Tak Semudah Bayangan


Salah satu makanan kegemaran saya adalah klepon. Sedikit gambaran bagi yang mungkin belum pernah menikmatinya, klepon adalah sebuah makanan yang biasanya terbuat dari tepung beras yang diberi daun pandan agar berwarna hijau, didalamnya di isi dengan gula merah cair, dan setelah direbus, ditaburi dengan parutan kelapa.

Saat seorang teman mengetahui betapa saya menyukai klepon, dan di Bali, tempat menjual klepon yang lezat itu sangat jauh dari rumah saya, akhirnya dia mengajarkan kepada saya cara membuatnya. Tetapi saya hanya sekedar mencatat cara-caranya, tanpa pernah memraktekkannya. Sampai pada suatu hari, saat saya dan suami berlibur ke Surabaya, mama mertua saya membuatnya, dan memberitahukan kembali cara-caranya.

Klepon Raksasa 281212Kalau dari resep mama mertua saya tidak menggunakan tepung beras tetapi menggunakan tepung ketan. Menurut saya rasanya lebih enak karena kekenyalan dan isinya terasa lebih mantap. Beberapa hari setelah kami kembali ke Bali, tiba-tiba saya ingin menikmatinya kembali. Tidak ada jalan keluar selain membuatnya sendiri.

Mama mertua saya meyakinkan bahwa cara membuatnya sangat mudah. Tetapi saat saya mencoba memraktekkannya, ternyata saya sempat menemui kesulitan. Walau pun akhirnya saya menemui jalan keluar dan rasanya tidak seburuk perkiraan saya, tetapi tetap saja tidak mudah bagi saya yang baru pertama kali membuat klepon.

Didalam kehidupan ini, dengan atau tanpa sadar seringkali saat kita “menonton” kehidupan orang lain, dengan mudah kita berkomentar bahwa seharusnya orang lain itu bersikap seperti ini dan itu. Bahkan tak jarang kita mengolok-olok orang lain itu misalnya saja kurang pandai dan kurang cepat dalam tindakannya. Padahal seandainya kita berada di posisi orang lain itu, mungkin kita tidak dapat memraktekkan pendapat kita yang kita pikir benar itu.

Pengalaman hidup, kebiasaan didalam menjalani kehidupan, cara berpikir, sudut pandang, dan kepribadian setiap orang itu berbeda-beda. Seandainya ada kejadian yang serupa, belum tentu cara menanggulanginya bisa sama. Oleh karena itu, kita mungkin bisa memberikan mereka saran atau sekedar berbagi cerita dari pengalaman pribadi kita, tetapi kita jangan mengolok-olok mereka seandainya mereka salah atau tampak bodoh. Di kemudian hari, bisa saja kita akan berada pada posisi yang salah dan tampak bodoh di pandangan orang lain.

Hidup ini adalah anugerah. Bila kita mau menyadari, sesungguhnya saat kita bisa melalui setiap kesulitan itu bukan karena kekuatan dan kepandaian kita sendiri, melainkan karena Tuhan yang sudah memberikan kita kekuatan dan kepandaian. Kadangkala pengalaman di masa lampau belum tentu dapat menjadi jawaban di masa sekarang, karena itu dikatakan bahwa anugerahNya selalu baru setiap hari.

Banyak hal didalam kehidupan ini yang ternyata tidak semudah yang kita bayangkan. Realitanya, seringkali cerita dari pengalaman orang lain hanya bisa menguatkan kita tetapi tidak bisa menjadi jawaban atas persoalan kita, dan sebaliknya cerita dari pengalaman kita hanya bisa menguatkan orang lain, tetapi tidak bisa menjadi jawaban atas persoalan mereka. Oleh karena itu, kita perlu Roh Kudus untuk menuntun langkah kita setiap waktu.

Tuhan memberkati!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s