Masalah Melahirkan Ide


Sejak usia saya empat tahun, saya sudah mulai menari. Saya pikir, kemampuan saya untuk menari sepertinya berasal dari keluarga dari mami saya, yang sebagian besar juga sangat suka menari. Saya memiliki seorang sepupu yang sampai saat ini menekuni dunia tari balet di Sydney, Australia. Dan bila ada acara keluarga dari pihak mami saya, maka di akhir acara biasanya mereka memutar lagu dan berdansa. Selama kurang lebih dua puluh dua tahun saya menari dan saya sangat menikmatinya.

Hingga pada suatu saat saya mulai mencoba menulis sebuah artikel dan berlanjut pada tulisan-tulisan saya yang lain, saya akhirnya memilih untuk berhenti menari. Saya memiliki arsip artikel yang pernah saya tulis sejak tahun 2008. Terhitung sampai hari ini, total tulisan saya lebih dari dua ratus artikel banyaknya.

Saya secara pribadi tidak terlalu mengerti apa yang membuat saya tiba-tiba sangat suka menulis. Saya juga tidak tahu bakat menulis saya berasal dari siapa. Tetapi yang saya tahu, ratusan ide yang saya dapatkan itu datangnya dari Tuhan. Saya bisa mendapatkan ide dari pengalaman orang lain, dan sebagian besar dari pengalaman saya secara pribadi.

Akhir-akhir ini, saya sepertinya kehabisan ide menulis. Lebih dari satu bulan saya bingung harus menuliskan apa dan akhirnya saya memilih untuk mengikuti keadaan, jadi saya tidak menulis artikel apa pun, karena saya juga tidak bisa memaksakan diri saya untuk menulis tanpa ide. Saya sudah berdoa, dan saya tetap tidak mendapatkan ide.

Sampai pada suatu hari dimana satu masalah yang menjadi pergumulan saya dan suami saya akhirnya mendapatkan solusinya, tiba-tiba saya bisa mendapatkan sebanyak tiga ide tulisan dari satu masalah itu. Tentu saya merasa sangat senang dan sangat bersyukur, akhirnya saya mendapatkan ide untuk menulis.

Saat saya bersyukur itu, saya seperti mendapatkan sebuah pengertian yang baru bahwa masalah beserta solusinya dapat memberikan kita sebuah ide untuk berkreasi dan bila dalam komunitas, kita bisa bersaksi. Itu sebabnya, Tuhan mengijinkan masalah, bukannya tanpa solusi, melainkan selalu ada solusi untuk mengatasi setiap masalah. Tujuannya agar kita dapat memuliakan Tuhan.

Hidup kita ini bertujuan untuk memuliakan Tuhan. Jadi kita bisa memuliakan Tuhan salah satunya bila kita mendapatkan masalah dan mengakhiri masalah tersebut dengan solusi yang diberikan Tuhan bagi kita. Itu sebabnya, kita tidak perlu heran bila selama kita hidup, kita akan selalu bertemu dengan masalah.

Mungkin kita berpikir, tanpa masalah, selama kita hidup bahagia dan hidup kita baik-baik saja, kita tentu akan lebih mudah untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Tetapi realitanya, kehidupan yang baik-baik saja biasanya sulit untuk memberikan jawaban atas permasalahan orang lain. Bukankah akan lebih mudah untuk bersaksi kepada orang lain yang sedang mengalami sebuah masalah, apabila kita sudah pernah melewati masalah yang serupa? Dengan demikian, kesaksian kita akan lebih memberkati orang lain itu.

Mungkin kita juga berpikir, tanpa masalah, selama kita hidup bahagia dan hidup kita baik-baik saja, kita juga masih bisa menemukan ide-ide yang baru. Bahkan mungkin bila kita sedang mengalami masalah, justru kita akan sulit untuk berpikir dan menemukan ide-ide yang baru.

Kehidupan yang dipenuhi dengan masalah tanpa solusi tentu juga tidak dapat memberikan sebuah kesaksian dan tidak dapat menimbulkan ide. Akhir-akhir ini ada begitu banyak hal yang sedang kami pergumulkan, mungkin saja hal itu merupakan salah satu penyebab saya sulit mendapatkan ide untuk menulis, karena pikiran saya dipenuhi dengan berbagai persoalan.

Tetapi persoalan yang disertai dengan solusi yang akhirnya dapat menimbulkan sebuah ide yang baru. Bagi saya yang menyukai bidang menulis, dari persoalan yang saya alami beserta solusi yang akhirnya saya dapatkan, dapat menimbulkan ide tulisan yang baru, yang diharapkan dapat memberkati Para Pembaca.

Mungkin bagi seorang penyanyi, sebuah persoalan dengan solusinya, dapat menimbulkan sebuah ide untuk menuliskan sebuah lagu yang dapat memberkati orang lain. Karena solusi adalah salah satu berkat Tuhan yang diberikan bagi kita untuk menyelesaikan persoalan. Dengan adanya solusi, akhirnya kita dapat bersukacita dan mampu bercerita dengan cara kita sendiri untuk memberkati orang lain.

Bila berbicara mengenai kehidupan yang baik-baik saja, tentu kita tidak perlu repot untuk menceritakannya kepada orang lain, karena tidak ada orang yang perlu belajar untuk tersenyum di saat kehidupannya sedang baik-baik saja. Tetapi seseorang perlu belajar untuk mengucap syukur dan untuk tetap percaya kepada Tuhan saat sedang mengalami masalah, hingga akhirnya Tuhan menjawab doa-doa mereka. Dari pembelajaran itu, seseorang dapat membagikannya kepada orang lain yang memerlukannya.

Tuhan mengijinkan persoalan terjadi, tentu dengan solusi, agar kita dapat menemukan ide untuk memberkati orang lain, dan pada akhirnya, memuliakan nama Tuhan.

Tuhan memberkati.

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+cartoon+problem+and+idea&um=1&hl=id&sa=N&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=z4kngPP9bMZ2MM:&imgrefurl=http://www.enspark.com/crowdsourcing-useful-or-a-hindrance-to-the-overall-learning-process/&docid=dY9WMwfjvxKaTM&imgurl=http://enspark.com/blog/wp-content/uploads/2011/10/crowdsourcing-cartoon.jpg&w=518&h=373&ei=1PGRUL_nMNHMrQf-y4CoDA&zoom=1&iact=hc&vpx=334&vpy=155&dur=3458&hovh=190&hovw=265&tx=234&ty=152&sig=115066408690274837010&page=1&tbnh=142&tbnw=198&start=0&ndsp=24&ved=1t:429,i:68

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s