Rendah Hati


Kesombongan bisa dimiliki oleh semua orang, tidak hanya orang yang sedang berada di ‘atas’, tetapi juga bisa dimiliki oleh orang-orang yang sedang berada di ‘bawah’. Namun memang seringkali kerendahan hati yang dimiliki oleh seseorang akan teruji saat mereka sedang berada di ‘atas’. Dan tidak menutup kemungkinan saat seseorang sedang berada di ‘bawah’ masih mampu bersikap angkuh.

Kesombongan adalah sebuah dosa yang tidak terlihat dan atau sulit untuk dirasakan. Oleh karena itu, tak perlu heran bila hampir semua orang tidak sadar kalau dirinya sedang bersikap sombong. Sekali pun kita mengenal seseorang sebagai orang yang sangat rendah hati, akan ada waktu dimana kita juga dapat menemukan sebuah kesombongan didalam diri seseorang itu. Tetapi tentu saja kita hanya dapat menilai dari sudut pandang manusia, atau dari tampak luarnya saja.

Kesombongan seringkali tidak terlihat karena ada orang-orang yang dapat menyimpannya dengan baik didalam hati atau dapat bersikap diam, tetapi didalam hatinya mungkin sedang menertawakan, dan ada juga orang-orang yang dapat mengungkapkannya dalam bentuk candaan atau hanya sekedar bermain kata agar terlihat lebih halus. Sebagai contoh sederhana, Clarissa memuji sepatu baru yang dikenakan oleh Meitha “Hai Meitha, sepatu baru ya? Bagus loh, pasti mahal ya?!“. Lalu Meitha menjawab “Ah masa bagus? Biasa saja kok. Dan harganya, murah kok ini, tidak sampai satu juta“.

Mungkin kelihatannya Meitha sedang merendahkan diri, tetapi realitanya bila sepatu itu tidak bagus, tentu tidak akan dibeli oleh Meitha, dan bila Meitha menyebutkan harga yang tidak sampai satu juta itu berarti ada kemungkinan harganya mendekati angka satu juta. Tentu saja untuk saat ini, harga sepatu yang hampir mencapai angka satu juta itu termasuk mahal.

Amsal 29:23 mengatakan “keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati menerima pujian“. Kata-kata pujian itu selalu menyenangkan hati. Tetapi tahukah kita, bahwa seringkali saat kita tidak mengharapkan pujian, justru kita berhasil mencapai sesuatu? Sebaliknya, saat kita berharap orang-orang akan memberikan pujiannya untuk kita, maka justru orang-orang semakin memandang rendah diri kita, walau pun kita mendapatkan sebuah keberuntungan.

Janji Tuhan untuk orang-orang yang rendah hati tertulis didalam Mazmur 37:11 yang berkata “tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah“. Dengan kata lain, Tuhan jatuh cinta pada orang-orang yang rendah hati. Tak mudah untuk menjadi seseorang yang rendah hati, tetapi bersama-sama kita dapat mempelajarinya.

Saat seseorang bersikap iri pada kita, seringkali kita terpancing untuk memberikan perlawanan. Perlawanan itu seringkali membuat kita menjadi sombong. Seseorang yang iri biasanya karena merasa dirinya tidak sebaik kita, dan itu berarti kita sudah lebih baik dari seseorang itu, sehingga sebenarnya kita tidak perlu melakukan perlawanan. Sebaliknya, kita bisa memberikan kunci keberhasilan sehingga kita bisa mengajak orang lain untuk bersama-sama mengalami keberhasilan.

Mungkin kita khawatir saat kita berbagi, seseorang akan menjadi lebih baik, sedangkan kemudian kita menjadi yang terbelakang. Firman Tuhan didalam Matius 13:12 berkata “karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya“. Dengan kata lain, saat kita berbagi, sebagai pertanda kita memiliki, maka kita bukan akan menjadi yang terbelakang, melainkan kita juga akan semakin mengalami kemajuan atau kita akan berkelimpahan.

