Pelangi yang Tidak Dilihat


Pada suatu hari, saat suami saya berangkat ke kantor, baru saja dia keluar dari halaman rumah, dan tak lama kemudian dia menelpon saya hanya untuk menginformasikan bahwa dia melihat pelangi. Memang pada saat itu baru saja hujan turun dengan lebat dan sudah reda, hanya sedikit gerimis, sehingga saya keluar rumah tanpa menggunakan payung untuk melihat pelangi.

Setelah melihat pelangi, sebelum kembali melanjutkan aktifitas, saya menyempatkan diri untuk melihat ke sekeliling, dan hanya melihat orang-orang yang sibuk dengan aktifitasnya, mungkin beberapa orang sudah berangkat bekerja seperti suami saya, dan yang lain masih sibuk didalam rumah masing-masing. Saya berpikir “sayang sekali, pelangi seindah ini tak ada yang melihatnya“.

Saya senang melihat pelangi, karena mengingatkan saya pada sebuah lagu dengan lirik “seperti pelangi sehabis hujan, itulah janji setiaMu Tuhan, dibalik dukaku telah menanti, harta yang tak ternilai dan abadi“. Jadi bagi saya, pelangi itu seperti perwujudan janji Tuhan atas kehidupan saya.

Tetapi sayang sekali, pelangi jarang sekali terlihat, karena orang sering sibuk dengan rutinitasnya masing-masing, sehingga jarang melihat ke langit. Saya dan suami bisa melihat pelangi, biasanya saat kami berada diluar rumah dan tanpa sengaja melihat kearah langit, atau saat seseorang memberitahukan kepada kami bahwa ada pelangi.

Teman-teman, seringkali kita berdoa dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan mujizat. Saat mujizat tak kunjung datang, kita mungkin berpikir bahwa Tuhan tidak sedang memerhatikan kita. Padahal seringkali mujizat sebenarnya sudah ada di sekitar kita, tetapi sayangnya kita tidak melihatnya karena kita sibuk mengatur Tuhan untuk memberikan persis seperti yang kita inginkan, dan Dia sudah menyediakan yang jauh lebih baik. Atau mungkin kita sedang berjuang dengan mengerahkan kekuatan kita sendiri.

Ada begitu banyak cerita dari orang-orang menantikan pasangan hidup yang katanya tak kunjung datang, tetapi setelah bertahun-tahun akhirnya mereka menikah dengan orang-orang yang selama ini ternyata berada didekat mereka, hanya saja mereka tak melihatnya karena mereka berpikir pasangan itu akan datang seperti pangeran yang naik kereta kuda dengan segala kemegahannya, atau seperti putri yang masuk dengan cahaya yang menyilaukan. Tak heran bila mereka terus menerus berdoa tentang pasangan hidup, sedangkan Tuhan seolah-olah mendiamkan, karena sebenarnya Dia sudah menyediakannya didekat kita, tetapi kita tidak melihatnya.

Ada begitu banyak cerita dari orang-orang menantikan berkat materi, tetapi mereka hanya berdiam diri di rumah, tanpa berusaha untuk melamar pekerjaan atau tanpa berusaha untuk memikirkan sebuah ide lalu membuat sesuatu dan menjualnya. Tak heran bila mujizat sepertinya tak kunjung datang, karena sebenarnya Tuhan memberikan kita talenta dan sedang menunggu kita untuk mengerjakannya, baru Dia akan bertindak dengan mengirimkan berkat melalui pelanggan-pelanggan untuk kita misalnya.

Dan ada begitu banyak cerita dari orang-orang yang sakit dan berdoa untuk meminta mujizat kesembuhan, tetapi mereka tidak mau minum obat atau vitamin, tidak mau dirawat, dan tidak mau beristirahat. Tak heran bila kesembuhan tak kunjung datang, karena kita tidak menjaga tubuh dengan baik.

Sebuah pepatah yang sudah sering didengar mengatakan Ora Et Labora, yang berarti bekerja sambil berdoa. Dengan kata lain, ada hal-hal yang menjadi bagian kita, yang harus kita kerjakan, dan ada hal-hal yang menjadi bagian Tuhan, yang sering kita sebut sebagai berkat dan mujizat.

rainbow 101211Untuk melihat pelangi, kita perlu melihat keluar ruangan, membuka mata kita, dan mengarahkan pandangan kita ke langit. Untuk melihat dan mengalami mujizat, kita perlu melangkah, mengerjakan hal-hal yang saat ini masih bisa kita kerjakan, tetap setia, sabar, tekun, sambil berdoa memohon campur tangan Tuhan, dan menyerahkan pada Tuhan hal-hal yang menjadi bagianNya untuk dikerjakan.

Tuhan memberkati!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s