Persamaan yang Menimbulkan Kekacauan


Ada orang-orang yang mungkin pernah berpikir, apabila dia bekerjasama dengan orang yang memiliki karakter yang sama dengannya, maka usaha yang dikerjakan pasti berhasil, karena mereka memiliki pemikiran dan tujuan yang sama. Mungkin ada juga yang berpikir saat kita memilih seorang teman, maka akan menyenangkan bila seorang teman itu memiliki karakter yang mirip seperti kita, karena akan terasa lebih mudah untuk beradaptasi satu dengan yang lain.

Ada juga orang-orang yang mungkin berpikir, akan menjadi sangat tepat bila kita mendapatkan seseorang untuk menjadi pasangan kita, yang memiliki sifat dan karakter yang mirip dengan kita, sehingga hubungan akan lancar, usia hubungannya panjang atau abadi, dan kehidupan pernikahan akan menjadi sangat bahagia.

Tidak dapat dipungkiri bahwa persamaan itu belum tentu dapat menjadi hal yang membosankan. Sebagai contoh, apabila kita sedang bersama seorang teman yang memiliki kegemaran yang sama, yaitu menikmati beberapa menu makanan yang sama, maka tentu hal itu akan lebih memudahkan didalam memilih menu makanan ketika tiba waktunya untuk makan siang atau makan malam.

Tetapi persamaan bukan berarti dapat membuat kita memiliki beribu alasan untuk menjadi terlalu khawatir pada sebuah perbedaan atau menolak perbedaan.

Sebuah keluarga, yang terdiri dari papa, mama, dan kedua orang anak. Mereka semua tinggal didalam satu rumah dan memiliki sifat-sifat yang kuat, yang dapat dikatakan mirip atau hampir sama, yaitu pemalas, keras kepala, sulit untuk menerima pendapat orang lain, egois, dan sombong.

Orang lain yang pernah bekerjasama dengan mereka selalu mengakui bahwa mereka adalah orang-orang yang sangat pintar. Tetapi bisa dibayangkan, didalam rumah, karena masing-masing dari mereka adalah orang-orang yang pemalas, maka rumah mereka selalu bau, selain pintu dan jendela rumah jarang sekali dibuka, piring yang sudah dipakai untuk menikmati makanan tidak langsung dicuci, dan pakaian bekas pakai tergeletak di sembarangan tempat.

Mereka juga dikatakan sebagai orang-orang yang sulit untuk menerima pendapat orang lain dan keras kepala, jadi bisa kita bayangkan, didalam rumah masing-masing anggota keluarga selalu bertahan pada pendapatnya masing-masing. Selanjutnya, orang tua selalu ingin dihormati sehingga sulit untuk menerima masukan dari anak-anaknya, dan sebaliknya anak-anak juga merasa lebih tahu sehingga tidak dapat menerima pendapat orang tuanya, apalagi kakak adik yang selalu memiliki pemikirannya masing-masing.

Masing-masing anggota keluarga adalah orang-orang yang egois, yang selalu ingin didahulukan, dan tidak pernah merasa puas dengan bantuan yang sudah pernah diberikan, sehingga selalu berakhir dengan sikap saling menyalahkan. Tanpa disadari oleh mereka, setiap pujian yang diberikan untuk mereka berakhir dengan kesombongan didalam hati, yang membuat mereka akan mudah merasa sangat kecewa apabila ada orang-orang yang menurut mereka telah bersikap kurang menghormati.

Bisa kita bayangkan, bila didalam satu atap, tinggal beberapa orang yang memiliki sifat buruk yang sama, maka kekacauanlah yang akan ditimbulkannya. Seandainya didalam satu atap tinggal beberapa orang yang memiliki sifat baik yang sama, mungkin saja pada awalnya terasa menyenangkan, tetapi bila kita bayangkan selamanya akan hidup seolah-olah tanpa pertengkaran karena masing-masing sudah saling mengerti, maka kita mungkin tidak akan ‘terasah’ dan kita juga akan mengerti bahwa cepat atau lambat akan timbul kebosanan.