Sydney Mohede didalam kotbahnya berkata bahwa seringkali ego atau harga diri membuat kita sulit untuk mengatakan “ya kamu benar dan maafkan aku yang sudah salah“. Kita tak mau mengakui bahwa orang lain sudah melakukan sesuatu yang benar atau sudah berkata hal yang benar, dan kita tak pernah menyerah atas ke-aku-an kita sehingga kita sulit untuk meminta maaf atas kesalahan kita, karena kita ingin dianggap sebagai seorang yang selalu benar, dan orang lain yang selalu salah.

Mungkin kita berpikir saat kita mengakui bahwa seseorang itu telah bertindak benar dan dengan tulus kita mau meminta maaf, maka kita akan direndahkan. Padahal sesungguhnya, nilai seseorang dimata Tuhan bukan hanya pada saat dia dengan rendah hati mau minta maaf, melainkan juga pada saat seseorang mau memaafkan (Amsal 19:11b “…dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran“). Jadi kita tak perlu khawatir bila seseorang merendahkan kita hanya karena kita dengan tulus ingin meminta maaf, karena akan ada ganjaran tersendiri baginya.

Saat kita mampu bersikap rendah hati, maka kita akan semakin mengerti bahwa ada begitu banyak penghargaan dari manusia yang tidak terlalu penting bila kita menyadari bahwa segala sesuatu yang kita miliki itu dari Tuhan.

kindSaat kita mampu bersikap rendah hati, maka kita dapat dengan mudah menghargai seseorang yang sebenarnya tidak memiliki arti penting bagi kita, sebagai contoh sederhana semua orang akan dengan mudah menaruh rasa hormat pada pimpinan yang memberikan pada kita pekerjaan, tetapi bagaimana sikap kita terhadap seseorang yang tidak memberikan kita pengaruh apa-apa?

Saat kita mampu bersikap rendah hati, maka kita dapat menguasai diri dari berbagai kemarahan, kita juga dapat melihat hal-hal kecil sebagai berkat Tuhan, dan kita juga akan mempu menguasai diri untuk tidak terus menerus menceritakan tentang diri kita sendiri, sehingga kita dapat belajar hal-hal baru dari pengalaman hidup orang lain.

Ada begitu banyak manfaat yang kita akan peroleh saat kita mampu bersikap rendah hati bila dibandingkan dengan kita bersikap sombong. Tuhan menciptakan kita seturut dengan gambarNya, yang berarti bahwa nilai kita sudah begitu sangat mulia dihadapanNya, sebagaimana Dia yang adalah mulia.

Kita hidup dengan talenta yang berbeda-beda sehingga hidup kita selalu bersifat saling melengkapi. Jadi saat kita ingin menyombongkan diri, ingatlah bahwa selalu ada orang yang juga sama baiknya dengan kita, atau sebelum kita bisa sebenarnya sudah ada orang lain yang jauh lebih dari pada kata bisa, atau bahkan bila kita tak mampu melakukan hal yang orang lain dapat lakukan, maka itu berarti masih ada yang jauh lebih baik daripada kita.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/search?q=picture+of+cartoon+low+profile&tbo=u&tbm=isch&source=univ&sa=X&ei=XPoiUYzJAoXsrAfwtYCgBg&ved=0CC4QsAQ&biw=1280&bih=707#tbo=d&tbm=isch&sa=1&q=picture+of+cartoon+kind&oq=picture+of+cartoon+kind&gs_l=img.3…92199.93107.2.94521.4.4.0.0.0.0.1183.1183.7-1.1.0…0.0…1c.1.3.img.PqFDCKqf9-Q&bav=on.2,or.r_gc.r_pw.r_qf.&bvm=bv.42553238,d.bmk&fp=1bcb76072dec157d&biw=1280&bih=707&imgrc=V7_jwkh47HwReM%3A%3BEeKxqqp07bfmiM%3Bhttp%253A%252F%252Fwww.villathuis.nl%252Fimages%252FKindCartoon001.jpg%3Bhttp%253A%252F%252Fwww.villathuis.nl%252F%3B360%3B224

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s