Berpikir Di Sisi Lain


Didalam kehidupan ini, mungkin kita sering menemui adanya perbedaan pendapat, perbedaan cara berpikir, dan perbedaan tata cara kehidupan, hal itu disebabkan oleh karena masing-masing orang memiliki pengalaman hidup yang berbeda-beda, sehingga dapat melihat segala sesuatu dari berbagai sisi yang berbeda, dan akhirnya timbul pola pikir yang berbeda-beda.

Persoalannya adalah ada begitu banyak orang yang selalu melihat hanya dari satu sisi kehidupan saja, sehingga pendapatnya selalu sama, tanpa berniat untuk melihat sisi kehidupan yang lain, untuk menemukan sebuah pendapat yang berbeda. Misalnya saja pemikiran bahwa uang adalah segala-galanya.

Kebutuhan hidup yang terus meningkat, cita-cita yang setinggi langit, dan harapan yang tak kunjung mendapatkan jawabannya, akhirnya membuat begitu banyak orang mungkin berpikir bahwa dengan memiliki uang semua akan beres dan kita dapat hidup bahagia. Padahal di sisi kehidupan yang lain, mungkin persoalannya bukan tentang harta.

Orang-orang yang tidak kaya seringkali berpikir bahwa orang kaya itu sombong karena mereka dapat membeli segala yang dimilikinya. Di saat orang yang tidak mampu memerlukan pertolongan atau juga ingin bisa ikut merasakan waktu bersenang-senang, seolah-olah orang kaya mengabaikannya. Padahal, bila kita mau mengenali dan melihat sisi kehidupan orang kaya tersebut, mungkin kita dapat menemukan bahwa ternyata mereka hanya sekedar ingin menikmati hari libur mereka misalnya.

Coba sekarang kita membayangkan dan menilai ‘orang kaya yang sombong’ itu dari sisi yang berbeda. Seandainya diri kita sendiri yang sudah berbulan-bulan setiap hari selalu bekerja dan disibukkan dengan berbagai masalah, tentu kita ingin memiliki sebuah kesempatan untuk bisa merasakan ketenangan.

Dan ketika tiba saatnya kita menemukan hari libur dimana kita dapat memiliki acara bersenang-senang bersama keluarga kita sendiri, namun secara tiba-tiba ada keluarga lain yang ingin ikut menumpang liburan gratis, tentu kita akan merasa sangat terganggu bukan?

Didalam hal ini, kita tentu tahu bahwa sebagai orang kaya tentu bukan sebuah masalah yang besar bila kita harus memberi tumpangan bagi orang lain, melainkan kehilangan kesempatan untuk memiliki waktu sendiri bersama keluarga itulah yang menjadikannya sebuah masalah. Tetapi sayangnya, orang yang tidak kaya sering menilai masalah itu sebagai suatu kesombongan.

Contoh lain dari seorang teman yang tidak segera menyelesaikan tugas akhirnya. Saat orang tuanya mengingatkan agar dia segera menyelesaikan tugas akhirnya, seorang teman ini berkata bahwa dia akan membayar uang kuliahnya sendiri. Dengan kata lain, seorang teman ini mungkin berpikir orang tuanya merasa keberatan membayar uang kuliah apabila dia tidak segera menyelesaikan tugas akhirnya.

Padahal bila seorang teman ini mau berpikir bahwa sebenarnya menyelesaikan kuliah bukanlah sekedar masalah keuangan, melainkan masalah yang terbesar adalah waktu yang sudah terbuang sia-sia. Bisa dibayangkan bila kita kuliah dan di akhir perjuangan kita justru tidak segera menyelesaikannya atau bahkan tidak menyelesaikannya sama sekali, maka tentu waktu yang sudah kita jalani sejak awal kuliah itu sebenarnya sudah terbuang sia-sia.

Seandainya kita segera menyelesaikan tugas akhir, maka kita bisa segera di wisuda, mendapatkan gelar, dan bisa segera menekuni dunia yang kita sukai, atau melakukan pekerjaan yang dapat menghasilkan uang, sehingga kita dapat berkarya, hidup mandiri, dan bisa memiliki sebuah rencana yang lebih matang untuk masa depan.

Kita hidup bukan sekedar tentang uang, namun selama kita hidup, kita tetap memerlukan uang sebagai alat tukar. Bila kita memiliki sebuah kebutuhan dan atau keinginan, maka kita harus mau berjuang untuk bekerja, hingga memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan dan atau keinginan kita itu, bukan dengan mengharapkan seseorang untuk terus menerus memberikannya bagi kita, apalagi bila kita sudah berada di usia dewasa, yang seharusnya sudah bisa bertanggung jawab atas diri sendiri.

Kita hidup bukan sekedar tentang uang, kadangkala kita perlu berdiri di sisi yang lain untuk mendapatkan pola pikir yang berbeda dan pola pikir yang lebih baik, sehingga kemajuan kita tidak terhambat oleh pemikiran yang itu-itu saja. Kita dapat menjadi lebih dewasa dan memiliki peningkatan didalam kehidupan ini, sebenarnya saat kita bersedia untuk keluar dari zona nyaman kita, untuk melihat dan memiliki pengalaman di sisi kehidupan yang lain, hingga menemukan pola pikir yang baru.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+the+other+side&hl=id&sa=X&tbo=d&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=NrQUHLe_LTG5JM:&imgrefurl=http://www.zazzle.com/two_sides_of_the_same_cartoon_camel_greeting_card-137983508909851057&docid=P8fuCLO9ZBkHaM&imgurl=http://rlv.zcache.com/two_sides_of_the_same_cartoon_camel_greeting_card-p137983508909851057bh2r3_400.jpg&w=400&h=400&ei=GLetUI2dFNDOrQe43YH4BQ&zoom=1&iact=rc&dur=4&sig=115066408690274837010&page=1&tbnh=138&tbnw=123&start=0&ndsp=31&ved=1t:429,r:15,s:0,i:126&tx=71&ty=73

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s