The Truth Will Set You Free


Saat seseorang menyembunyikan sesuatu dari kita, seringkali kita mengharapkan seseorang itu dapat bersikap jujur pada kita. Sebaliknya saat seseorang sudah bersikap jujur pada kita, seringkali kita berharap seseorang itu dapat lebih menjaga perasaan kita atau dengan kata lain alangkah baik bila seseorang itu tidak mengatakan apa-apa pada kita. Jadi sebenarnya mana yang lebih kita sukai?

Firman Tuhan berkata “…dan kebenaran itu kan memerdekakan kamu” (Yohanes 8:32b), yang berarti kebenaran yang tertulis didalam Firman Tuhan itu dapat memberikan kita kebebasan dari berbagai perasaan, seperti perasaan bersalah, ikatan dosa, dan perasaan sedih. Tetapi perlu kita ketahui juga bahwa Firman Tuhan tidak hanya berisikan kata-kata yang menguatkan atau memberikan penghiburan, tetapi juga memberikan teguran bagi kita.

reprimandSeringkali saat kita menemukan kata-kata yang menegur, justru kita bisa tiba-tiba ingat akan kesalahan orang lain dan merasa ayat itu lebih cocok untuk orang lain itu. Jadi sebenarnya, daging kita itu lebih menyukai kata-kata yang menyenangkan hati daripada menerima penolakan, apalagi teguran.

Ada seorang teman yang menangis saat mengetahui pasangannya sedang membicarakan kepribadiannya yang buruk dengan seorang teman dekatnya. Hal itu tentu menyakitkan bagi seorang teman ini, karena dia harus mengetahui bahwa ternyata dirinya memiliki kelemahan, apalagi yang mengatakan adalah pasangan dan seorang teman dekatnya sendiri.

Tetapi di sisi lain, kejujuran yang merupakan sebuah kebenaran itu sebenarnya juga dapat menjadi sebuah teguran bagi seorang teman ini. Dengan mengetahui kelemahan yang dia miliki, dia dapat menjadi pribadi yang lebih baik di kemudian hari, yaitu dengan cara melakukan sebuah perubahan didalam dirinya, walau pun perubahan itu tidak mudah.

Saat melakukan perubahan, dia harus melewati masa dimana perasaannya harus pulih terlebih dahulu, dan di kemudian hari dia mungkin masih bisa melakukan sesuatu hal yang menjadi kelemahannya. Ada saat-saat dimana dia mungkin ingin menyerah karena tidak mampu mengubah kelemahannya itu. Sampai akhirnya dia berhasil untuk melakukan suatu perubahan dan menjadi terbiasa dengan kebiasaan baiknya yang baru itu.

Didalam aktifitas kita sehari-hari, seringkali kita ingin orang lain memiliki kesepakatan yang sama dengan pendapat dan keinginan kita. Akibatnya, bila kita ada masalah, kita akan segera menceritakannya pada orang lain, dengan harapan orang lain akan memberikan kata-kata yang menghiburnya atau memberikan pembelaan untuknya. Selanjutnya, bila kita ingin melakukan sesuatu, kita akan minta pendapat dan dukungan orang lain, tetapi dengan harapan orang lain akan mengatakan bahwa yang kita lakukan itu baik.

Padahal saat kita bercerita pada orang lain, mungkin orang lain itu bisa memiliki pandangan yang berbeda dengan kita dan mungkin orang lain itu akan sulit atau tidak mau untuk berada di pihak kita. Ada saat juga dimana orang lain mungkin ingin melakukan sesuatu yang lain atau tidak dapat memberikan dukungan seperti yang kita harapkan. Tentu saat-saat seperti itu akan sangat menyakitkan, seolah-olah mereka sedang menjauhi kita.

Tetapi realitanya, ada saat dimana seseorang tentu tidak akan memberikan dukungan ‘hanya karena teman’, saat itu kita akan mendengar dukungannya melalui teguran-tegurannya, dan saat itulah kita perlu menyadari bahwa diperlukan sebuah perubahan. Kita juga harus menyadari bahwa kita tidak bisa memaksa orang lain mengikuti kemauan kita, tetapi saat kita melakukan sesuatu yang baik dan benar, maka cepat atau lambat orang lain akan mengikuti dan meniru perbuatan kita.

Seringkali atau bahkan hampir selalu terjadi dimana sebuah kebenaran itu menyakitkan. Tetapi kebenaran itu memerdekakan kita atau dengan kata lain membuat kita menjadi tahu akan kekurangan kita, yang seharusnya membawa kita pada perubahan yang lebih baik, dan membuat kita juga tahu akan isi hati orang lain, yang seharusnya dapat membuat kita dapat lebih bersikap rendah hati, bersikap menghargai, dan bersikap menghormati, terutama terhadap sesuatu yang sifatnya pribadi bagi orang lain.

Tidak ada yang mudah didalam sebuah perubahan, karena diperlukan kesabaran dan kemampuan untuk membiasakan diri dengan sesuatu yang lebih baik. Kita dapat meminta bantuan Roh Kudus, agar kita dapat menjadi lebih kuat dan mampu melakukan sebuah perubahan yang lebih baik.

Tuhan memberkati.

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+reprimand&um=1&hl=id&tbo=d&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=7XPdrFwD0SS8-M:&imgrefurl=http://www.shutterstock.com/s/swearing/search.html&docid=eyR0ZvoWgcJ1lM&imgurl=http://thumb15.shutterstock.com/thumb_small/498883/498883,1276887885,2/stock-vector-reprimand-55475248.jpg&w=100&h=87&ei=NBe8ULvaC8yHrAer7IDQAw&zoom=1&iact=hc&vpx=276&vpy=79&dur=1691&hovh=73&hovw=84&tx=81&ty=24&sig=115066408690274837010&page=1&tbnh=73&tbnw=82&start=0&ndsp=30&ved=1t:429,r:2,s:0,i:83

2 thoughts on “The Truth Will Set You Free

  1. Thank you for any other informative web site. Where else may just I
    get that kind of information written in such a perfect manner?
    I’ve a mission that I’m just now working on, and I’ve been at the look out for such information.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s