Menerapkan yang Benar


Sebuah kotbah dari Pastor Jeffrey Rahmat yang berjudul ‘Benci Dengan Benar’ mengajarkan kepada saya bahwa bila kita membenci sesuatu, maka kita akan cenderung menjauhinya. Sebagai contoh yang paling sederhana yaitu bila kita tidak menyukai seseorang, maka kita akan cenderung menjaga jarak dengannya.

Dan tanpa sadar kebencian bisa membuat kita jauh dari kesuksesan. Sebagai contoh, apabila kita membenci orang kaya dengan berbagai alasan, mungkin karena kesombongannya atau karena sikapnya yang semena-mena, maka tanpa kita sadar kebencian kita itu membuat kita menjauh dari kekayaan. Padahal, didalam hati kecil kita tentunya akan berkata “siapa sih yang tidak suka menjadi orang kaya?

Banyak orang berkata dan menyadari bahwa didalam kehidupan ini kita harus bisa menjadi diri sendiri, dalam arti tidak berusaha untuk menjadi orang lain hanya agar diterima oleh lingkungan. Tetapi realitanya, seringkali kita juga perlu orang lain untuk menjadi contoh bagi kita, karena dari kehidupan orang lain kita juga bisa banyak belajar sesuatu yang mungkin bagi kita merupakan sesuatu yang baru.

Tidak semua orang bisa menjadi contoh bagi kita. Ada orang-orang yang memiliki pembawaan ceria dan supel, atau mudah bergaul, ada orang-orang yang memiliki sifat pendiam, dan ada berbagai ragam sifat orang dengan pembawaan diri yang bisa saja kurang pas bila dipadukan dengan sifat dan pembawaan diri kita. Oleh karena itu, kita tidak bisa asal meniru.

Demikian juga sifat sombong dan semena-mena sebenarnya tidak hanya bisa ada didalam diri orang kaya, jadi kita tidak bisa menyamaratakan bahwa semua orang kaya itu sombong dan semena-mena. Itu berarti kita tidak perlu membenci semua orang kaya, tetapi yang perlu kita benci sebenarnya adalah sifat sombong dan semena-menanya saja, sehingga saat Tuhan memberkati kita, kita tidak perlu meniru sifat sombong dan semena-menanya.

Ada begitu banyak orang kaya yang tetap bisa rendah hati dan pengertian akan keadaan orang lain. Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari kehidupan orang kaya, misalnya cara mereka melihat peluang bisnis, cara mereka mengatur waktu antara bisnis dengan keluarga, dan cara mereka mengelola keuangan. Jangan sampai kita salah bertindak! Bukan kekayaan dan kesuksesan yang ingin kita jauhi, melainkan sifat buruknya yang perlu kita jauhi.

chooseTidak semua orang bisa kita contoh dan tidak semua orang bisa kita anggap sama, hanya karena satu orang yang tidak cocok dengan kita. Kita bisa memilih dan mengambil kesimpulan dari kebaikan demi kebaikan yang dimiliki oleh semua orang untuk kita terapkan didalam kehidupan ini, tentu saja kemudian harus disesuaikan dengan kepribadian dan kemampuan kita. Sembari kita menggali potensi yang kita miliki sehingga tetap bisa menjadi diri sendiri, tetapi juga bisa belajar dari kehidupan dan pengalaman orang lain.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/search?q=picture+of+choose+the+right&hl=id&tbo=u&tbm=isch&source=univ&sa=X&ei=m-sJUafGOcbQrQfq7oD4AQ&ved=0CCYQsAQ&biw=1280&bih=707#imgrc=PYnRR3vRHbeLqM%3A%3BkkRiPP1k9rf6qM%3Bhttp%253A%252F%252Fwww.krantcents.com%252Fwp-content%252Fuploads%252F2011%252F01%252FRight-Career.jpg%3Bhttp%253A%252F%252Fwww.krantcents.com%252Fhow-do-you-choose-the-right-career%3B388%3B309

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s