Bagaimana Cara Tuhan?


Demi memertahankan harga diri, kebanyakan orang terbiasa untuk ‘mengatur’ orang lain, karena tanpa sadar seringkali seseorang itu berpikir bahwa dengan usia yang lebih tua mungkin dia merasa lebih berpengalaman atau dengan kemampuan yang dia miliki, dia pasti yang benar. Padahal didalam kehidupan ini, pengalaman hidup, situasi, dan kondisi setiap orang pasti berbeda-beda, sehingga tidak semua saran atau segala hal yang bisa dilakukan seseorang itu bisa diterapkan atau dilakukan oleh orang lain.

Pada suatu hari, saat keluarga kakak saya berlibur ke Pulau Bali dan bepergian bersama saya, beberapa kali saya mendengar anak-anak kakak saya minta dibelikan sesuatu. Sebagai seorang anak, tentu kita semua tahu saat kita menginginkan sesuatu, maka tanpa berpikir panjang, kita pasti akan langsung mengutarakan keinginan kita kepada orang tua kita, dan selanjutnya kita tinggal menunggu untuk mendapatkan yang kita inginkan itu. Hal yang serupa juga dilakukan oleh keponakan saya, saat dia ingin sesuatu, dia akan selalu mengajukan permintaan itu kepada orang tuanya.

Keponakan saya tidak pernah berpikir bagaimana cara orang tuanya dapat memberikan yang mereka inginkan. Mereka hanya tahu kalau mereka sedang ingin memiliki sebuah mainan atau ingin sekedar ingin menikmati ice cream, dan mereka juga tahu kalau mereka ingin sesuatu maka mereka bisa meminta kepada orang tuanya. Saya pikir, ketika kita masih menjadi seorang anak kecil atau anak-anak yang lain, tentu juga akan melakukan hal yang sama saat kita menginginkan sesuatu. Selanjutnya, kita bisa mendapatkannya atau bisa juga keinginan kita ditolak oleh orang tua kita, tentu dengan alasan tertentu.

Saat usia semakin bertambah dan kita beranjak dewasa, kita tentu tidak bisa berlaku seperti anak-anak lagi, karena kita tentu jauh lebih mengerti dan dapat diajak untuk berkomunikasi dengan lebih baik. Ada kalanya kita harus mengerti kondisi orang tua yang tidak selalu bisa memenuhi semua keinginan kita, ada kalanya kita harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, dan ada kalanya kita bisa membeli segala sesuatu sendiri tanpa mengandalkan pemberian dari orang tua lagi.

Saat kita sudah mulai mampu untuk hidup mandiri, tentu kita juga sudah melalui lebih banyak pengalaman hidup, yang membuat kita jauh lebih pandai dan lebih mengerti cara-cara untuk meraih sesuatu. Tak heran bila akhirnya kita cenderung berpikir bahwa kita lebih tahu dari semua orang untuk mendapatkan yang kita inginkan. Selanjutnya, dengan atau tanpa sadar, kita cenderung mengatur Tuhan untuk memberkati kita.

Matius 19:14 mengajarkan kepada kita untuk bisa menjadi seperti anak-anak (tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepadaKu; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga”). Bukan untuk bertingkah laku kekanak-kanakan, melainkan memiliki sikap sebagaimana seorang anak di hadapan Bapa. Sikap seorang anak itu biasanya bersifat apa adanya, tulus, dan tidak terlalu pusing memikirkan hal-hal yang tidak seharusnya dipikirkan.

handSeringkali didalam setiap doa dan permohonan kita menyusahkan diri dengan berusaha membantu Tuhan memikirkan cara-cara untuk memberkati kita. Tidakkah kita menyadari bahwa Dia itu Tuhan yang selalu memiliki banyak cara untuk memberkati kita? Kita cukup menyatakan keinginan kita didalam doa dan memohon petunjuk dari Tuhan untuk tetap berjalan didalam rencanaNya, maka selanjutnya, biarkan Tuhan yang memikirkan cara untuk menjawab doa kita.

Seorang Hamba Tuhan berkata didalam kotbahnya, semakin kita berpikir cara terbaik untuk memberkati kita, maka cara itu tidak akan pernah dipakai Tuhan untuk memberkati kita. Jadi daripada kita menyusahkan diri dengan berusaha mengatur Tuhan untuk memberkati kita, dan Tuhan tidak akan mendengarkan cara kita itu, lebih baik kita cukup mengajukan permohonan, dan selanjutnya ijinkan Tuhan bekerja dengan caraNya.

Salah satu kunci beriman dan bisa segera mendapatkan jawaban doa adalah memercayai Tuhan seratus persen untuk menjawab doa kita dengan caraNya. Mudah bukan?

Tuhan memberkati!

Matius 21: 22
Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya

**sharing by Silvia Atmodjo

**picture taken from:
http://www.google.co.id/imgres?q=picture+of+cartoon+God%27s+hand&hl=id&tbo=d&biw=1280&bih=707&tbm=isch&tbnid=Wq70ftJxyUy07M:&imgrefurl=http://pixabay.com/en/part-hand-people-cartoon-out-free-28964/&docid=m9cE4s-WhnbX1M&imgurl=http://pixabay.com/static/uploads/photo/2012/04/11/17/06/part-28964_640.png&w=640&h=528&ei=g37FUOupL7CTiQecl4GIAg&zoom=1&iact=hc&vpx=83&vpy=52&dur=51&hovh=204&hovw=247&tx=145&ty=116&sig=115066408690274837010&page=1&tbnh=134&tbnw=162&start=0&ndsp=29&ved=1t:429,r:8,s:0,i:101

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s