Doa yang Tidak Terbatas


Teringat saat mami saya sudah menghembuskan nafasnya yang terakhir dan saya memberitahukan melalui pesan singkat berita duka tentang meninggalnya mami saya itu kepada seorang Hamba Tuhan, yang sekaligus seorang saudara dari papi saya. Beliau langsung menelpon saya dan mengatakan bahwa Beliau ingin berdoa untuk saya.

Dalam keadaan hati yang sangat berduka, saya berpikir seorang Hamba Tuhan itu akan berdoa agar saya dan keluarga mendapatkan penghiburan, seperti doa-doa yang biasa disampaikan apabila ada seseorang yang sedang berduka. Tetapi ternyata pemikiran saya itu salah. Beliau berdoa dengan sungguh-sungguh agar doa-doa mami saya selama ini akan tetap terjadi didalam kehidupan saya.

Saya tidak tahu mami saya berdoa apa saja untuk saya selama ini, tetapi saya percaya bahwa Tuhan mendengar, sehingga saya hanya meng-amin-kan doa seorang Hamba Tuhan tersebut. Hari terus berlalu, saya tidak pernah mengingat doa seorang Hamba Tuhan itu lagi.

Beberapa waktu lamanya, saat saya menghadapi suatu masalah, kadangkala saya suka berkata didalam hati “andaikan ada mami, saya bisa bertanya apa yang harus saya lakukan“. Tetapi saya juga tidak pernah lupa kalau dalam perjalanan kehidupan saya selama mami saya masih hidup, bila saya ingin melakukan sesuatu, maka mami saya akan selalu mendoakan dan meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja. Jadi sebenarnya salah satu modal hidup mami saya adalah berdoa.

Sampai pada suatu hari sebelum saya menuliskan artikel ini, saat saya mulai memikirkan kembali berbagai hal yang sudah saya lakukan, khususnya sejak mami saya meninggal, saya menemukan ada begitu banyak hal yang sudah saya lakukan dan berhasil saya lewati. Saya menyadari bahwa semua karena anugerah Tuhan, tetapi disisi lain, tiba-tiba saya merasa seolah-olah mami saya sedang mendampingi dan berdoa untuk saya.

doa ibuTak lama kemudian saya diingatkan bahwa sebenarnya bukan mami saya yang mendampingi saya, melainkan doa-doa mami saya yang ada didalam genggaman tangan Tuhan, akan selalu siap ditaburkan didalam perjalanan kehidupan saya. Sekarang saya semakin mengerti tentang sebuah kalimat yang mengatakan bahwa doa itu benar-benar tidak terbatas ruang dan waktu.
Mungkin saat ini kita sedang berdoa untuk pekerjaan, tetapi realitanya kita justru berjalan seolah-olah sedang menjauhi kesuksesan, selalu mengalami kendala, atau selalu mengalami kegagalan. Mungkin saat ini kita sedang berdoa untuk pertobatan seseorang dan kelihatannya Tuhan tidak bekerja dengan baik. Mungkin saat ini kita sedang berdoa untuk bangsa dan negara kita, tetapi kondisi kelihatannya kian memburuk.

Percayalah bahwa doa-doa kita ada didalam genggaman tangan Tuhan. Tuhan mendengar dan Tuhan mengingat. Doa-doa kita yang ada didalam tangan Tuhan akan selalu siap untuk ditabur. Mungkin semua terlihat tidak sesuai dengan yang kita harapkan, tetapi bahkan saat kita tidak tahu, bisa saja Tuhan sedang berjalan untuk menjawab doa-doa kita. Jadi…tetaplah berdoa!

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/search?q=picture+of+mother%27s+praying&hl=id&tbo=u&tbm=isch&source=univ&sa=X&ei=8TwPUav6H8zjrAfx5IC4CQ&ved=0CCYQsAQ&biw=1280&bih=707#imgrc=a0X8CzYpCTKpVM%3A%3BzHb3FDbxy_bHZM%3Bhttp%253A%252F%252Fupload.wikimedia.org%252Fwikipedia%252Fcommons%252F8%252F87%252FPierre-%25C3%2589douard_Fr%25C3%25A8re_-_Child_Praying_at_Mother%27s_Knee_-_Walters_371330.jpg%3Bhttp%253A%252F%252Fcommons.wikimedia.org%252Fwiki%252FFile%253APierre-%2525C3%252589douard_Fr%2525C3%2525A8re_-_Child_Praying_at_Mother%27s_Knee_-_Walters_371330.jpg%3B889%3B1024

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s