Siap Menerima Berkat


Panasnya cuaca di Indonesia, membuat hampir semua orang seperti sedang merasakan sebuah musim kekeringan. Tak heran bila kita sering mendengar orang berteriak menanti-nantikan curahan hujan, atau melihat orang berlarian ingin segera berteduh di sebuah tempat yang sejuk. Minuman dingin tentu sangat laris di musim panas ini.

Saya sendiri sejak kecil sangat suka dengan hujan, karena selain bau tanah yang basah terkena air hujan memberikan kesukaan tersendiri, saya juga senang dengan kesejukan yang dibawa oleh air hujan, membuat saya dapat tidur dengan nyenyak, dan ada perasaan nyaman tersendiri yang dapat saya rasakan.

Sampai sekitar dua tahun yang lalu, ketika saya sedang menikmati curah hujan di sebuah ruang kamar, saya membaca status Facebook seorang teman yang mengeluh karena dia harus melewati hujan dengan motornya, dan ada juga seorang teman yang lain yang mengeluh harus membersihkan rumah karena atap rumahnya yang bocor.

Beberapa menit lamanya saya merenungkan saat saya sedang bersenang-senang menikmati curah hujan, ternyata ada orang-orang yang mengalami kesusahan karena curah hujan. Saya akhirnya mengerti, teman-teman saya itu selama ini memang tidak benar-benar menyukai hujan, dan mereka juga tidak terlalu mengeluh dengan cuaca panas, karena kondisi yang sedang ada pada mereka. Padahal bagi saya, hujan itu benar-benar seperti berkat yang sedang Tuhan curahkan bagi saya.

Beberapa hari yang lalu, saat hujan kembali turun, saya mendengar seorang tetangga berteriak mengajak seluruh anggota keluarganya untuk ‘kerja bakti’ dan saya melihat mereka bekerja keras untuk mengeluarkan air yang masuk kedalam rumah mereka. Saat hujan berhenti, saya melihat sebuah ekspresi yang merasa sangat lega karena akhirnya mereka tak perlu bekerja keras lagi.

Berkaitan dengan cerita tersebut diatas, saya mendapatkan bahwa didalam kehidupan ini, setiap detik, kita dapat mendengar ada begitu banyak orang yang mencari-cari berkat. Saat kita mendengar kata berkat, pada umumnya yang terbayang di benak kita adalah berkat materi dan berkat kesehatan.

Ada orang-orang yang mendapatkan berkat dengan segera, ada orang-orang yang belum juga mendapatkan berkat yang diharapkannya, dan ada orang-orang yang mendapatkan berkat yang melebihi dari yang mereka pikirkan. Bagi orang-orang yang belum juga mendapatkan berkat yang diharapkan, ada kalanya mereka akan merasa gelisah.

Sama seperti halnya dengan orang-orang yang merasa kepanasan dan mengharapkan datangnya hujan, namun saat hujan datang ternyata mereka kembali harus merasa resah karena atap rumah yang bocor atau merasa tidak nyaman saat di perjalanan. Demikian pula orang-orang yang belum siap menerima berkat, saat dipaksakan untuk menerima berkat, tentu bukan sukacita yang mereka peroleh, melainkan sebuah masalah baru.

Akibatnya, saat seharusnya kita mengucap syukur karena berkat Tuhan itu datang, kita bisa saja justru hanya mengeluh dan merasa resah, karena hanya kesusahan yang kita rasakan.

Tuhan ingin memberkati kita saat kita siap, agar kita dapat menikmati berkat-berkatNya. Tuhan ingin kita dapat melihat dan mengenal Tuhan sebagai Pribadi yang Baik, Pribadi yang Murah Hati, Pribadi yang Setia.

Itulah sebabnya, kita harus bersabar saat kita sedang menanti-nantikan berkat dan saat berkat itu tak kunjung tiba. Karena didalam setiap penantian, ada proses yang tak hanya membuat kita meningkat, tetapi sebenarnya juga sedang memersiapkan kita untuk menerima berkat Tuhan. Sehingga pada saat kita menerima berkat Tuhan, kita dapat benar-benar bersyukur dan menikmat berkat Tuhan itu, serta dapat mengenal Pribadi Tuhan lebih dalam.

Kita mungkin tahu bahwa dalam setiap persoalan, Tuhan telah menyediakan kunci jawaban. Tapi saat paling sulit adalah saat untuk bersabar, karena kita mungkin juga merasa kita sudah sangat siap untuk menerima berkat Tuhan. Tuhan itu sangat mengenal kita. Saat kita siap menerima berkatNya, maka Dia tidak akan menunda-nunda memberikannya bagi kita.

Jadi kita tidak perlu lagi khawatir, Tuhan sangat peduli dan Tuhan sangat mengerti setiap kebutuhan dan keinginan kita. Kita harus percaya bahwa Tuhan akan memberkati kita dan bahkan memberikan yang terbaik untuk kita, di saat yang paling tepat.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+rainy+day&hl=id&sa=X&tbo=d&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=DHTJqSZJsI9SGM:&imgrefurl=http://sandandskycreations.com/blog/2011/08/09/rain-day/&docid=PiJ8l4XKagGsfM&imgurl=http://sandandskycreations.com/blog/wp-content/uploads/2011/08/RainyDayActivitiesForKids.jpg&w=600&h=399&ei=RumpUIeaHoXZrQex1YCIAQ&zoom=1&iact=rc&dur=4&sig=115066408690274837010&page=1&tbnh=141&tbnw=217&start=0&ndsp=28&ved=1t:429,r:5,s:0,i:82&tx=99&ty=111

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s