Selalu yang Terbaik


Di waktu senggang, saya dan suami saya sering membicarakan harapan dan angan-angan kami masing-masing, kemudian membuat angan-angan itu bisa menjadi satu keinginan kami berdua, saat ini, juga untuk masa yang akan datang. Mungkin ada orang-orang yang lebih suka menjalani apa yang ada. Tapi berangan-angan bagi kami adalah sesuatu yang menyenangkan. Kami berpendapat, apabila suatu hari Tuhan mengijinkan kami untuk mendapatkannya, maka kami sudah punya pemikiran hal-hal yang akan kami lakukan.

Ada angan-angan yang benar-benar serius ingin kami capai dan ada juga angan-angan yang hanya sekedar sambil bersenda gurau untuk mengisi kebosanan, tetapi tidak mungkin menolak bila Tuhan benar-benar mau memberikannya bagi kami. Pernah kami bersenda gurau sambil membayangkan bila kami mendapatkan uang milyaran rupiah, apa saja yang kami ingin lakukan. Kami juga berangan-angan ingin pergi ke tempat-tempat diluar negeri yang belum pernah kami kunjungi.

Pada suatu hari, seorang teman berkata bahwa dia perlu membeli sebuah rumah, karena harga sewa juga sangat mahal, alangkah baik bila dia bisa memiliki rumah sendiri. Beberapa hari kemudian dia berkata kalau dia sudah melihat-lihat beberapa tipe rumah dan yang dia sukai, dengan tipe standard, harganya masih sangat mahal menurut dia.

Saya sangat mengerti perasaan seorang teman ini, tentu akan sangat membingungkan, bila membutuhkan sesuatu, dan sesuatu itu mahal harganya. Mungkin diperlukan waktu yang cukup lama atau mujizat untuk bisa mendapatkannya. Keadaan yang serupa juga sering saya dan suami alami, saat ada sesuatu yang sedang kami butuhkan dan sesuatu itu menurut kami bagus juga menarik, biasanya selalu mahal harganya.

Saat kami merasa sesuatu itu sudah sangat pas dan sesuai dengan yang kami butuhkan, selanjutnya tentu akan sangat sulit bagi kami untuk beralih kepada sesuatu yang lain yang mungkin menurut orang lain harganya lebih murah dan tidak akan merepotkan. Pada akhirnya, kami harus bergumul dan minta kepada Tuhan untuk bisa mendapatkan yang sedang kami butuhkan, sekaligus kami inginkan itu.

Pertanyaannya: apakah tindakan itu salah?

Pada suatu hari saya mendengarkan sebuah CD kotbah Pdt.Jose Carol, dari gereja JPCC, Jakarta, yang berjudul “Apa Saja Yang Kamu Minta”, yang didalamnya menceritakan tentang anaknya yang sedang menginginkan seekor anjing. Dikatakan juga bahwa Tuhan menjawab doa anaknya itu sama persis dengan tipe dan warna anjing seperti yang dimintanya.

Teringat juga saat saya meminta sebuah laptop dengan merk dan tipe yang biasa-biasa saja, mami saya diam saja. Saat itu saya sering menyodorkan brosur dengan daftar harga laptop, tetapi mami saya selalu berkata “tidak adakah yang lebih bagus?”. Tak lama kemudian saya membawakan laptop merk lain dengan daftar harga yang sedikit lebih mahal dari yang sebelumnya, dan lagi-lagi mami saya bertanya “tidak adakah yang lebih bagus?”.

Sampai pada suatu hari saya membawakan sebuah brosur dan daftar harga dari model laptop yang terbaru dengan merk yang terbaik saat itu. Mami saya akhirnya melirik dan berkata “itu bagus”. Saya menjawab dengan nada yang sangat berat “tapi mahal”. Mami saya tidak menjawab apa-apa.

Saat kami ada waktu, mami saya mengajak saya ke toko, menyuruh saya untuk memastikan spefikasi laptop itu, dan tanpa banyak bicara, mami saya membelikannya untuk saya. Saya tidak pernah bisa melupakan kejadian itu karena saya tidak pernah menyangka akan mendapatkan sebuah laptop dengan merk yang saat itu sudah sangat bagus menurut saya.

Sejak saat itu, didalam perjalanan kehidupan ini, bila kami sedang membutuhkan atau menginginkan sesuatu, didalam hati saya seolah-olah selalu ada yang berkata “kalau mamimu saja selalu ingin memberikan yang terbaik, apalagi Bapa yang di Surga” dan saya benar-benar setuju dengan kata hati saya itu.

Saya berkata kepada seorang teman yang sedang membutuhkan sebuah rumah itu, bahwa Tuhan itu memang selalu ingin memberikan yang terbaik untuk kita, dan kadangkala harganya memang sangat mahal, mungkin kita tidak mampu membelinya, tetapi bukankah Bapa kita di Surga sangat kaya dan mampu memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan?

Saya sempat bertanya-tanya “mengapa seringkali yang saya dan suami butuhkan dan inginkan itu bagus, tetapi harganya mahal?”. Tuhan menjawab saya dengan memberikan pengertian bahwa sebagai Orang Tua, Tuhan pasti selalu ingin anak-anakNya mendapatkan yang terbaik, dan masalahnya, Tuhan itu sangat mampu memberikannya bagi kita.

Apa yang sedang kita inginkan dan kita butuhkan saat ini?
Atau apa yang sedang kita angan-angankan untuk terjadi?

Saya dapat pastikan bahwa Tuhan sangat sanggup memberikan lebih dari yang kita minta dan kita bayangkan.
Jesus, You are so amazing!

Yesaya 55:8-9
Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+dreaming&start=434&hl=id&sa=X&tbo=d&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=ZVENp9gnxlx3jM:&imgrefurl=http://cliparts101.com/free_clipart/52499/Farmer_Dreaming&docid=-q7_xNsYpr95zM&imgurl=http://cliparts101.com/files/26/870E7C0A0A94433AC982E354C58F2792/Farmer_Dreaming.png&w=300&h=300&ei=Rva2UPriD4T9rAfUsIHYBw&zoom=1&iact=hc&vpx=1014&vpy=345&dur=5339&hovh=225&hovw=225&tx=149&ty=134&sig=115066408690274837010&page=12&tbnh=136&tbnw=136&ndsp=45&ved=1t:429,r:80,s:380,i:244

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s