Hidup Adalah Pilihan (Part I)


Secara pribadi, yang selama ini saya pahami mengenai kehidupan adalah segala sesuatu sebenarnya sudah ditentukan oleh Tuhan, yang Maha Kuasa. Dari pengalaman hidup yang saya lewati, segala sesuatu yang ada di hadapan saya adalah yang terbaik untuk saya. Sekali pun saya sebenarnya tidak mau dan saya tetap memilih untuk berjalan melewatinya, maka akan ada satu masa dimana saya harus kembali untuk menerima kenyataan bahwa yang sudah sudah saya lewati itu benar tekah ditentukan untuk saya, sehingga saya harus mengambilnya.

Saya tidak pernah memahami arti sebuah kalimat “Hidup Adalah Pilihan“, karena seolah-olah, segala sesuatu yang ada didalam kehidupan saya sudah diatur oleh Tuhan. Ada kalanya saya kesal sama Tuhan karena merasa Dia tidak adil “Mengapa orang lain bisa memilih jalan hidup mereka, sedangkan saya selalu ada pada posisi tidak memiliki pilihan lain?“, dan ada kalanya saya bersyukur karena pilihanNya memang selalu tepat untuk hidup saya.

Pada suatu hari, saya memandangi sebuah boneka beruang kecil berwarna coklat dan berdasi kuning, yang saya beri nama Bean, karena mirip sekali dengan boneka yang dimiliki oleh Mr.Bean. Kalau tidak salah ingat, pada waktu membeli Bean, saya masih berusia belasan tahun. Saat itu, saya dan mami saya mampir ke sebuah mall yang ada di Surabaya, untuk membeli sebuah hadiah di toko mainan anak-anak. Sebelumnya, saya sempat merengek minta dibelikan burger di Mc.Donals, tetapi mami memaksa saya untuk mampir membeli hadiahnya dulu.

Di toko mainan anak-anak itu tidak disangka saya melihat Bean. Saya yang jarang sekali benar-benar menyukai sebuah mainan bisa menjadi sangat tertarik dengan Bean dan mami saya yang tadinya hanya ingin membeli sebuah hadiah, melihat ketertarikan saya dengan Bean tiba-tiba memberikan sebuah penawaran “kamu ingin beli burger di Mc.Donalds atau beli boneka itu?“. Cukup lama saya harus memikirkannya, karena di satu sisi perut saya memang benar-benar sedang merasa lapar, dan di sisi lain, Bean sungguh terlihat lucu.

Setelah beberapa menit menunggu, mami saya mulai mendesak saya untuk segera memutuskan. Karena benar-benar bingung, akhirnya saya menyerahkan keputusan pada mami saya. Tetapi mami saya tetap membiarkan saya yang menentukan pilihan. Saya berkata pada mami saya “Mam, aku mau boneka itu, tetapi kita langsung pulang ya?“, dengan tujuan agar kami bisa makan malam di rumah. Mami setuju dan kami pulang dengan membawa Bean juga. Hingga saat ini, Bean menjadi salah satu boneka kesayangan saya.

Saya tersenyum mengingat kisah itu dan merenungkan mengenai arti pilihan didalam hidup ini. Mungkin kelihatannya Tuhan selalu menetapkan setiap langkah dan membuat keputusan akan masa depan kita. Tetapi, ada waktu-waktu dimana kita tetap harus memilih, paling tidak kita dapat memilih menu makanan yang akan kita nikmati hari ini, kita dapat menentukan prioritas pekerjaan yang akan kita kerjakan terlebih dahulu hari ini, kita dapat memilih ingin berbagi cerita dengan siapa hari ini, dan kita dapat memilih untuk tetap tersenyum atau marah-marah terus hari ini.

Seandainya saya memilih untuk menikmati burger di Mc.Donals saat itu, mungkin sampai hari ini saya tidak akan pernah melihat Bean di kursi ruang keluarga di rumah saya, dan mungkin saya akan segera melupakannya, serta tidak ada cerita yang dapat saya ingat tentang Bean. Demikian pula dalam setiap pilihan kita, tentu akan melahirkan berbagai cerita di masa depan, baik cerita yang lucu, yang menyenangkan, yang menyedihkan, mau pun yang membuat marah. Kisah seperti apa yang kita inginkan untuk kita ingat di masa depan? Pilihan kisahnya ada di tangan kita hari ini.

chooseTuhan menentukan setiap langkah kita dan membuat keputusan bagi kita, karena Tuhan ingin kita dapat berbagi cerita menarik, yang indah, dan dapat memberkati banyak orang di masa depan dengan kisah hidup kita hari ini.

Tuhan memberkati!

http://www.google.co.id/search?q=Picture+of+cartoon+choose&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ei=ik84UdBNjo-uB4OVgNAK&ved=0CCsQsAQ&biw=1280&bih=707#tbm=isch&sa=1&q=Picture+of+cartoon+choose+to+have+a+good+story&oq=Picture+of+cartoon+choose+to+have+a+good+story&gs_l=img.3…148406.150354.4.150682.10.8.0.0.0.0.0.0..0.0…0.0…1c.1.5.img.gbRxAtKQqjA&bav=on.2,or.r_gc.r_pw.r_qf.&bvm=bv.43287494,d.bmk&fp=e2185caf1f41a762&biw=1280&bih=707&imgrc=RSqjax-ZkZFpSM%3A%3ByWQ6w97UIuwOnM%3Bhttp%253A%252F%252Fblog.timesunion.com%252Fopinion%252Ffiles%252F2010%252F10%252F1031_derosierTeaser.jpg%3Bhttp%253A%252F%252Fblog.timesunion.com%252Fopinion%252Fhalloween-2010%252F7190%252Foctober-31-2010-john-de-rosier-editorial-cartoon%252F%3B1197%3B1197

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s