Dari Dalam Keluar


Ada begitu banyak orang yang melakukan kesalahan, namun tidak menyadari bila ia telah melakukan kesalahan. Salah satu kesalahannya adalah bersikap menjadi berkat bagi orang lain tetapi ‘lupa’ untuk menjadi berkat bagi keluarganya sendiri.

Ada seorang bapak yang sangat suka memberi kesaksian pada setiap pertemuan gereja. Kesaksiannya sungguh menarik banyak perhatian dan menjadi berkat bagi banyak orang. Kelihatannya orang-orang sangat iri melihat kearifan seorang bapak ini dan bahkan tak jarang yang mungkin akan merasa sangat beruntung apabila bisa menjadi salah satu anggota keluarganya.

Tetapi di sisi lain yang mungkin tidak banyak orang tahu, ada kejadian yang sebaliknya. Didalam rumah, istrinya selalu menderita karena selalu menjadi sasaran kemarahan seorang bapak apabila terjadi sesuatu yang berada diluar kehendaknya. Anak-anaknya tidak dapat memiliki teladan dan hubungan yang dekat dengan ayahnya karena seorang bapak ini memiliki figur seorang ayah yang sangat keras kepala dan egois.

Ada juga seorang ibu yang memiliki begitu banyak kegiatan didalam gereja, terlihat sangat ramah terhadap semua orang, dan sangat suka membantu. Tak heran bila orang-orang cepat memercayainya dan selalu menceritakan isi hatinya kepada seorang ibu itu.

Tetapi didalam keluarganya, seorang ibu ini ternyata memiliki kepribadian yang selalu ingin dituruti apabila ada keinginan dan suka memiliki pemikirannya sendiri. Seringkali suami dan anak-anaknya harus mengabaikan kepentingannya demi melaksanakan keinginan seorang ibu ini. Tak hanya itu, seorang ibu ini juga sering salah paham terhadap maksud hati suami dan anak-anaknya. Sehingga tak heran bila mereka sering bertengkar.

Ada juga seorang pemuda yang sangat suka mengikuti kegiatan didalam gerejanya. Dia memberikan pelatihan musik secara gratis bagi jemaat baru yang ingin terlibat didalam pelayanan dan didalam beberapa kesempatan dia juga sering menerima tawaran untuk membagikan pengalaman, sekaligus memberikan pengajaran tentang Firman Tuhan.

Tetapi seorang pemuda ini tidak pernah membantu pekerjaan didalam rumah, tidak pernah memiliki waktu untuk orang tua dan saudara-saudaranya, dan selain waktu tidur dia akan selalu berada diluar rumah, sehingga dia menjadi seseorang yang seolah-olah hanya memiliki kehidupannya sendiri dan tidak pernah memerhatikan kebutuhan keluarganya.

Mungkin masih ada begitu banyak cerita dimana seseorang atau diri kita sendiri, terlihat memiliki prestasi yang sangat cemerlang didalam gereja dan pekerjaannya, namun di sisi kehidupan yang lain, yang mungkin tak ada orang yang belum pernah melihatnya, seseorang ini dapat terlihat begitu berani mengabaikan keluarganya sendiri, hingga keluarganya sendiri tidak dapat merasakan perhatian, kehangatan, dan kebaikannya.

Percayalah, cepat atau lambat, orang-orang yang begitu kagum akan prestasi kita yang luar biasa diluar rumah, dan kemudian suatu saat mengetahui bahwa kita ternyata tidak benar-benar dapat mencintai dan memiliki ‘prestasi’ didalam rumah, maka suatu saat tidak hanya anggota keluarga kita yang akan menjadi sangat kecewa terhadap kita, tetapi orang-orang diluar rumah juga akan menjadi kecewa terhadap kita.

Tidak mudah untuk menjadi berkat didalam keluarga karena mereka adalah orang-orang yang paling mengenal kita dan tidak mungkin bisa ‘tertipu’ dengan kebaikan yang hanya terpancar diluarnya saja. Kita juga tidak akan betah berlama-lama mampu bersikap sangat baik terhadap anggota keluarga yang mungkin kita kenal mereka sebagai seseorang yang sangat menjengkelkan.

Tidak hanya didalam keluarga, tetapi orang-orang terdekat atau orang-orang yang setiap hari selalu ada bersama-sama dengan kita, cepat atau lambat akan segera mengetahui kekurangan atau sisi negatif diri kita.

Oleh karena itu, alangkah baik bila kita memiliki kebaikan yang berasal dari dalam dan terpancar keluar, dalam arti menjadi berkat bagi keluarga dan orang-orang terdekat kita, hingga menjadi berkat bagi orang lain. Tidak ada kepura-puraan didalam berbuat kebaikan dan bersikap tulus terhadap semua orang, sehingga kesaksian kita lahir tidak hanya sekedar cerita tetapi benar-benar kita alami.

Perlu juga kita mengetahui bahwa musuh kita di alam roh seringkali berusaha mengacaukan hidup kita dimulai dengan kekacauan didalam keluarga. Selanjutnya tanpa usaha yang keras, kekacauan didalam keluarga itu akan mengacaukan seluruh aspek kehidupan kita, seperti pelayanan dan pekerjaan kita.

Itu juga sebabnya, jangan kita menjadi pengacau rumah tangga orang lain agar kita tidak menjadi seseorang yang digunakan oleh musuh di alam roh untuk menghancurkan kehidupan orang lain! Selanjutnya, yang terutama, hiduplah menjadi berkat bagi pasangan dan keluargamu, kemudian menjadi berkat bagi orang lain juga!

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+family+and+church&hl=id&tbo=d&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=2dkoIIaIOBxObM:&imgrefurl=http://verticallivingministries.com/2012/05/13/10-reasons-for-going-to-church-by-theodore-roosevelt/&docid=KEez99LbwEOIKM&imgurl=http://verticallivingministries.files.wordpress.com/2012/05/family-going-to-church-cartoon-image.jpg&w=221&h=228&ei=kl-kUPGAIJHprQfOnIHADw&zoom=1&iact=hc&vpx=653&vpy=281&dur=3544&hovh=182&hovw=176&tx=133&ty=147&sig=115066408690274837010&page=2&tbnh=154&tbnw=164&start=31&ndsp=35&ved=1t:429,r:41,s:0,i:190

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s