Menghitung Berkat Tuhan


Didalam kehidupan ini setiap orang tentu memiliki sebuah tujuan yang harus dicapai. Tujuan yang harus dicapai oleh masing-masing orang berbeda-beda, misalnya saja seorang mahasiswa memiliki target harus lulus kuliah paling lama hanya empat tahun atau delapan semester saja, dengan tujuan agar bisa segera mencari pekerjaan.

Contoh lain dapat diperoleh dari seorang pekerja yang memiliki target untuk bekerja selama lima tahun saja untuk menjadi seorang pegawai, karena dia memiliki tujuan untuk memiliki usaha sendiri. Dan mungkin Para Pembaca juga sedang memiliki tujuan yang lain saat ini. Untuk mencapai tujuan tersebut, tentu kita juga harus menentukan langkah-langkah agar bisa sampai di tujuan dengan selamat.

Tak ada tujuan yang kecil, karena tujuan dibangun dari sebuah mimpi yang besar. Dan untuk mencapainya, tentu ada begitu banyak langkah ‘ajaib’ yang diperlukan. Langkah ‘ajaib’ yang ingin dikatakan didalam artikel ini adalah mujizat. Sebagai seorang Pemercaya, kita perlu Tuhan dalam setiap langkah kita untuk bisa sampai di tujuan dan agar mimpi kita bisa terwujud.

Setelah kita membuat perencanaan dan berdoa, biasanya doa-doa kita akan diwarnai dengan kata-kata “Tuhan, saya ingin seluruh mata kuliah semester ini bisa lulus dengan nilai yang bagus” agar tujuan untuk lulus tepat pada waktunya bisa tercapai, atau “Tuhan, saya ingin bisa mendapatkan gaji yang besar agar bisa menabung lebih banyak“, dengan tujuan agar bisa cepat punya usaha sendiri, dan doa-doa yang lain, yang menyatakan keinginan kita agar tujuan dapat tercapai.

Setelah berdoa, kenyataan yang dihadapi ternyata tidak seperti yang diharapkan. Kadangkala ada mata kuliah yang sangat sulit sehingga kita tidak lulus, atau mungkin tiba-tiba ada peraturan baru yang membuat kita harus mengulur waktu kelulusan. Kadangkala didalam pekerjaan juga mungkin tiba-tiba ada kendala, bisa saja gaji yang kita terima ternyata tidak sesuai seperti yang diharapkan, atau mungkin saja ada pengeluaran mendadak, sehingga menyebabkan kita tidak bisa membuka usaha sendiri dalam waktu dekat, karena kendala modal.

Saat perjalanan tidak semulus seperti yang diharapkan dan saat kita melihat ketidakmungkinan untuk mencapai sebuah tujuan seperti yang kita mimpikan, mungkin kita merasa seolah-olah Tuhan itu jahat dan tidak mampu menjawab doa kita. Semua orang tahu bahwa Tuhan tahu yang terbaik, tetapi sisi manusia kita tentu ada rasa kecewa yang tak dapat dihindari.

Hari-hari belakangan ini, kami, saya dan suami saya belajar untuk menghitung berkat Tuhan setiap hari. Saat saya menuliskan kalimat “Menghitung Berkat Tuhan“, air mata saya mengalir tanpa bisa dihentikan, karena saat saya secara pribadi belajar untuk menghitung berkat Tuhan, saya bisa melihat hal-hal kecil yang ternyata Tuhan mengingatnya untuk saya, dan bagi saya hal itu merupakan sebuah berkat yang luar biasa.

Menghitung berkat Tuhan dalam satu hari bisa dicontohkan seperti saat Tuhan membangunkan tidur kita lebih awal, sehingga bisa berangkat ke kantor lebih awal dari biasanya untuk menghindari kemacetan yang parah hari itu. Lalu kita dipertemukan secara tepat waktu oleh orang-orang yang bisa menghindarkan kita dari kesulitan hari itu.

Saat kita ingin menikmati suatu makanan, tiba-tiba ada seseorang yang mengirimkannya untuk kita juga termasuk berkat Tuhan. Dan ada begitu banyak berkat Tuhan yang bagi kita mungkin bukan jawaban doa untuk mimpi kita yang besar, tetapi sekecil apa pun itu tetaplah berkat sebagai tanda bahwa Tuhan sedang memberi perhatian buat kita, setiap detik, setiap menit, setiap jam, dan setiap harinya.

Teman-teman, Tuhan sayang dengan kita semua. Seorang teman memberitahukan kepada saya bahwa Tuhan tidak pernah memberikan kita kesusahan, dan saya setuju dengannya, walau pun pada awalnya saat keadaan saya terdesak, saya berpikir “ah masa“. Tuhan tahu kita sedang berlari untuk bisa sampai di tujuan. Tuhan juga tahu bahwa kita harus mendapatkan mujizat, karena sudah tidak ada lagi yang dapat kita lakukan, sedangkan mungkin saat ini kondisi kita sedang kritis. Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita. Dan Tuhan pasti akan menjawab kita.

bless youMungkin saat ini kita sedang dalam penantian untuk mencapai tujuan atau mimpi besar kita. Tetapi kita juga tidak bisa mengabaikan kebaikan-kebaikan kecil yang Tuhan berikan bagi kita. Hitunglah berkat Tuhan! Maka kita akan memahami bahwa tidak ada berkat Tuhan yang dapat dianggap kecil.

Tuhan memberkati!

**idea by Frankly Reynold Malumbot and Silvia Atmodjo

**picture taken from:
http://www.google.co.id/search?noj=1&biw=1280&bih=707&tbm=isch&sa=1&q=picture+of+cartoon+blessing+small+things&btnG=#imgrc=gAniDWPo8nDynM%3A%3ByP3DGtc0mA1F3M%3Bhttp%253A%252F%252Fstatic.guim.co.uk%252Fsys-images%252FGuardian%252FPix%252Fpictures%252F2012%252F5%252F30%252F1338379964607%252FLove-Hearts-with-Bless-yo-008.jpg%3Bhttp%253A%252F%252Fwww.guardian.co.uk%252Fcommentisfree%252F2012%252Fmay%252F28%252Fweek%3B460%3B276

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s