Iman Pada Tuhan


Biasanya, kita mengenal seseorang itu karena kebaikannya. Sebagai contoh, saya pernah mengatakan pada mami saya “mam, Tante itu kalau buat kue selalu enak ya, apa resepnya kira-kira?“. Mami saya biasanya suka memberikan jawaban yang kira-kira seperti ini “Tante itu orangnya baik, jadi lain kali kalau kamu bertemu dengannya, langsung saja tanya apa resepnya buat kue, jangan takut!“.

Beberapa hari kemudian saat tanpa sengaja saya dan Tante, teman mami saya itu bertemu di sebuah supermarket, saya ingat perkataan mami saya dan saya bertanya padanya “Tante, boleh saya tahu apa resep buat kuenya?“. Benar saja perkataan mami saya, Tante itu baik dan dengan reaksi yang positif, dia langsung memberikan jawaban “nanti Tante akan telepon kamu untuk memberikan resep kue buatan Tante ya!“. Dan benar, Tante itu menelpon saya untuk memberitahukan resep kuenya.

Pada hari yang lain, saat saya ingin menanyakan resep kue yang lain, mungkin Tante itu sedang mengalami sesuatu yang berat, sehingga dia memberikan respon negatif dan dengan nada yang kasar dia menjawab saya “kamu itu anak kecil cerewet banget sih!“. Saya yang tidak tahu tentang masalah Tante itu mungkin akan menjadi kaget dan bisa saja saya beranggapan bahwa Tante itu sebenarnya jahat, bukannya baik, hanya karena satu kali dia membentak saya.

Pengenalan kita akan Tuhan selama ini adalah sebagai sosok Pribadi yang baik dan penuh kasih. Pada awal pertobatan kita mungkin semua hal yang kita doakan pasti akan mendapatkan jawaban. Tetapi berjalannya waktu, kita mungkin harus berdoa dalam jangka waktu beberapa hari lamanya untuk mendapatkan sebuah jawaban. Bahkan setelah kita menjadi sangat lama mengenal Tuhan dan FirmanNya, seringkali kita harus menunggu bertahun-tahun dan mungkin kita tidak lagi mendapatkan jawaban doa seperti yang kita inginkan.

Mengetahui perubahan sikap Tuhan terhadap kita, mungkin reaksi kita pada awalnya akan mencoba untuk mengkoreksi diri, barangkali ada dosa yang membuat Tuhan menjauhi kita, barangkali permintaan kita terlalu mementingkan diri sendiri, dan barangkali kita kurang iman. Kemudian kita mencoba untuk berdoa dan beriman lebih lagi. Kita memasang foto benda-benda yang kita inginkan, kita bayangkan, dan kita berusaha memercayai dengan segenap hati bahwa kita pasti akan mendapatkannya. Realitanya jawaban Tuhan tak juga datang. Setelah mencoba berbagai cara, akhirnya kita kelelahan dan merasa kecewa.

Kekecewaan menimbulkan perasaan curiga terhadap Tuhan “jangan-jangan Tuhan sudah tidak peduli pada saya“, “jangan-jangan Tuhan sudah tidak sayang pada saya“, “ah…ternyata Tuhan tidak sebaik seperti dugaan saya, dulu doaku dijawab, sekarang tidak lagi“. Selanjutnya, ada begitu banyak orang yang memutuskan untuk menyerah dan melakukan usaha sendiri untuk memenuhi kebutuhannya. Tragisnya, kesuksesan yang akhirnya diraih membuat orang-orang itu akhirnya lebih memercayai bahwa usaha mereka yang membuat mereka sukses, bukan Tuhan.

Iman, ternyata bukan terletak pada benda-benda yang kita perlukan atau benda-benda yang kita ingini. Dengan kata lain iman bukan sekedar memercayai bahwa pada suatu hari nanti kita pasti akan mendapatkan kesuksesan, atau kita pasti akan kaya, atau kita pasti akan bisa membeli benda-benda yang kita inginkan. Iman, bukan sekedar percaya bahwa Tuhan itu pasti akan memenuhi segala kebutuhan dan keingina kita karena Dia adalah Tuhan yang kaya raya, yang sanggup, dan baik hati, melainkan iman adalah sikap untuk tetap memercayai bahwa Tuhan itu baik. walau pun Dia tidak menjawab kebutuhan kita seperti yang kita harapkan.

Mungkin Pembaca akan bertanya-tanya “lalu bila Tuhan tidak juga menjawab kebutuhan kita, buat apa kita terus berdoa padaNya? Bukankah hanya Tuhan yang sanggup menjawab permohonan kita?“. Benar, hanya Tuhan yang sanggup menjawab segala kebutuhan kita. Tetapi bukankah seringkali dengan mudah kita juga berkata “Tuhan itu jahat” hanya karena doa kita tidak terjawab?

FaithIman kepada Tuhan sebenarnya tidak hanya sekedar memercayai bahwa kita akan mendapatkan segala hal yang kita inginkan, tetapi memercayai bahwa Tuhan itu baik atas segala keputusanNya untuk hidup kita, termasuk seandainya Tuhan memutuskan untuk tidak memberikan yang kita minta padaNya.

Iman kepada Tuhan bukan dengan cara memaksakan kehendak kita. Tuhan itu Maha Tahu. Dikatakan didalam Firman bahwa sebelum kita meminta Dia sudah tahu hal-hal yang menjadi pergumulan kita. Tetapi yang Dia inginkan adalah rasa percaya kita kepada PribadiNya. Tuhan ingin kita tahu bahwa Dia baik bukan karena Dia menjawab doa, melainkan Dia baik karena PribadiNya yang memang baik.

Iman kepada Pribadi Tuhan adalah sikap berserah pada segala keputusan Tuhan atas pergumulan kita dan sikap percaya bahwa apa pun jawaban Tuhan adalah yang terbaik. Dengan demikian, maka kita akan jauh lebih mudah untuk bersyukur dan lebih mudah untuk memiliki hubungan yang akrab dengan Tuhan, karena iman kita benar-benar ada pada PribadiNya dan kita benar-benar bergantung pada Pribadi Tuhan, bukan pada hal-hal yang menurut pandangan kita adalah jawaban yang terbaik.

Meletakkan iman pada Pribadi Tuhan itu tidak mudah. Karena kebutuhan seringkali lebih mendesak sehingga secara otomatis kita juga akan bersikap mendesak Tuhan. Itulah sebabnya kita perlu berlatih dan menjadi lebih sabar didalam segala pergumulan hidup kita. Semuanya tampak terlambat dan keadaan mungkin terlihat semakin memburuk, tetapi Tuhan ingin kita tetap percaya dan tenang bergantung padaNya. Selanjutnya, kita tinggal melihat bagaimana cara Tuhan menjawab kebutuhan kita.

Tuhan memberkati!

**picture taken from:
http://www.google.co.id/search?q=picture+of+faith+of+God&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ei=wyM0Ucb8EoS4rAfMyYCwBg&ved=0CC4QsAQ&biw=1280&bih=707#imgrc=UyKOOLmkOJNdLM%3A%3BO7XXfUUe4gZK0M%3Bhttp%253A%252F%252Fchristrescuemission.org%252Fyahoo_site_admin%252Fassets%252Fimages%252Fhfig002.301153539_std.gif%3Bhttp%253A%252F%252Fchristrescuemission.org%252F33have_faith_in_godweekly_bible_study%3B450%3B337

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s