gereja, tetapi mereka juga memiliki ‘misi’ untuk memberkati dunia walau pun mereka bekerja di dunia sekuler. Didalam keberhasilan yang mereka raih, mereka juga selalu mengucapkan terima kasih kepada Tuhan karena mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan itu Tuhan yang memberkati.

Mazmur 150 berkata “Haleluya! Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat! Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat! Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi! Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling! Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan! Haleluya!”.

Kita tidak pernah tahu bagaimana cara Raja Daud memuji dan menyembah Tuhan karena kita tidak pernah hidup di jaman itu, tetapi Firman Tuhan tidak pernah menuliskan secara terperinci bagaimana sikap kita yang seharusnya saat memuji dan menyembah Tuhan, sehingga seharusnya kita juga tidak perlu terlalu menjadi kaku didalam memuji dan menyembah Tuhan.

Saya adalah seseorang yang sangat sulit untuk duduk diam sambil berkonsentrasi dalam waktu yang lama, sehingga saya lebih suka melakukan seluruh kegiatan saya sambil berdoa dan bernyanyi. Jadi dalam keadaan berkeringat sambil membersihkan rumah dan memasak, juga saat berada didalam kamar mandi, saya tidak segan-segan berteriak, memuji, dan menyembah Tuhan, bahkan tak jarang saya mampu merasakan hadirat Tuhan hingga saya menangis saat membersihkan rumah, karena merasakan betapa baik Tuhan itu.

Lalu apakah Tuhan menjadi marah dan merasa tidak dihormati karena saya datang didalam doa dan pujian tanpa menggunakan pakaian yang rapi dan tubuh yang masih berkeringat?

Seringkali orang berkata kita sudah bersikap membuat malu diri sendiri hanya karena melompat-lompat, bergoyang ke kanan dan ke kiri, bertepuk tangan, dan mengangkat tangan saat memuji dan menyembah Tuhan. Bahkan ada orang-orang yang merasa aneh bila kita sampai menangis dan bersujud. Sehingga akhirnya kita bersikap sangat kaku saat memuji dan menyembah Tuhan.

Mazmur berisikan tentang berbagai pujian kepada Tuhan, ada pujian karena kesedihan dan ada pujian karena kemenangan. Kita tidak pernah tahu bagaimana sesungguhnya sikap ketika pujian kemenangan yang tertulis di Mazmur itu dinyanyikan. Tetapi tentu bisa kita bayangkan, bila kita mendapatkan kabar gembira, tentu reaksi kita tidak dapat terduga, dalam arti kita bisa melompat, kita bisa berteriak-teriak kegirangan, dan kita juga bisa menari-nari. Dan reaksi itu sebenarnya sangat wajar. Tetapi ada orang-orang yang memang bisa merasa risih ketika melihatnya.

Persoalannya adalah kita memuji dan menyembah untuk Tuhan. Sebagai orang tua tentu kita akan merasa senang bila kita melihat anak-anak kita melompat-lompat dan berteriak kegirangan untuk menyenangkan hati kita. Demikian pula Tuhan, juga akan sangat gembira bila bisa melihat kita dengan bebas memuji dan menyembahNya, demi menyenangkan hatiNya.

Jangan batasi diri kita dengan pemikiran dan sudut pandang yang sempit mengenai cara memuji dan menyembah Tuhan sehingga akhirnya kita tidak berani memuji dan menyembah Tuhan dengan leluasa! Memuji dan menyembah adalah salah satu bentuk ekspresi atau gambaran sikap kita didalam mensyukuri anugerah dan kebaikan Tuhan. Tentu hanya kita yang tahu bagaimana cara mengungkapkan rasa syukur kita kepada Tuhan, dan tidak ada orang lain yang berhak untuk menilainya, kecuali Tuhan.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+cartoon+praise+God&hl=id&sa=G&biw=1280&bih=707&tbm=isch&prmd=imvns&tbnid=QN1CVh7U3wzCUM:&imgrefurl=http://www.dobhran.com/greetings/GRinspire587.htm&docid=_fXNNw5mBuc5QM&imgurl=http://www.dobhran.com/images2/moses_kneel_praising_god_hg_wht_st.gif&w=286&h=364&ei=PdSEUMmLAsqtrAfLloDADw&zoom=1