Pada dasarnya, Tuhan menciptakan kita semua tentu memiliki perbedaan dan persamaan. Bila kita mencari hanya persamaannya saja, maka kehidupan juga tidak akan menjadi lebih baik. Jadi akan lebih seimbang bila kita juga bisa menikmati kehidupan dan menerima adanya perbedaan.

Bekerjasama dengan orang yang berbeda karakter dengan kita, mungkin dia adalah seseorang yang keras dan kita adalah seseorang yang lebih sabar, sebenarnya dapat membuat kita justru lebih terpacu untuk bekerja dengan lebih tepat waktu misalnya. Berteman dengan orang-orang yang berbeda karakter, juga dapat membuat kita belajar lebih banyak darinya. Dan menikah dengan orang-orang yang kita katakan berbeda dengan kita, juga belum tentu tidak dapat membuat kita bahagia.

Bhineka Tunggal Ika adalah semboyan negara Indonesia, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Di Indonesia ada berbagai macam suku, pulau, dan bahasa. Mungkin kita tidak dapat saling mengerti atau mengikuti kebiasaan hidup orang-orang yang berbeda tempat tinggal, berbeda suku, dan berbeda bahasa dengan kita. Tetapi perlu kita ingat bahwa sebagai rakyat Indonesia, tentu kita memiliki persamaan, paling tidak sama-sama memiliki keinginan untuk hidup damai. Perbedaan dengan satu tujuan, dapat membuat kita hidup saling melengkapi.

Satu hal yang perlu kita ingat adalah kita bukan orang yang lebih baik dari orang lain, melainkan memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk bersikap racist dan saling menjelekkan satu dengan yang lain. Bukankah perbedaan itu indah? Kita dapat menikmati menu makanan yang lezat dari berbagai-bagai daerah. Kita dapat menikmati keindahan alam pulau-pulau di Indonesia. Kita juga dapat belajar dari tata cara kehidupan yang unik dan penuh makna yang tak kalah baiknya dengan tata cara kehidupan yang kita jalani selama ini.

Tuhan yang menciptakan perbedaan, lalu apa hak manusia untuk membeda-bedakannya?

Kisah Para Rasul 10:34-35 “Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepadaNya”

**picture I taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+same&hl=id&sa=X&biw=1280&bih=707&tbm=isch&prmd=imvns&tbnid=tzgKVpx80BjwCM:&imgrefurl=http://www.chirpychimp.com/Personalies-Cards-Civil-Partnership-Greeting-Cards/Personalised-Civil-Partnership-Greeting-Cards-Male-Cartoon-Card&docid=uSppRULH3HxP1M&imgurl=http://www.chirpychimp.com/lg_images/Same-Sex-Cartoon-Card.png&w=565&h=800&ei=NMWIUNedNsGuiQfk74GYCg&zoom=1&iact=hc&vpx=172&vpy=327&dur=2977&hovh=267&hovw=189&tx=115&ty=155&sig=115066408690274837010&page=2&tbnh=138&tbnw=93&start=24&ndsp=29&ved=1t:429,r:10,s:20,i:159

**picture II taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+bhineka+tunggal+ika&hl=id&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=6mLcPqolAFydJM:&imgrefurl=http://id.wikipedia.org/wiki/Bhinneka_Tunggal_Ika&docid=B0q_jfcPo5TtXM&imgurl=http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/archive/6/65/20120912084714!Coat_of_Arms_of_Indonesia_Garuda_Pancasila.svg/220px-Coat_of_Arms_of_Indonesia_Garuda_Pancasila.svg.png&w=220&h=237&ei=AMaIUL6GI8ejiged4IGYDw&zoom=1&iact=hc&vpx=187&vpy=144&dur=260&hovh=189&hovw=176&tx=94&ty=131&sig=115066408690274837010&page=1&tbnh=118&tbnw=110&start=0&ndsp=23&ved=1t:429,r:0,s:0,i:62

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s